Surabaya – Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, mendorong Muslimat NU Jawa Timur terus memperluas layanan sosial dan keagamaan hingga tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Hal itu disampaikan Khofifah saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar PW Muslimat NU Jatim di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Minggu (6/9/2026).
Peringatan Maulid Nabi tersebut menghadirkan Prof. Syekh Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani sebagai pemberi tausiyah utama. Acara juga dihadiri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak.
Khofifah menilai kiprah Muslimat NU Jatim selama ini telah banyak menghadirkan layanan sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Karena itu, layanan tersebut perlu diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BAZNAS Jatim.
“Layanan kepada masyarakat harus terus kita dekatkan dan diperluas. Muslimat NU punya peran penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat, terutama layanan sosial dan keagamaan, bisa dijawab sampai ke tingkat paling dekat dengan masyarakat,” kata Khofifah dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Menurut Khofifah, sinergi Muslimat NU Jatim dengan BAZNAS Jatim menjadi salah satu upaya memperluas manfaat zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai program, mulai bidang pendidikan, penguatan usaha, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Yang kita dorong adalah bagaimana kolaborasi Muslimat NU bisa terus diperkuat, sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkan manfaat. Semakin banyak muzaki yang percaya dan menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS, semakin luas pula manfaat bagi mustahik yang bisa kita hadirkan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin, dan Ketua Muslimat NU Jatim Nyai Hj. Masruroh Wahid menyerahkan sejumlah bantuan kepada mustahik.
Bantuan melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) diberikan senilai Rp84,85 juta kepada 44 mahasiswa pada Agustus 2026.
Selain itu, terdapat bantuan peralatan usaha dan rombong senilai Rp315 juta untuk 90 mustahik. Bantuan secara simbolis diterima Deffy Wahyuni asal Sidoarjo.
Kemudian bantuan modal usaha senilai Rp181,055 juta diberikan kepada 85 mustahik dan secara simbolis diterima Dian Rahayu dari Surabaya.
BAZNAS Jatim juga menyerahkan bantuan bedah rumah senilai Rp40 juta untuk dua mustahik. Bantuan secara simbolis diterima Suhartik dari Probolinggo.
“Yang kita harapkan tentu semakin banyak muzaki yang percaya kepada BAZNAS dan semakin banyak mustahik yang bisa kita bantu. Mudah-mudahan ikhtiar ini terus berkembang dan manfaatnya semakin luas,” kata Khofifah.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan dukungan bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut dia, kepedulian terhadap korban bencana harus terus dijaga dan diperkuat melalui gerakan sosial bersama.
“Setiap ada saudara kita yang tertimpa bencana, kita harus hadir dan ikut meringankan beban mereka. Sebelumnya kita telah menyalurkan bantuan untuk Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh,” ujarnya.
Khofifah menyebut terdapat amanah bantuan senilai Rp250 juta dari Nyai Hj. Masruroh Wahid yang akan digabungkan dengan bantuan PP Muslimat NU untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa di NTT.
“Kali ini ada amanah Rp250 juta dari Ibu Hj. Masruroh Wahid yang akan digabungkan dengan bantuan di PP Muslimat NU untuk disalurkan kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga mereka diberi kekuatan dan segera bisa bangkit kembali,” katanya.
Khofifah berharap gerakan kepedulian sosial Muslimat NU dapat terus dikembangkan. Tidak hanya untuk korban bencana, bantuan sosial juga diharapkan bisa diarahkan pada kebutuhan pendidikan masyarakat, termasuk pembangunan gedung TK dan TPQ.
“Insya Allah ini menjadi bagian dari amal jariyah kita. Ketika kita bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, mudah-mudahan manfaatnya terus mengalir,” tuturnya.
Selain memperkuat layanan sosial, Khofifah juga meluncurkan program Mustika Mulia atau Muslimat Cantik Mudin Lilahi Ta’ala. Program hasil kolaborasi Muslimat NU Jatim dan BAZNAS Jatim itu diarahkan untuk memperkuat layanan mudin perempuan di tingkat ranting melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas.
Khofifah berharap setiap cabang Muslimat NU memiliki dukungan layanan yang lebih lengkap. Di antaranya ambulans, tim pemulasaraan jenazah perempuan, hingga tim tahlil.
Penguatan layanan tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.
“Ini bagian dari upaya kita mendekatkan layanan kepada masyarakat. Ketika layanan tersedia di tingkat ranting, masyarakat tidak perlu mencari jauh ketika membutuhkan,” jelas Khofifah.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Prof. Syekh Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani mengajak jamaah terus menumbuhkan dan memperkuat keimanan.
Menurutnya, iman tidak cukup hanya diwujudkan melalui hubungan manusia dengan Allah SWT. Keimanan juga harus tercermin melalui kepedulian dan manfaat yang diberikan kepada sesama.
“Iman harus terus kita tumbuhkan dan kuatkan. Orang yang beriman bukan hanya mendekat kepada Allah, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi orang lain. Karena itu, mari terus berbagi dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan kitab Tafsir Al-Jailani kepada pengurus Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.
Kitab tersebut merupakan salah satu karya Prof. Syekh Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani yang ditelusuri melalui perjalanan Syekh Fadhil ke sekitar 20 negara dan 50 perpustakaan di berbagai belahan dunia.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat