Bandung – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menyampaikan dua pesan kepada para lulusan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung. Ia meminta para lulusan menjadikan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan sebagai bekal untuk berkarya dan mengabdi kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Adhy saat menghadiri Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Magister dan Sarjana Terapan Poltekesos Bandung Tahun 2026 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Institut Teknologi Bandung, Senin (28/9/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial RI.
Adhy yang juga menjabat Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial–Politeknik Kesejahteraan Sosial (IKA STKS–Poltekesos) periode 2026–2030 mengatakan, kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi awal pengabdian untuk menjawab berbagai persoalan kesejahteraan sosial.
“Pertama, jangan hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi temukan ruang untuk berkarya dan mengabdi. Kedua, keberhasilan pribadi hendaknya berjalan seiring dengan kemampuan membantu orang lain bangkit dan meraih keberhasilan,” ujar Adhy.
Ia menekankan pentingnya prinsip *to help people, to help themselves* atau membantu orang lain agar mampu menolong dirinya sendiri. Menurutnya, nilai tersebut harus menjadi landasan dalam setiap karya dan pengabdian para lulusan.
“Itulah kenapa konsep *to help people, to help themselves*, yaitu membantu orang lain agar mampu menolong dirinya sendiri. Nilai inilah yang harus hidup dalam setiap karya dan pengabdian Anda semua,” katanya.
Adhy mengatakan, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui pendampingan yang mampu menumbuhkan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Dengan begitu, kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat memberikan manfaat nyata dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan dan meningkatkan kualitas hidup.
Dalam mendukung pengabdian para lulusan, Adhy menegaskan IKA STKS–Poltekesos merupakan rumah bersama bagi para alumni untuk membangun jejaring, berbagi pengalaman, sekaligus membuka peluang kolaborasi.
Menurutnya, para alumni telah menunjukkan kontribusi dalam berbagai bidang dan layanan pekerjaan sosial. Pengabdian tersebut dilakukan di kementerian dan lembaga, sektor swasta, hingga organisasi sosial, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Oleh karenanya, saya berharap Saudara mampu melanjutkan jejak itu dengan gagasan segar, keberanian, dan karya nyata,” tegasnya.
Adhy menambahkan, IKA STKS–Poltekesos juga telah menyiapkan sejumlah program untuk mendukung peningkatan kapasitas dan profesionalitas para pekerja sosial.
“Kami sudah memiliki beberapa program seperti sertifikasi pekerja sosial, program RPL untuk pekerja sosial, serta memperluas riset dan penyusunan jurnal,” tambah Adhy.
Ia juga berpesan kepada para wisudawan agar senantiasa menjaga nama baik almamater di mana pun perjalanan karier mereka berlangsung.
“Terbanglah setinggi mungkin, tetapi jangan pernah lupa rumah tempat kita ditempa, yaitu Kampus Biru Dago 367. Kampus yang penuh kebanggaan, harapan, dan kenangan,” ujarnya.
Adhy juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen dan seluruh civitas akademika Poltekesos Bandung yang telah berperan dalam mencetak pekerja sosial yang profesional.
“Selamat wisuda, selamat memasuki babak baru. Jadilah insan pekerja sosial yang profesional, berintegritas, humanis, dan senantiasa bekerja dengan hati,” pungkasnya.
Sementara itu, Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf mengatakan, kontribusi nyata para lulusan Poltekesos sangat dibutuhkan untuk memperkuat pembangunan kesejahteraan sosial.
“Jangan hanya mencari pekerjaan, tapi bantulah memperbaiki kesejahteraan sosial. Perbaiki data agar bantuan sosial tepat sasaran dan ikutlah terlibat dalam memutus rantai kemiskinan melalui penyelenggaraan sekolah rakyat,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat