Mahfud MD Sebut Pesantren Punya Kekuatan Untuk Selamatkan Demokrasi

Penulis Firman Syah Ali
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Firman Syah Ali menemani Pamanda Prof. Dr. H. Moch. Mahfud MD., SH.,SU dalam mengisi Orasi dan Diskusi Kebangsaan di Ma'had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyyah Sukorejo Situbondo dan Universitas Ibrahimy (UNIB). (Dok. Pribadi)

Firman Syah Ali menemani Pamanda Prof. Dr. H. Moch. Mahfud MD., SH.,SU dalam mengisi Orasi dan Diskusi Kebangsaan di Ma'had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyyah Sukorejo Situbondo dan Universitas Ibrahimy (UNIB). (Dok. Pribadi)

Hari ini (20 Agustus 2026) saya menemani Pamanda Prof. Dr. H. Moch. Mahfud MD., SH.,SU dalam mengisi Orasi dan Diskusi Kebangsaan di Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo Situbondo dan Universitas Ibrahimy (UNIB). 

Sebelum memberi materi di kedua institusi pendidikan tinggi tersebut, terlebih dahulu Prof Mahfud bertemu dengan Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo KHR Ahmad Azaim Ibrahimy. Banyak permasalahan kebangsaan yang dibicarakan oleh kedua tokoh yang masih bernasab dekat dari Bhuju’ Abdul Qidam, Bhuju’ Agung Toronan dan Bhuju’ R Azhar Bagandan tersebut.

Usai beramah tamah dengan KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, Prof Mahfud MD bertemu dengan ulama fiqh nasional KHR Afifuddin Muhajir, beberapa permasalahan kebangsaan juga dibahas oleh kedua tokoh yang masih bersusur galur secara genealogis tersebut.

Usai bertemu kedua tokoh ulama tersebut, Prof Mahfud MD memberikan materi di Ma’had Aly dan UNIB. Inti dari semua materi yang disampaikannya adalah penyadaran bahwa Pondok Pesantren mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk turut menyelamatkan demokrasi Indonesia dari kaum oligarki.

Prof Mahfud MD menegaskan kepada mahasiswa bahwa kalau kita ingin memberantas korupsi, perbaiki dulu demokrasinya. Sekarang korupsi kita parah, berjejaring dan saling melindungi, moral dan etik tidak ada lagi, ya karena kualitas demokrasinya sudah buruk, penuh penyimpangan.

Diantaranya buruknya standar moral dan etik adalah terkait TAP MPR No 6/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa di mana pejabat yang bermasalah disuruh mundur. Namun praktiknya pejabat yang bermasalah bukannya mundur, malah semakin maju.

Demokrasi saja tidak cukup. Demokrasi harus diawasi dengan nomokrasi. Kalau demokrasi tidak diawasi dengan nomokrasi, maka akan berubah jadi anarki, sebagaimana siklus polybios.

Sejak 2009 jarum demokrasi kita telah bergeser mundur kembali ke oligarki. Maka pondok-pondok pesantren punya tugas suci berdasarkan prinsip hubbul wathon minal iman untuk menggeser kembali oligarki ke demokrasi. 

Dalam tesis Prof Mahfud MD ada pernyataan bahwa kualitas hukum tidak bisa lebih bagus daripada kualitas demokrasi. Ketika demokrasi bagus, maka hukum juga bagus. Demokrasi indonesia saat ini tidak bagus, tidak berkualitas, karena dirusak oleh oligarki.

Menurutnya, Pesantren punya kekuatan untuk mengubah semua ini, terutama untuk memperbaiki demokrasi. Sukorejo adalah tempat bersejarah penerimaan asas tunggal Pancasila, maka kini saatnya mempelopori sejarah baru untuk memperbaiki demokrasi kita. Setelah demokrasi membaik, maka korupsi bisa dieliminasi.

Usai menyampaikan ceramah di dua institusi tersebut, Prof Mahfud MD menutup kegiatannya dengan berziarah ke pesarean Pahlawan Nasional KHR As’ad Syamsul Arifin.

Usai berziarah, kami langsung menuju Kota Pasuruan dalam rangka menghadiri undangan rangkaian kegiatan Haul Mbah Hamid Pasuruan.

Penulis : Firman Syah Ali

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IKA PMII Gelar Bedah Buku Kepemimpinan di Arena Muktamar ke-35 NU
Pembukaan Muktamar ke-35 NU Capai Trisukses
Ribuan Ulama se-Nusantara Berkumpul di Toronan Pamekasan, Ada apa?
Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan
Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara
Selamat Jalan Sholeh Nan Tak Pernah Padam
Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026
Semarak Muharram Satukan Warga Prajuritkulon
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:19 WIB

IKA PMII Gelar Bedah Buku Kepemimpinan di Arena Muktamar ke-35 NU

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:22 WIB

Pembukaan Muktamar ke-35 NU Capai Trisukses

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Mahfud MD Sebut Pesantren Punya Kekuatan Untuk Selamatkan Demokrasi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Ribuan Ulama se-Nusantara Berkumpul di Toronan Pamekasan, Ada apa?

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:12 WIB

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan

Berita Terbaru

WhatsApp