Agus Cah DPRD Jatim Dukung ASN Bekerja Dekat Domisili, Sebut Produktivitas dan Ketahanan Keluarga Meningkat

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur Agus Cahyono. (Dok. Istimewa)

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur Agus Cahyono. (Dok. Istimewa)

Surabaya – Wakil Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur Agus Cahyono mendukung kebijakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang menguji coba penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) berdasarkan domisili atau dekat dengan keluarga. Menurutnya, kebijakan itu akan meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.

Agus Cah mengatakan usulan agar ASN bekerja lebih dekat dengan tempat tinggal sebenarnya sudah lama ia sampaikan saat audiensi dengan BKN. Menurutnya, penempatan ASN sesuai domisili akan memberi manfaat bagi pegawai maupun kualitas pelayanan publik.

“Kami sangat mendukung kebijakan ini. Saat audiensi dengan BKN, kami juga pernah mengusulkan agar penempatan ASN, baik PNS maupun PPPK, lebih dekat dengan domisilinya,” kata Agus Cah, Jumat (24/7/2026).

Politikus PKS itu menilai bekerja dekat dengan rumah dapat mengurangi beban ekonomi ASN. Pengeluaran untuk transportasi, sewa rumah, hingga biaya hidup di daerah penugasan bisa ditekan.

“Kalau ASN bekerja dekat dengan rumah, tentu lebih efisien. Biaya transportasi berkurang, tidak perlu kos atau kontrak, dan yang paling penting mereka bisa lebih dekat dengan keluarga,” ujarnya.

Menurut Agus Cah, kedekatan dengan keluarga juga berdampak pada kondisi psikologis pegawai. Dengan demikian, semangat kerja meningkat dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal.

Meski begitu, Agus Cah menilai kebijakan tersebut harus diikuti dengan penyesuaian regulasi yang selama ini menjadi dasar pengangkatan ASN.

“Kebijakan ini harus didukung aturan baru, termasuk merevisi regulasi yang masih mencantumkan klausul ‘siap ditempatkan di mana saja’. Regulasi harus menyesuaikan arah kebijakan baru ini,” tegasnya.

Ia juga berharap skema penempatan berdasarkan domisili mulai diterapkan pada rekrutmen ASN mendatang, sehingga sejak awal penempatan CPNS maupun PPPK sudah mempertimbangkan lokasi tempat tinggal.

BACA JUGA  Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Selain itu, Agus Cah mendorong pemerintah menata ASN yang saat ini bertugas di luar daerah asal melalui mekanisme mutasi secara bertahap.

“Untuk ASN yang sudah bertugas saat ini, pelan-pelan dilakukan mutasi sesuai domisilinya. Tentu tetap mempertimbangkan kebutuhan organisasi dan kompetensi masing-masing pegawai agar pelayanan publik tetap berjalan optimal,” jelasnya.

Agus Cah menilai kebijakan tersebut mampu menciptakan keseimbangan antara kebutuhan organisasi dan kesejahteraan ASN.

“Dengan ASN yang lebih dekat dengan keluarga, semangat kerja diharapkan meningkat, kesejahteraan pegawai lebih baik, dan pelayanan kepada masyarakat juga semakin optimal,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp