Penyandang Disabilitas Bisa Naik Gratis Semua Koridor Trans Jatim, Khofifah Resmikan Koridor II Malang Raya

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Minggu, 1 November 2026 - 00:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan operasional Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya. (dok. Humas Pemprov)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan operasional Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya. (dok. Humas Pemprov)

Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan operasional Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya yang menghubungkan Kabupaten Malang dengan Kota Malang. Koridor baru ini melayani rute sepanjang 36 kilometer dengan 15 armada bus dan 56 titik pemberhentian.

Peresmian berlangsung di halaman Kantor Bupati Malang, Jumat (30/10/2026). Hadir dalam acara tersebut Bupati Malang Sanusi, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto.

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene dan pemecahan kendi. Khofifah kemudian memberangkatkan armada Trans Jatim Koridor II untuk mulai melayani masyarakat.

” Dengan memohon ridho dan berkah Allah SWT, marilah kita bersama-sama melepas pemberangkatan Trans Jatim Malang. Semoga aman, manfaat, barokah,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).

Trans Jatim Koridor II Malang Raya melayani rute Terminal Talangagung, Kepanjen, Kabupaten Malang, menuju Gondanglegi, Bululawang, Terminal Tipe B Hamid Rusdi, hingga Terminal Madyopuro, Kota Malang. Perjalanan sepanjang 36 kilometer tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar 1,5 jam.

Sebanyak 15 armada disiapkan untuk melayani rute tersebut dengan 56 titik pemberhentian yang terdiri dari shelter dan rambu bus stop.

Koridor II melengkapi Koridor I Malang Raya yang telah beroperasi sejak November 2025 dengan rute Terminal Hamid Rusdi-Terminal Landungsari-Terminal Batu. Kedua koridor ini terintegrasi sehingga penumpang bisa berpindah koridor tanpa membayar tarif tambahan, selama waktu perpindahan tidak lebih dari dua jam.

Untuk tarif reguler, penumpang umum dikenakan biaya Rp 5.000. Sementara mahasiswa, pelajar, dan santri dikenakan tarif Rp 2.500.

Khusus Koridor II Malang Raya, Pemprov Jatim memberikan layanan gratis selama sepekan, mulai 30 Oktober hingga 5 November 2026, sebagai bagian dari sosialisasi kepada masyarakat.

“Kalau untuk mahasiswa, santri, dan pelajar ini tarifnya Rp 2.500 dan untuk yang lain Rp 5.000. Ini terkoneksi antara Koridor I dan II. Dalam satu tiket, asal tidak lebih dari dua jam, mereka bisa melakukan perjalanan dengan keterhubungan dari Koridor I ke Koridor II tanpa membayar transfer,” jelas Khofifah.

Selain itu, Khofifah juga menetapkan kebijakan tarif gratis bagi penyandang disabilitas di seluruh koridor Trans Jatim. Kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada 30 Oktober 2026 untuk wilayah Gerbangkertasusila dan 31 Oktober 2026 untuk Malang Raya.

Menurut Khofifah, kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemprov Jatim dalam menyediakan transportasi publik yang inklusif dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA  Senator Lia Istifhama Hadiri HUT GAS Pemuda, Pantun Jenakanya Bikin Suasana Makin Meriah

Ia berharap kebijakan transportasi gratis bagi penyandang disabilitas dapat terus dilanjutkan oleh gubernur berikutnya.

“Insyaallah selamanya gratis. Saya berharap siapa pun gubernur Jawa Timur berikutnya tetap melanjutkan kebijakan ini,” katanya.

Untuk memperkuat layanan transportasi di wilayah Malang Selatan, Pemprov Jatim juga menghadirkan enam unit bus antarkota dalam provinsi (AKDP). Bus tersebut melayani rute Terminal Arjosari Malang-Terminal Hamid Rusdi-Kepanjen-Ngliyep-Balekambang-Sendang Biru.

Rute tersebut masih akan dievaluasi agar sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.

Dari sisi fasilitas, Trans Jatim Koridor II dilengkapi CCTV, running text, videotron, serta sistem pemantauan armada secara langsung melalui ruang monitoring Dinas Perhubungan Jawa Timur.

Pemprov Jatim juga menerapkan Traffic Priority System berbasis Intelligent Transportation System (ITS) di Simpang Tiga Dinoyo. Sistem ini memberikan prioritas kepada bus Trans Jatim agar perjalanan lebih efisien.

Kemudahan pembayaran juga disediakan melalui sistem nontunai. Penumpang dapat membayar menggunakan QRIS dari Bank Jatim, seluruh bank Himbara, maupun dompet digital OVO.

Masyarakat juga dapat mengakses informasi layanan melalui aplikasi Trans Jatim Ajaib yang telah diunduh lebih dari 100 ribu pengguna.

Tidak hanya melayani angkutan penumpang, Trans Jatim juga mengembangkan layanan pengiriman barang melalui fitur Trans Jatim Ekspedisi (TRADISI) dengan metode pool to point. Layanan ini bekerja sama dengan PT Satria Antaran Prima (SAP) dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE).

Pengiriman paket dapat dipantau melalui aplikasi Trans Jatim Ajaib. Paket yang dikirim juga mendapatkan perlindungan asuransi dari PT Jasaraharja Putera.

Layanan ekspedisi tersebut telah menjalin kerja sama dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tujuh kabupaten/kota yang dilalui Trans Jatim. Kerja sama ini diharapkan dapat membantu distribusi produk sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Khofifah mengatakan pengembangan transportasi publik menjadi salah satu upaya menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, terutama di kawasan Malang Raya yang menjadi pusat pendidikan, ekonomi, perdagangan, dan pariwisata di Jawa Timur.

Menurutnya, transportasi publik memiliki peran penting dalam menghubungkan masyarakat dengan berbagai pusat aktivitas, mulai dari pendidikan, pekerjaan, pelayanan publik hingga kegiatan ekonomi.

“Dengan semakin terintegrasinya layanan transportasi publik, kita berharap masyarakat semakin mudah mengakses berbagai pusat aktivitas. Pada saat yang sama, penggunaan kendaraan pribadi bisa berkurang sehingga kemacetan dan risiko kecelakaan lalu lintas juga dapat ditekan,” katanya.

BACA JUGA  Humble dan Merakyat, Gaya Ning Lia Menyapa Pedagang Lewat Modun Ngisor

Berdasarkan hasil kajian yang menjadi bahan pengembangan layanan, Trans Jatim berpotensi memberikan penghematan sebesar Rp 117,6 miliar per tahun. Selain itu, terdapat potensi peningkatan ekonomi sebesar Rp 1,2 miliar serta manfaat keselamatan dan lingkungan sebesar Rp 14 miliar.

Penggunaan Trans Jatim juga diperkirakan dapat menghemat biaya transportasi keluarga hingga sekitar 76% dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.

Khofifah menyebut jumlah penumpang Trans Jatim mengalami peningkatan dari 5,9 juta orang pada 2025 menjadi 7,6 juta orang pada 2026. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi umum.

Saat ini, layanan Trans Jatim didukung 166 armada bus yang terdiri dari 152 bus reguler dan 14 bus luxury.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin membutuhkan transportasi publik yang aman, nyaman, terjangkau, dan terintegrasi. Karena itu, kualitas layanan harus terus kita jaga, baik dari sisi keselamatan, kebersihan, maupun kenyamanan penumpang,” ujarnya.

Untuk memastikan keamanan perjalanan, Khofifah juga meminta Badan Narkotika Nasional (BNN), khususnya BNN Kabupaten Malang, melakukan sampling di sejumlah titik.

Menurutnya, pengawasan tersebut penting untuk memastikan penyelenggaraan transportasi publik berjalan aman bagi seluruh penumpang.

“Kalau BNN sering melakukan sampling di berbagai titik, itu menjadi sangat penting. Sebab, keamanan penumpang juga sangat ditentukan oleh bagaimana proses penyelenggaraan transportasi publik bisa kita laksanakan dengan baik,” katanya.

Khofifah turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten/kota, DPRD Jawa Timur, serta seluruh mitra yang telah mendukung pengembangan layanan Trans Jatim.

Ia berharap kehadiran Koridor II Malang Raya dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat.

Sementara itu, Bupati Malang Sanusi mengapresiasi Pemprov Jatim atas pengoperasian Trans Jatim Koridor II Malang Raya.

Menurut Sanusi, kehadiran koridor baru tersebut memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat karena melintasi sejumlah fasilitas pelayanan publik, termasuk rumah sakit dan kawasan pendidikan.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ibu Gubernur atas hadirnya layanan Trans Jatim Koridor II ini. Alhamdulillah, lintasannya melewati banyak fasilitas pelayanan publik, termasuk rumah sakit dan kawasan pendidikan,” ujar Sanusi.

Ia berharap layanan tersebut dapat semakin memudahkan mobilitas masyarakat, khususnya mahasiswa dan pelajar, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga Kabupaten Malang.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anas Toha Kembali Nahkodai IKBAL TABAH 2026-2031, Siap Perkuat Soliditas Alumni
Tiap Peserta Wajib Menulis 12 Pantun, Karya Terbaik Bakal Dibukukan dalam Antologi Kearifan Lokal
Sempat Dibongkar, Eks Lokalisasi Krengseng Sidoarjo Kembali Jadi Lokasi Prostitusi
Ning Lia Jadi Inspirasi Mahasiswa Untag, Bagikan Pengalaman Politik hingga Pengabdian
Humble dan Merakyat, Gaya Ning Lia Menyapa Pedagang Lewat Modun Ngisor
Hidupkan Semangat Nahdlatut Tujjar Mbah Wahab, Gus Heri Bangun Ekonomi Umat
Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98 di Pamekasan, Gubernur Khofifah Ajak Pemuda Jatim Berkarakter Patriotik
Senator Lia Istifhama Kenalkan Filosofi Perempuan, Dorong Kader Fatayat NU Pragaan Melek Politik
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 00:41 WIB

Penyandang Disabilitas Bisa Naik Gratis Semua Koridor Trans Jatim, Khofifah Resmikan Koridor II Malang Raya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Anas Toha Kembali Nahkodai IKBAL TABAH 2026-2031, Siap Perkuat Soliditas Alumni

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Tiap Peserta Wajib Menulis 12 Pantun, Karya Terbaik Bakal Dibukukan dalam Antologi Kearifan Lokal

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:23 WIB

Sempat Dibongkar, Eks Lokalisasi Krengseng Sidoarjo Kembali Jadi Lokasi Prostitusi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Ning Lia Jadi Inspirasi Mahasiswa Untag, Bagikan Pengalaman Politik hingga Pengabdian

Berita Terbaru

WhatsApp