Kasus HIV/AIDS Sidoarjo Naik Signifikan, Ketua Komisi D DPRD Dorong Pemetaan Wilayah Rawan dan Skrining Massal

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus HIV/AIDS Sidoarjo Naik Signifikan, Ketua Komisi D DPRD Dorong Pemetaan Wilayah Rawan dan Skrining Massal. (Foto: Istimewa)

Kasus HIV/AIDS Sidoarjo Naik Signifikan, Ketua Komisi D DPRD Dorong Pemetaan Wilayah Rawan dan Skrining Massal. (Foto: Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Sidoarjo – Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo terus mengalami peningkatan. Dalam empat bulan pertama 2026, tercatat 215 kasus baru sehingga jumlah kumulatif penderita yang terdata mencapai 7.129 orang.

Data tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat Komisi D DPRD Sidoarjo bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, Kamis (4/6/2026).  Sebelumnya, hingga Desember 2025, jumlah kasus HIV/AIDS yang tercatat mencapai 6.914 kasus.

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Moch Dhamroni Chudlori mengaku prihatin dengan tren peningkatan kasus yang terjadi hampir setiap tahun. Menurutnya, sebagai daerah penyangga Surabaya, Sidoarjo menghadapi tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

“Harus ada langkah yang lebih konkret dan masif agar kasus HIV/AIDS tidak terus meningkat,” ujarnya.

Dhamroni menegaskan pihaknya tidak ingin Sidoarjo masuk dalam kondisi darurat HIV/AIDS. Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diminta menyusun rencana aksi yang komprehensif, mulai dari pemetaan wilayah rawan hingga pelaksanaan skrining yang lebih luas.

Ia juga menyoroti sejumlah wilayah yang selama ini menjadi penyumbang kasus cukup tinggi, seperti Kecamatan Porong dan Krian. Menurutnya, upaya deteksi dini di kawasan tersebut perlu terus diperkuat.

Selain itu, Komisi D mengapresiasi keterlibatan Paguyuban Remaja Peduli HIV/AIDS (Parpas) yang aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya HIV/AIDS dan upaya pencegahannya.

“Kami mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga masyarakat, dan kelompok peduli HIV/AIDS agar upaya pencegahan berjalan lebih efektif,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Hinu Trisulistijorini mengakui pendataan kasus HIV/AIDS masih menghadapi sejumlah kendala. Menurutnya, angka yang tercatat saat ini belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Fenomena ini seperti gunung es. Kasus yang terdeteksi kemungkinan hanya sebagian dari jumlah sebenarnya,” ujarnya.

Hinu menjelaskan, peningkatan temuan kasus diperoleh melalui kegiatan kunjungan lapangan dan skrining yang dilakukan seluruh puskesmas bekerja sama dengan Delta Crisis Center (DCC) Sidoarjo.

Menurut dia, Dinkes terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat serta pemeriksaan rutin terhadap kelompok yang memiliki risiko tinggi tertular HIV.

Dalam upaya penanggulangan, Dinkes juga menggandeng berbagai pihak, mulai sektor swasta, lembaga swadaya masyarakat, hingga fasilitas kesehatan swasta.

“Peran edukasi kepada pelajar dan masyarakat sangat penting agar mereka memahami bahaya HIV/AIDS serta cara penularannya,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Sumber Berita: digitaljatim.com

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamenkes-Wamendagri Hadiri Deklarasi Siaga TB, Pemkab Sidoarjo Dapat Bantuan Bangun 15 Puskesmas
Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Potensi Influenza A, Dinkes Diminta Perkuat Antisipasi
Influenza Merebak di Jatim, Puguh DPRD Dorong Dinkes Perkuat Pencegahan
Gubernur Khofifah Kunjungi Pusat Riset Stem Cell dan Kanker SCCR Indonesia di Semarang
FPKS DPRD Jatim Dorong Ekosistem Obat Bahan Alam yang Terintegrasi dan Berbasis Riset
Kebakaran Dapur Gizi RSSA Malang, Puguh DPRD Jatim Dorong Mitigasi Risiko Diperkuat
Gubernur Khofifah Kembali Beri Kado HUT Ke-81 RI, Medical Check Up di RS Paru Manguharjo Gratis 100 Persen
Akreditasi Rumah Sakit Kini Berbasis Hasil Klinis, Puguh DPRD Jatim Minta Pemerintah Gencarkan Sosialisasi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:00 WIB

Wamenkes-Wamendagri Hadiri Deklarasi Siaga TB, Pemkab Sidoarjo Dapat Bantuan Bangun 15 Puskesmas

Selasa, 22 September 2026 - 23:10 WIB

Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Potensi Influenza A, Dinkes Diminta Perkuat Antisipasi

Selasa, 22 September 2026 - 10:40 WIB

Influenza Merebak di Jatim, Puguh DPRD Dorong Dinkes Perkuat Pencegahan

Senin, 14 September 2026 - 20:07 WIB

Gubernur Khofifah Kunjungi Pusat Riset Stem Cell dan Kanker SCCR Indonesia di Semarang

Jumat, 11 September 2026 - 14:43 WIB

FPKS DPRD Jatim Dorong Ekosistem Obat Bahan Alam yang Terintegrasi dan Berbasis Riset

Berita Terbaru

WhatsApp