Batu – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka trial opening Mega Science Center dan Budaya besutan Jawa Timur Park (JTP) Group di Kota Batu. Wahana edukasi ini mengusung pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dengan dukungan teknologi modern dan kecerdasan buatan (AI).
Khofifah membuka trial opening tersebut pada Rabu (16/9/2026). Ia menilai kehadiran pusat sains dan budaya tersebut menjadi angin segar bagi pengembangan pembelajaran STEM di Jawa Timur.
“Hari ini saya rasa ada angin segar bagaimana STEM ini disajikan dengan suasana yang gembira dan anak-anak pasti akan sangat menikmati. Sehingga harapannya STEM kita ini akan punya referensi bagaimana menyajikan dalam bentuk bermain, learning by doing,” kata Khofifah dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).
Menurut Khofifah, Mega Science Center juga memanfaatkan teknologi AI dan ekosistem digital yang terintegrasi.
“Apalagi juga digunakan teknologi AI yang canggih. Saya rasa digital IT disiapkan dengan ekosistem yang sangat baik,” ujarnya.
Khofifah memberikan apresiasi kepada JTP Group atas inisiatif membangun pusat sains dan budaya berskala besar tersebut. Menurutnya, fasilitas itu dapat menjadi ruang pembelajaran alternatif bagi sekolah-sekolah di Jawa Timur.
“Suasana yang di mana anak-anak bisa sambil belajar. Ini adalah ruang belajar luar biasa yang tidak mudah dan tidak murah kalau harus disiapkan oleh unit sekolah,” tuturnya.
Ia pun mengajak guru dan orang tua mengenalkan STEM kepada anak sejak usia dini melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.
“Saya rasa dari anak-anak TK sudah bisa dikenalkan ke sini, supaya harapannya mereka memiliki kecintaan terhadap STEM sejak dini,” lanjut Khofifah.
Khofifah mengatakan Mega Science Center tidak hanya menjadi sarana pembelajaran berbasis teknologi. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu berjalan beriringan dengan pengenalan budaya dan nilai-nilai lokal.
Ia menilai perpaduan teknologi dan budaya dapat memperkuat pembentukan karakter sekaligus identitas kebangsaan.
“Mega Science Center ini akan menjadi bagian dari penguat sisi keilmuan, sisi wisata dan sisi membangun identitas karakter,” kata Khofifah.
Khofifah juga menyinggung pengalamannya mengunjungi sejumlah museum internasional. Menurutnya, museum dapat menjadi sarana untuk memahami perjalanan dan peradaban suatu bangsa.
“Dengan pemandu yang luar biasa akan memberikan daya tarik yang luar biasa juga kepada seluruh pengunjung. Jadi yang sedang dilakukan oleh Jatim Park Group adalah sisi bangunan karakter, ada sisi peradaban selain dari science center,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi sejumlah prototipe tokoh yang pernah dilihatnya di kawasan Jatim Park. Khofifah menilai karya tersebut menunjukkan potensi kreativitas masyarakat Malang dan Batu.
“Ini artinya kekayaan intelektual dan kekayaan budaya hingga kreativitas anak-anak Malang dan Batu ini sungguh luar biasa,” puji Khofifah.
Lebih lanjut, Khofifah mengaitkan pembangunan Mega Science Center dengan perubahan pusat peradaban dunia. Ia mengutip pandangan pakar internasional Kishore Mahbubani mengenai pergeseran pusat peradaban dunia menuju Asia.
Menurut Khofifah, Indonesia, khususnya kawasan ASEAN, memiliki peluang untuk mengambil peran dalam perubahan tersebut.
“Ini akan menjadi bagian dari penguat ekosistem agar kita siap dalam mengambil peran menangkap proses pergerakan dari peradaban dunia. Rasanya peradaban dunia bisa kita bawa ke Indonesia dan Jawa Timur siap untuk menjadi bagian untuk menjadi sentra dari peradaban dunia yang bergerak,” pungkasnya.
Mega Science Center dan Budaya dikembangkan di atas lahan sekitar 3 hektare di kawasan Jatim Park 1. Destinasi tersebut dilengkapi sekitar 600 alat peraga dan lebih dari 1.000 artefak.
Materi yang ditampilkan mencakup fisika, biologi, matematika, kimia, teknologi, robotik hingga budaya.
Destinasi ini dirancang sebagai ruang pembelajaran berbasis pengalaman. Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan berbagai fenomena ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, serta sejarah dan budaya Indonesia.
Sejumlah zona pembelajaran juga disiapkan, antara lain Zona Islam, Zona Budaya, Zona Antariksa, Zona Fisika, Zona Bencana Alam, serta Zona Robotic AI.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat