Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama santri peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 menanam 1.000 pohon di Pondok Pesantren Wisata An-Nur 2 Al-Murtadlo, Kabupaten Malang. Kegiatan itu digelar Sabtu (3/10/2026).
Khofifah mengatakan penanaman pohon menjadi salah satu cara sederhana untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi untuk menjaga kualitas udara dan lingkungan.
“Kalau saya lebih menyebut menanam ini, intinya kita sedang sedekah oksigen. Jadi cinta lingkungan salah satunya dengan menanam,” kata Khofifah dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).
Ia menjelaskan pohon yang tumbuh dan terawat tidak hanya menghasilkan oksigen, tetapi juga menyerap karbon dioksida dan menyimpan karbon dalam biomassa. Karena itu, penanaman pohon dinilai menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan cadangan karbon sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.
Khofifah menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Persetujuan Paris yang telah diratifikasi pada 2016. Di Jawa Timur, upaya pelestarian lingkungan juga menjadi bagian dari program “Jatim Lestari” dalam Nawa Bhakti Satya.
Menurut Khofifah, keterlibatan santri dalam penanaman pohon penting untuk membangun kebiasaan menjaga lingkungan. Kepedulian terhadap alam, kata dia, tidak cukup hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan.
“Anak-anak santri ini kita ajak untuk mencintai lingkungan dengan cara yang sederhana, yaitu menanam. Jangan sampai cinta lingkungan hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus menjadi kebiasaan. Hari ini mereka menanam, kemudian merawatnya, dan mudah-mudahan kebiasaan itu mereka bawa kembali ke pesantren dan lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi para santri mengenai pentingnya kesabaran dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan.
“Kalau mereka menanam sendiri, mereka akan melihat pohonnya tumbuh. Dari situ anak-anak belajar bahwa menjaga alam itu membutuhkan kesabaran dan tanggung jawab. Kita sedang menanam kesadaran bahwa lingkungan yang baik itu harus kita jaga bersama,” katanya.
Khofifah juga mengingatkan bahwa manfaat pohon yang ditanam saat ini dapat dirasakan dalam jangka panjang, termasuk oleh generasi mendatang.
“Pohonnya kita tanam sekarang, yang menikmati nanti bukan hanya kita, tetapi juga generasi berikutnya. Ini yang ingin kita tanamkan kepada anak-anak santri,” tuturnya.
Sebanyak 1.000 pohon yang ditanam terdiri dari 300 pohon mangga, 300 pohon pule, 300 pohon tabebuya, dan 100 pohon maja.
Rencana penanaman sebelumnya dikoordinasikan dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Koordinasi dilakukan untuk menyesuaikan jenis pohon dan lokasi penanaman dengan kondisi lahan pesantren.
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah secara simbolis menanam pohon maja. Sementara penentuan titik penanaman masing-masing jenis pohon diserahkan kepada pengasuh Pondok Pesantren Wisata An-Nur 2 Al-Murtadlo dengan mempertimbangkan kondisi lahan.
“Topografi tanahnya cocok untuk itu. Maka kita koordinasikan, kemudian hari ini kita menanam 1.000 pohon. Ada pule, mangga, maja, dan tabebuya,” ujarnya.
Penanaman pohon tersebut turut diikuti Mahrus dari Direktorat Jenderal Pesantren, Rio Ashadi dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar, Bupati Malang M. Sanusi, serta jajaran Forkopimda Jawa Timur dan Kabupaten Malang.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat