Gresik – Politeknik Semen Indonesia (Polteksi) menyambut kunjungan istimewa anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama, S.Sos., S.H.I., M.E.I., dalam rangka penguatan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Kehadiran senator yang akrab disapa Ning Lia ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami peran strategis kebijakan pemerintah dalam mendukung akses pendidikan tinggi di dunia vokasi.
Direktur Politeknik Semen Indonesia, Dr. Erlina Diamastuti, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRA., mengungkapkan apresiasi mendalam atas peran nyata Dr. Lia Istifhama sebagai inisiator bantuan pendidikan di kampus tersebut. Menurutnya, sinergi ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan jembatan bagi mahasiswa untuk meraih masa depan di dunia industri.
“Mungkin anak-anakku semua belum tahu, sebetulnya salah satu inisiator dan penyumbang KIP kita adalah dari DPD RI, yaitu Ibu Dr. Lia. Kunjungan ini menjadikan kita semakin dekat dengan Dewan dan pemerintahan. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan beasiswa ini dengan belajar sungguh-sungguh sehingga KIP ini benar-benar menjadi jembatan sukses untuk masa depan kalian,” ujar Dr. Erlina dalam sambutannya, Rabu (6/5/2026).
Sementara itu, Dr. Lia Istifhama dalam orasinya menekankan pentingnya menjaga kemurnian proses demokrasi dan pengabdian tanpa politik uang. Ia menegaskan bahwa posisinya di parlemen hanyalah sebuah ‘terminal’ untuk menyalurkan program pemerintah agar tepat sasaran kepada masyarakat, termasuk para mahasiswa Polteksi.
Ia juga mengajak generasi Z di Polteksi untuk tidak apatis terhadap politik dan terus mengasah kreativitas di dunia digital. Dr. Lia berharap lulusan Polteksi tidak hanya menjadi pekerja yang terpaku pada jam kantor, tetapi mampu menjadi pemimpin dan inovator di sektor industri.
“Jangan sampai kalian menjadi pribadi yang apatis kepada politik, kalian harus memiliki semangat mengisi ruang-ruang itu. Namun, di dunia industri, jadilah produsen konten yang memiliki nilai. Tampilkan karya kalian, seperti inovasi mesin yang sudah diciptakan di sini, agar dunia tahu bahwa dari Polteksi, Indonesia tidak akan kekurangan solusi energi atau teknologi,” tegas Ning Lia di hadapan para mahasiswa.
Acara ditutup dengan pesan motivasi yang khas dari Ning Lia melalui pantun, mengajak mahasiswa untuk melupakan kegagalan masa lalu dan fokus membangun karya nyata bagi bangsa.
Beli ketan dapat bonus srikaya
Lupakan mantan fokus bangun karya.
Buah manggis, buah pala, buah srikaya, buah pepaya
Ada yang manis tapi bukan gula, mahasiswa Polteksi jawabannya.
Ikan tuna disambal terasi, rasanya itu tiada duanya,
Jika kau tahu dia tak sempurna tapi sangat berarti, maka lengkapi kekurangannya.”
“Kita harus menjadi sebuah terminal atau bridging. Program dan anggaran ini dari pemerintah, saya hanya perantara. Saya ingin mahasiswa Polteksi ke depan tidak hanya terserap di dunia kerja, tapi menjadi leader yang memiliki karya nyata dan kemanfaatan besar bagi masyarakat. Mantan kekasih janganlah kau jadi benalu, Sekian terima kasih dan salam sukses selalu,” pungkas Lia Istifhama.
Editor : Yoyok











