Surabaya – Wakil Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur Agus Cahyono mendukung kebijakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang menguji coba penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) berdasarkan domisili atau dekat dengan keluarga. Menurutnya, kebijakan itu akan meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.
Agus Cah mengatakan usulan agar ASN bekerja lebih dekat dengan tempat tinggal sebenarnya sudah lama ia sampaikan saat audiensi dengan BKN. Menurutnya, penempatan ASN sesuai domisili akan memberi manfaat bagi pegawai maupun kualitas pelayanan publik.
“Kami sangat mendukung kebijakan ini. Saat audiensi dengan BKN, kami juga pernah mengusulkan agar penempatan ASN, baik PNS maupun PPPK, lebih dekat dengan domisilinya,” kata Agus Cah, Jumat (24/7/2026).
Politikus PKS itu menilai bekerja dekat dengan rumah dapat mengurangi beban ekonomi ASN. Pengeluaran untuk transportasi, sewa rumah, hingga biaya hidup di daerah penugasan bisa ditekan.
“Kalau ASN bekerja dekat dengan rumah, tentu lebih efisien. Biaya transportasi berkurang, tidak perlu kos atau kontrak, dan yang paling penting mereka bisa lebih dekat dengan keluarga,” ujarnya.
Menurut Agus Cah, kedekatan dengan keluarga juga berdampak pada kondisi psikologis pegawai. Dengan demikian, semangat kerja meningkat dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal.
Meski begitu, Agus Cah menilai kebijakan tersebut harus diikuti dengan penyesuaian regulasi yang selama ini menjadi dasar pengangkatan ASN.
“Kebijakan ini harus didukung aturan baru, termasuk merevisi regulasi yang masih mencantumkan klausul ‘siap ditempatkan di mana saja’. Regulasi harus menyesuaikan arah kebijakan baru ini,” tegasnya.
Ia juga berharap skema penempatan berdasarkan domisili mulai diterapkan pada rekrutmen ASN mendatang, sehingga sejak awal penempatan CPNS maupun PPPK sudah mempertimbangkan lokasi tempat tinggal.
Selain itu, Agus Cah mendorong pemerintah menata ASN yang saat ini bertugas di luar daerah asal melalui mekanisme mutasi secara bertahap.
“Untuk ASN yang sudah bertugas saat ini, pelan-pelan dilakukan mutasi sesuai domisilinya. Tentu tetap mempertimbangkan kebutuhan organisasi dan kompetensi masing-masing pegawai agar pelayanan publik tetap berjalan optimal,” jelasnya.
Agus Cah menilai kebijakan tersebut mampu menciptakan keseimbangan antara kebutuhan organisasi dan kesejahteraan ASN.
“Dengan ASN yang lebih dekat dengan keluarga, semangat kerja diharapkan meningkat, kesejahteraan pegawai lebih baik, dan pelayanan kepada masyarakat juga semakin optimal,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : -
