Politisi Muda Soroti Insiden Mobil Listrik Green SM Mogok di Rel Kereta

- Publisher

Selasa, 28 April 2026 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama.

Anggota DPD RI Lia Istifhama.

Jakarta – Kecelakaan yang melibatkan mobil listrik Green SM dan rangkaian kereta di Bekasi memantik perhatian publik. Peristiwa ini bermula ketika sebuah taksi berwarna hijau berhenti tepat di atas rel, diduga mengalami gangguan mesin.

Situasi tersebut memicu rangkaian kejadian beruntun hingga akhirnya terjadi tabrakan yang melibatkan kereta lainnya.

Kereta Argo Bromo Anggrek dilaporkan menabrak rangkaian KRL Commuter Line yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. KRL tersebut terpaksa berhenti karena di depannya terdapat gangguan, yakni kereta yang sebelumnya mengalami “temperan” dengan taksi yang mogok di atas rel.

Dalam video yang beredar luas, terlihat jelas momen menegangkan ketika taksi tersebut tidak bergerak di atas rel hingga akhirnya tertabrak kereta yang melintas. Insiden ini memicu gangguan sistem perjalanan kereta dan menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat: mengapa kendaraan bisa tiba-tiba mogok di atas rel kereta api?

Pernyataan Lia Istifhama: Sorotan pada Faktor Teknis dan Keselamatan

Anggota DPD RI, Lia Istifhama, turut menyoroti kejadian ini dan mengingatkan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap potensi risiko saat melintasi perlintasan kereta api.

Menurut politisi muda Lia, salah satu faktor yang kerap dikaitkan dengan kejadian kendaraan mogok di atas rel adalah pengaruh teknis yang jarang dipahami oleh pengendara.

“Mesin mobil yang tiba-tiba mati di atas rel kereta api bisa dipicu oleh medan magnet dari lokomotif yang dihantarkan melalui rel, bahkan dalam radius tertentu,” ujar Lia.

Ia menambahkan bahwa kondisi ini bisa terjadi ketika kendaraan tidak dalam posisi transmisi yang tepat, sehingga sistem pengapian terganggu.

Benarkah Medan Magnet Bisa Mematikan Mesin Kendaraan?

Secara teoritis, medan magnet dari lokomotif memang ada, namun klaim bahwa medan tersebut mampu mematikan mesin kendaraan masih menjadi perdebatan di kalangan teknisi otomotif dan perkeretaapian.

BACA JUGA  DPD RI Lia Istifhama: Perpres 111/2025 Jadi Langkah Preventif Cegah Penyebaran LGBTQ

Beberapa faktor yang lebih umum menyebabkan kendaraan mogok di rel antara lain:

1. Kesalahan Penggunaan Transmisi

Pengendara yang tidak menurunkan gigi (pada mobil manual) saat melintasi rel berpotensi membuat mesin kehilangan tenaga, terutama jika permukaan rel tidak rata.

2. Mesin Tidak Prima

Kendaraan dengan kondisi mesin yang kurang baik lebih rentan mati mendadak, apalagi saat melewati medan yang membutuhkan tenaga ekstra seperti rel kereta.

3. Panik atau Salah Antisipasi

Dalam beberapa kasus, pengemudi panik saat melihat kereta atau kondisi sekitar, sehingga salah mengambil tindakan seperti menginjak rem mendadak atau salah oper gigi.

4. Hambatan Fisik di Rel

Rel kereta yang tinggi atau tidak rata dapat membuat kendaraan tersangkut, terutama mobil dengan ground clearance rendah.

Mengapa Palang Pintu Ditutup Meski Kereta Belum Terlihat?

Banyak masyarakat bertanya-tanya mengapa palang pintu perlintasan sering ditutup meski kereta belum terlihat.

Hal ini sebenarnya merupakan bagian dari prosedur keselamatan standar. Petugas mengantisipasi kedatangan kereta yang mungkin belum terlihat secara kasat mata, namun sudah terdeteksi melalui sistem sinyal.

Langkah ini penting untuk memberi waktu bagi pengguna jalan berhenti, menghindari kendaraan terjebak di rel, mengurangi risiko kecelakaan fatal, dan cara Aman Melintasi Rel Kereta:

Panduan Penting untuk Pengendara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muktamar ke-35 NU Digelar di Tambakberas Jombang, Senator Lia Istifhama: Kembalikan Ruh Perjuangan Muassis
Mega Citra Alam Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif, Ketua Tidar Mojokerto: Layak Jadi Teladan Perempuan Muda
Belum Ada Titik Temu, DPRD Sidoarjo Akan Sidak Bengkel CV Multi Triloka Cemerlang Pekan Depan
DPD RI Lia Istifhama: Perpres 111/2025 Jadi Langkah Preventif Cegah Penyebaran LGBTQ
Puguh DPRD Minta Pemprov Jatim Segera Susun Regulasi Turunan Usai Terbitnya Perpres soal LGBTQ
Kecelakaan Beruntun Akses Suramadu Jadi Sorotan, Harisandi DPRD Jatim Desak Audit Keselamatan
Puguh DPRD Jatim: Jangan Sampai Trans Jatim Matikan Mata Pencaharian Sopir Angkot
Senator Lia Istifhama Bangga dengan Ratu Ayu Alina Mirza

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:57 WIB

Muktamar ke-35 NU Digelar di Tambakberas Jombang, Senator Lia Istifhama: Kembalikan Ruh Perjuangan Muassis

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:44 WIB

Mega Citra Alam Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif, Ketua Tidar Mojokerto: Layak Jadi Teladan Perempuan Muda

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:20 WIB

Belum Ada Titik Temu, DPRD Sidoarjo Akan Sidak Bengkel CV Multi Triloka Cemerlang Pekan Depan

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:54 WIB

DPD RI Lia Istifhama: Perpres 111/2025 Jadi Langkah Preventif Cegah Penyebaran LGBTQ

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:03 WIB

Puguh DPRD Minta Pemprov Jatim Segera Susun Regulasi Turunan Usai Terbitnya Perpres soal LGBTQ

Berita Terbaru