Surabaya – PW GP Ansor Jawa Timur melepas kadernya, Mohammad Zikky, yang mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di Tianjin University, Tiongkok. Zikky berangkat melalui program ASEAN-China Young Leaders Scholarship (ACYLS).
Pelepasan Zikky dilakukan Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Musaffa Safril di Kantor PW GP Ansor Jawa Timur, Kamis (1/10/2026). Acara tersebut turut dihadiri Ketua Bidang Pendidikan dan Pengembangan SDM PW GP Ansor Jatim Abdulloh Hamid serta jajaran pengurus.
Zikky akan menempuh pendidikan di College of Intelligence and Computing, Program Studi Computer Science and Technology, Tianjin University.
Tianjin University merupakan salah satu perguruan tinggi bersejarah di Tiongkok yang berdiri sejak 1895. Kampus tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan pendidikan tinggi modern di Tiongkok.
Musaffa mengatakan keberangkatan Zikky bukan hanya menjadi pencapaian akademik pribadi, tetapi juga bagian dari upaya PW GP Ansor Jatim memperluas akses pendidikan internasional bagi kader muda.
“Kami ingin kader Ansor Jawa Timur tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga kuat secara akademik dan profesional. Mereka harus punya keberanian untuk masuk ke ruang-ruang global,” kata Musaffa dalam keterangannya, Jumat (2/10/2026).
Menurut Musaffa, perkembangan dunia yang semakin cepat membutuhkan kader dengan kompetensi yang lebih luas. Penguasaan teknologi, bahasa, pengetahuan global, serta kemampuan membangun jejaring internasional dinilai penting dalam pengembangan sumber daya manusia.
“Ansor harus mampu melahirkan kader yang berakar kuat pada nilai keislaman dan kebangsaan, tetapi memiliki wawasan dan kompetensi global,” ujarnya.
### Pendidikan Jadi Bagian dari Diplomasi
Kesempatan studi yang diperoleh Zikky berasal dari program ACYLS. Program tersebut didapat dengan rekomendasi PW GP Ansor Jatim serta dukungan kerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya.
Musaffa menyebut kerja sama tersebut menunjukkan hubungan Indonesia dan Tiongkok dapat dibangun melalui pendidikan dan interaksi generasi muda, selain melalui hubungan antarpemerintah.
“Diplomasi tidak selalu harus berlangsung di ruang-ruang formal. Pendidikan juga merupakan ruang diplomasi. Ketika anak muda Indonesia belajar di Tiongkok, terjadi pertukaran pengetahuan, pengalaman, budaya, dan cara pandang,” jelasnya.
PW GP Ansor Jatim berharap kerja sama dengan Konjen RRT di Surabaya dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak kader memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri.
“Kami berharap ke depan semakin banyak kuota beasiswa yang dapat diberikan kepada kader Ansor Jawa Timur. Zikky jangan menjadi yang terakhir. Kami ingin semakin banyak kader mendapatkan kesempatan belajar di kampus-kampus terbaik di luar negeri,” tegas Musaffa.
Sementara itu, Abdulloh Hamid mengatakan organisasi memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi mengenai kesempatan pendidikan dapat diakses oleh para kader.
“Organisasi harus menjadi jembatan antara kader dan kesempatan. Informasi beasiswa harus sampai ke bawah, kader harus disiapkan, dan mereka harus berani mengambil kesempatan,” ujar Abdulloh.
Dia berharap semakin banyak kader Ansor Jatim mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri melalui berbagai program beasiswa pemerintah, perguruan tinggi, maupun kerja sama internasional.
Bagi Mohammad Zikky, kesempatan belajar di Tianjin University menjadi amanah sekaligus tantangan untuk membawa nama baik organisasi dan Indonesia di lingkungan akademik internasional.
PW GP Ansor Jatim berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh Zikky selama menempuh pendidikan di Tiongkok nantinya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan organisasi, masyarakat, dan bangsa.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat