Wamenkes-Wamendagri Hadiri Deklarasi Siaga TB, Pemkab Sidoarjo Dapat Bantuan Bangun 15 Puskesmas

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Selasa, 29 September 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenkes-Wamendagri Hadiri Deklarasi Siaga TB, Pemkab Sidoarjo Dapat Bantuan Bangun 15 Puskesmas. (Dok. Syaiful)

Wamenkes-Wamendagri Hadiri Deklarasi Siaga TB, Pemkab Sidoarjo Dapat Bantuan Bangun 15 Puskesmas. (Dok. Syaiful)

Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Akhmad Wiyagus. Kunjungan tersebut dalam rangka deklarasi Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TB) tingkat Kabupaten Sidoarjo 2026.

Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Selasa (29/9/2026) sore. Rombongan Wamenkes dan Wamendagri RI disambut Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana didampingi Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman, serta Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina.

Turut hadir pula Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dr. Benjamin Kristianto dan Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih.

Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan penanganan TB membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, TB merupakan penyakit yang perlu dikendalikan secara bersama-sama.

“TB ini merupakan penyakit di masyarakat dan tidak bisa hanya dikendalikan oleh sektor kesehatan. Strateginya mulai dari tingkat pimpinan daerah sampai masyarakat, jadi kita berkolaborasi,” kata Lakhsmie saat diwawancarai awak media usai acara tersebut. 

Lakshmie menjelaskan upaya tersebut diawali dengan regulasi, kemudian dilanjutkan percepatan penanganan di lapangan dan kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut target penemuan kasus TB di Sidoarjo pada tahun 2026 mencapai sekitar 6.400 kasus. Target tersebut ditetapkan Kementerian Kesehatan.

“Kalau untuk penemuan kasus tahun ini, kita menemukan kurang lebih 6.400. Itu target dari Kementerian Kesehatan. Sampai sekarang tercapai sekitar 59 persen,” ujarnya.

Target penemuan kasus tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 5.000 kasus. Lakhsmie menegaskan peningkatan target bukan berarti jumlah kasus TB otomatis meningkat, melainkan target penemuan kasus yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Kasus TB yang harus ditemukan tahun ini lebih besar daripada tahun kemarin. Tahun kemarin sekitar 5.000, tahun ini kami 6.400. Kenapa naik? Itu target yang diberikan Kementerian Kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengatakan Pemkab Sidoarjo terus melakukan langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran TB di tengah masyarakat.

“Di Sidoarjo belum ada dan mudah-mudahan tidak ada. Untuk sementara ini kita antisipasi dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat di sekitar. Kita harus lebih waspada,” kata Wabup Mimik.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Mimik juga menyampaikan Sidoarjo mendapatkan bantuan pembangunan 15 titik puskesmas. Selain itu, sebanyak 656 kader akan mendapatkan honor dari pemerintah pusat sebesar Rp500 ribu per bulan.

“Kabar baiknya kita mendapatkan bantuan untuk membangun puskesmas sebanyak 15 titik. Kemudian 656 kader akan mendapatkan honor dari pemerintah pusat sebesar Rp500 ribu per bulan,” ujar Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo itu. 

Wabup Mimik juga menyebut terdapat bantuan senilai Rp132 miliar yang nantinya akan dibahas bersama Bupati Sidoarjo terkait lokasi pemanfaatannya.

“Untuk bantuan sebesar Rp132 miliar, nanti kita bicarakan dengan Pak Bupati, apakah dialihkan ke Sedati atau Sibar. Yang penting lahannya masih luas,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Potensi Influenza A, Dinkes Diminta Perkuat Antisipasi
Influenza Merebak di Jatim, Puguh DPRD Dorong Dinkes Perkuat Pencegahan
Gubernur Khofifah Kunjungi Pusat Riset Stem Cell dan Kanker SCCR Indonesia di Semarang
FPKS DPRD Jatim Dorong Ekosistem Obat Bahan Alam yang Terintegrasi dan Berbasis Riset
Kebakaran Dapur Gizi RSSA Malang, Puguh DPRD Jatim Dorong Mitigasi Risiko Diperkuat
Gubernur Khofifah Kembali Beri Kado HUT Ke-81 RI, Medical Check Up di RS Paru Manguharjo Gratis 100 Persen
Akreditasi Rumah Sakit Kini Berbasis Hasil Klinis, Puguh DPRD Jatim Minta Pemerintah Gencarkan Sosialisasi
186 Kasus HIV di Kota Malang Jadi Sorotan, Puguh DPRD Jatim Sebut Kondisi Mengkhawatirkan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:00 WIB

Wamenkes-Wamendagri Hadiri Deklarasi Siaga TB, Pemkab Sidoarjo Dapat Bantuan Bangun 15 Puskesmas

Selasa, 22 September 2026 - 23:10 WIB

Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Potensi Influenza A, Dinkes Diminta Perkuat Antisipasi

Selasa, 22 September 2026 - 10:40 WIB

Influenza Merebak di Jatim, Puguh DPRD Dorong Dinkes Perkuat Pencegahan

Senin, 14 September 2026 - 20:07 WIB

Gubernur Khofifah Kunjungi Pusat Riset Stem Cell dan Kanker SCCR Indonesia di Semarang

Jumat, 11 September 2026 - 14:43 WIB

FPKS DPRD Jatim Dorong Ekosistem Obat Bahan Alam yang Terintegrasi dan Berbasis Riset

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp