BBA Fair 2026 Resmi Dibuka, Ketua Dekranasda Jatim Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Lebih Luas

- Publisher

Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, resmi membuka Batik Bordir & Aksesoris Fair (BBA Fair) 2026 di Exhibition Hall Grand City Mall Surabaya/ (Foto: Adpim for digitaljatim)

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, resmi membuka Batik Bordir & Aksesoris Fair (BBA Fair) 2026 di Exhibition Hall Grand City Mall Surabaya/ (Foto: Adpim for digitaljatim)

Surabaya – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, resmi membuka Batik Bordir & Aksesoris Fair (BBA Fair) 2026 di Exhibition Hall Grand City Mall Surabaya, Rabu (6/5/2026) kemarin.

Dalam sambutannya, Arumi menyebutkan, BBA Fair tahun ini adalah penyelenggaraan yang ke-21 kali yang dilakukan Pemprov Jatim. Sehingga ajang ini dinilainnya bukan sekadar pameran, melainkan sebagai platform strategis untuk mendorong UMKM kriya Jatim naik kelas.

“Batik Bordir & Aksesoris Fair ini bukan sekadar pameran, tetapi bagian dari upaya nyata kita mendorong UMKM naik kelas,” kata Arumi dalam keterangan tertulis diterimanya, Jumat (9/6/2026).

“Naik kelas itu artinya kualitas produknya meningkat, standarnya lebih baik, desainnya lebih kuat, dan cara memasarkannya juga lebih profesional,” tambahnya.

Menurutnya, tanpa proses naik kelas yang kuat, upaya memperluas pasar atau pun scale up tidak akan berhasil. Karena itu, peningkatan kualitas menjadi titik awal yang sangat penting.

“Kalau fondasi kualitasnya belum kuat, sulit untuk scale up. Maka yang kita lakukan adalah memastikan UMKM ini benar-benar siap. Siap dari produknya, brandingnya, sampai manajemen usahanya,” katanya

Setelah melalui tahap naik kelas, strategi berikutnya adalah mendorong scale up melalui perluasan pasar dan peningkatan kapasitas usaha.

“Setelah naik kelas, baru kita dorong scale up. Di sini peran event seperti BBA Fair menjadi penting, karena membuka akses pasar, mempertemukan produk dengan buyer, dan memperluas jejaring,” ucapnya.

Sejauh ini lanjut Arumi, strategi scale up yang didorong Dekranasda Jatim berfokus pada transformasi dari komoditas menjadi identitas, sehingga produk kriya memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

“Kita dorong transformasi dari komoditas menjadi identitas. Jadi yang kita jual itu bukan hanya produknya, tapi juga cerita dan sejarah di baliknya. Di situlah kekuatan branding batik kita. Ini yang menjadi nilai tambahnya,” katanya

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Pasar Murah dan Dorong UMKM di Desa Bulukandang Pasuruan

Selain itu, penguatan juga dilakukan melalui peningkatan desain, branding, storytelling, serta penetrasi pasar berbasis digital.

“Perajin harus masuk ke ekosistem digital dan memanfaatkan platform omnichannel agar jangkauan pasarnya semakin luas,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menyebutkan, proses scale up UMKM Jatim berpotensi memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Mengingat jumlah pelaku usahanya yang sangat besar.

Secara data, sektor UMKM di Jatim mencapai 4,58 juta unit usaha atau sekitar 99,72 persen dari total struktur usaha, dengan kontribusi terhadap PDRB mencapai 60,08 persen pada tahun 2024.

“Dengan jumlah sebesar itu, ketika UMKM didorong untuk scale up, maka dampaknya akan signifikan terhadap peningkatan ekonomi daerah,” ucapnya.

Ditambahlagi, proses scale up tersebut semakin mudah karena didukung dengan posisi strategis Jatim sebagai gerbang baru Nusantara.

“Sebagaimana arahan Ibu Gubernur Khofifah, Jawa Timur kita dorong sebagai gerbang baru Nusantara sekaligus hub Indonesia barat dan timur. Dengan posisi ini, akses pasar menjadi lebih terbuka, sehingga UMKM kita memiliki peluang lebih besar untuk scale up dan meningkatkan pendapatan,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp 1 Triliun Saat Pimpin Misi Dagang Jatim-Riau
Gekrafs Surabaya Perkuat Literasi Hukum, Pelaku Ekonomi Kreatif Diminta Tak Takut Berkarya
Wagub Emil Ungkap Penyebab Harga Telur Anjlok, Bukan Semata Ulah Middleman
Gubernur Khofifah Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Pasar Murah dan Dorong UMKM di Desa Bulukandang Pasuruan
Bank UMKM Jatim Perkuat Ekosistem Pembiayaan UMKM Bersama Bank Jatim dan Jamkrida
Wapres Gibran Beri Apresiasi untuk Gubernur Khofifah, Jatim Lampaui Pertumbuhan Nasional dan Pimpin Produksi Padi
Wabup Mimik Ajak HIPMI Perkuat Kolaborasi, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sidoarjo
Gubernur Khofifah Pimpin Panen dan Tanam Tebu Serentak di Malang, Targetkan 54.897 Hektar Bongkar Ratoon 2026

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:45 WIB

Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp 1 Triliun Saat Pimpin Misi Dagang Jatim-Riau

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:31 WIB

Gekrafs Surabaya Perkuat Literasi Hukum, Pelaku Ekonomi Kreatif Diminta Tak Takut Berkarya

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:29 WIB

Wagub Emil Ungkap Penyebab Harga Telur Anjlok, Bukan Semata Ulah Middleman

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:15 WIB

Gubernur Khofifah Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Pasar Murah dan Dorong UMKM di Desa Bulukandang Pasuruan

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:23 WIB

Bank UMKM Jatim Perkuat Ekosistem Pembiayaan UMKM Bersama Bank Jatim dan Jamkrida

Berita Terbaru