Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, 4 Bandara Ditutup Sementara

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Senin, 7 September 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, 4 Bandara Ditutup Sementara. (Dok. Istimewa)

Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, 4 Bandara Ditutup Sementara. (Dok. Istimewa)

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperketat pemantauan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) selama 24 jam. Pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi dampak erupsi terhadap kondisi atmosfer, keselamatan penerbangan, hingga perairan di sekitar Selat Sunda.

Berdasarkan analisis citra satelit pada Minggu (6/9/2026) pukul 08.00 WIB, BMKG mendeteksi dua klaster sebaran abu vulkanik. Sebaran tersebut meliputi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan, Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta Tangerang telah menerbitkan Significant Meteorological Information (SIGMET) sesaat setelah erupsi awal terjadi pada 4 September 2026 pukul 23.23 WIB. Menurutnya, SIGMET merupakan peringatan dini terkait kondisi cuaca yang berpotensi membahayakan penerbangan.

“Pembaharuan SIGMET terkini mencatat sebaran debu bergerak hingga ketinggian 20.000 kaki ke arah timur serta ketinggian 50.000 kaki ke arah barat,” kata Andri dikutip dari laman resmi BMKG, Senin (7/9/2026).

“Hingga kini, BMKG telah menerbitkan 18 SIGMET secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung keselamatan navigasi udara di tengah dinamika sebaran abu vulkanik GAK,” tambahnya.

Andri menjelaskan, abu vulkanik pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut hingga selatan. Sebaran ini mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.

“Sedangkan abu vulkanik pada ketinggian hingga 50.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Wilayah yang terdampak meliputi Banten, Lampung, Bengkulu, bagian selatan Selat Sunda, hingga Samudra Hindia,” jelasnya. 

Dampak sebaran abu vulkanik juga berpengaruh terhadap operasional penerbangan. Berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan Perum LPPNPI atau AirNav Indonesia pada 6 September 2026, terdapat penutupan sementara sejumlah bandar udara.

BACA JUGA  Presiden Prabowo Bahas Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN, 290 Perusahaan Ditutup

“Bandara yang terdampak antara lain Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II, dan Bandara Budiarto. Waktu penutupan masing-masing bandara berbeda dan dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik serta informasi keselamatan penerbangan,” ujar Andri. 

Lebih lanjut, Andri mengungkapkan bahwa penutupan sementara tersebut merupakan keputusan bersama pemangku kepentingan penerbangan nasional. Otoritas, kata dia, bandar Udara melakukan koordinasi dengan BMKG, AirNav Indonesia, pengelola bandara, Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU), InJourney, otoritas setempat, hingga TNI.

“Kami terus koordinasi antara lintas sektor itu dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas dalam setiap kebijakan darurat,” ungkapnya.

AirNav Indonesia juga menerbitkan NOTAM untuk menyampaikan perubahan kondisi operasional maupun potensi bahaya penerbangan secara cepat kepada para pemangku kepentingan.

“Penerbitan NOTAM tersebut melengkapi informasi Volcanic Ash Advisory dan SIGMET yang dikeluarkan BMKG secara berkala. Dengan demikian, perubahan kondisi ruang udara dapat direspons secara terukur dan terkoordinasi,” imbuh Andri.

Sementara itu, Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, pemantauan terhadap kondisi laut di sekitar Selat Sunda masih terus dilakukan.

Hingga pukul 07.00 WIB, BMKG memantau 20 sensor tsunami gauge di sekitar Selat Sunda. Hasilnya, belum ditemukan adanya anomali muka air laut.

Analisis menggunakan teknologi High-Frequency (HF) Radar Array yang ditempatkan di Carita dan Tanjung Lesung juga menunjukkan probabilitas tsunami berada pada level rendah, yakni di bawah 40 persen.

“BMKG merekam adanya fenomena sekunder berupa gangguan geomagnetik dan petir vulkanik,” ujar Ardhasena.

Sensor di Lampung Selatan dan Serang mencatat gangguan geomagnetik yang sejalan dengan peningkatan sambaran petir vulkanik dalam 12 jam terakhir. Namun, intensitas gangguan tersebut disebut tidak sebesar saat letusan awal.

BACA JUGA  Maulidurrasul dan Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Dorong Perempuan Jadi Penggerak Perdamaian

BMKG terus mengoptimalkan kesiapsiagaan nasional melalui pemantauan terpadu berbasis berbagai instrumen selama 24 jam. Data dari berbagai perangkat tersebut dianalisis bersama informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi.

Langkah tersebut ditujukan untuk menghasilkan informasi yang cepat dan akurat sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi dalam pengambilan keputusan. Khususnya, terkait keselamatan penerbangan serta aktivitas masyarakat di wilayah pesisir Selat Sunda.

BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal dan beraktivitas di sepanjang pesisir Selat Sunda, untuk meningkatkan kewaspadaan namun tetap tenang. 

Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Informasi terbaru terkait perkembangan erupsi GAK dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, Badan Geologi/PVMBG, serta instansi pemerintah berwenang di daerah.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Khofifah Ajak IKA UNAIR Kaltara Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Maulidurrasul dan Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Dorong Perempuan Jadi Penggerak Perdamaian
8 Bandara Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini Daftarnya
Bertemu Dubes AS untuk ASEAN, Presiden Prabowo Dorong Kerja Sama dan Stabilitas Kawasan
Presiden Prabowo Bahas Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN, 290 Perusahaan Ditutup
BGN Targetkan 72,4 Juta Penerima MBG pada 2027, Anggaran Rp373,3 Miliar Disiapkan
BGN Suspend Berat SPPG Talangagung Kalitengah Sidoarjo dan Copot Kepala Dapur
Wagub Emil Dorong Transformasi Ekonomi Hijau Ciptakan Lapangan Kerja Inklusif
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:42 WIB

Khofifah Ajak IKA UNAIR Kaltara Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Rabu, 9 September 2026 - 21:36 WIB

Maulidurrasul dan Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Dorong Perempuan Jadi Penggerak Perdamaian

Senin, 7 September 2026 - 16:26 WIB

8 Bandara Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini Daftarnya

Senin, 7 September 2026 - 11:58 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, 4 Bandara Ditutup Sementara

Minggu, 6 September 2026 - 04:18 WIB

Bertemu Dubes AS untuk ASEAN, Presiden Prabowo Dorong Kerja Sama dan Stabilitas Kawasan

Berita Terbaru

WhatsApp