Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98 di Pamekasan, Gubernur Khofifah Ajak Pemuda Jatim Berkarakter Patriotik

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di halaman Bakorwil Pamekasan. (Dok. Humas Pemprov)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di halaman Bakorwil Pamekasan. (Dok. Humas Pemprov)

Pamekasan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak generasi muda memperkuat persatuan, mengembangkan kemampuan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Pesan itu disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di halaman Bakorwil Pamekasan, Rabu (28/10/2026).

Khofifah mengatakan, generasi muda perlu mengamalkan nilai patriotisme, kegigihan, dan empati dalam menghadapi tantangan pembangunan. Ketiga nilai tersebut sejalan dengan tema Hari Sumpah Pemuda 2026, yakni Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia.

Menurutnya, sikap patriotik menjadi landasan pengabdian kepada bangsa, kegigihan menjadi bekal menghadapi tantangan, sedangkan empati memastikan kemajuan yang dicapai dapat memberikan manfaat bagi sesama.

“Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 kepada seluruh pemuda Jawa Timur. Mari kita rawat cinta kepada Indonesia dengan menjaga persatuan, kita tunjukkan kegigihan melalui karya, dan kita hidupkan empati dengan peduli kepada sesama,” kata Khofifah dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).

Ia menegaskan, Indonesia membutuhkan generasi muda yang berani mengambil peran dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Khofifah juga mengingatkan kembali sejarah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Saat itu, para pemuda dari berbagai daerah, suku, agama, dan latar belakang menyatukan tekad untuk mewujudkan cita-cita bersama melalui ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan, Indonesia.

Menurutnya, semangat tersebut tetap relevan di tengah perubahan zaman. Persatuan perlu dijaga melalui sikap saling menghormati, kesediaan bekerja sama, serta tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

“Para pemuda pada 1928 telah memberikan teladan tentang keberanian menyatukan cita-cita. Tugas kita hari ini adalah meneruskan semangat itu melalui tindakan nyata. Hormati perbedaan, bangun kerja sama, dan tempatkan kepentingan bangsa sebagai landasan dalam berkarya,” ujarnya.

Khofifah mengatakan, nilai patriotisme dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti disiplin, jujur, menghormati keberagaman, dan berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.

Di era digital, semangat kebangsaan juga perlu tercermin dalam kecermatan menerima informasi dan tanggung jawab ketika menyampaikan pendapat. Ia mengajak pemuda memanfaatkan teknologi untuk memperluas pengetahuan, membangun jejaring, dan menyebarkan gagasan yang bermanfaat.

Menurutnya, kemampuan berpikir kritis harus berjalan beriringan dengan etika berkomunikasi agar ruang digital menjadi tempat yang mendukung pembelajaran dan persaudaraan.

Berdasarkan data Statistik Pemuda Jawa Timur yang bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS Maret 2025, proporsi pemuda di Jawa Timur tercatat sebesar 20,74%. Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui pendidikan, penguasaan keterampilan, penguatan karakter, dan perluasan kesempatan berkarya.

BACA JUGA  Hidupkan Semangat Nahdlatut Tujjar Mbah Wahab, Gus Heri Bangun Ekonomi Umat

Khofifah menilai, besarnya potensi pemuda harus diimbangi dengan dukungan untuk mengembangkan minat dan kemampuan. Kesempatan belajar, berorganisasi, berwirausaha, serta terlibat dalam kegiatan sosial menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang mandiri dan bertanggung jawab.

“Anak-anakku, teruslah belajar dan jangan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, asah keterampilan, serta berani mencoba hal-hal yang bermanfaat. Setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan menjadi bekal untuk tumbuh dan memberikan kontribusi,” tuturnya.

Ia berharap pemuda Jawa Timur terus mengembangkan kreativitas di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kewirausahaan, teknologi, seni dan budaya, hingga pemberdayaan masyarakat.

Selain kegigihan, Khofifah menekankan pentingnya empati dalam membangun karakter generasi muda. Kemampuan memahami keadaan orang lain dinilai dapat membantu pemuda menghasilkan gagasan dan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Empati dimulai dari kesediaan mendengar dan memahami keadaan orang lain. Hadirlah ketika ada sesama yang membutuhkan, bantu teman yang mengalami kesulitan, dan pedulilah terhadap lingkungan sekitar. Kepedulian yang diwujudkan bersama dapat membawa perubahan besar bagi masyarakat,” katanya.

Dalam pembangunan kepemudaan, Jawa Timur mencatatkan nilai Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) sebesar 62,91 pada 2024. Angka tersebut berada di atas capaian nasional sebesar 62,88.

Pada domain partisipasi dan kepemimpinan, Jawa Timur memperoleh nilai 52,04, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 48,24. Khofifah berharap capaian tersebut menjadi dorongan untuk memperluas ruang partisipasi pemuda, termasuk dalam proses pembangunan dan pengambilan keputusan di lingkungan masing-masing.

Ia mengajak pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, organisasi kepemudaan, dan komunitas memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menyampaikan gagasan, mengembangkan kemampuan, serta mengambil tanggung jawab kepemimpinan.

“Ruang bagi pemuda untuk belajar, berkarya, dan memimpin harus terus kita perluas. Berikan kesempatan kepada mereka untuk menyampaikan gagasan dan ikut mencari solusi atas persoalan di sekitarnya. Dari pengalaman itulah tumbuh keberanian, tanggung jawab, dan kepemimpinan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah turut mengenang kontribusi dua tokoh pemuda asal Pamekasan, Madura, yakni Mohammad Tabrani Soerjowitjitro dan R. Katja Sungkana dalam sejarah pergerakan pemuda dan perjuangan membangun persatuan nasional.

Menurut Khofifah, pelaksanaan upacara di Pamekasan menjadi momentum untuk mengenang peran putra daerah dalam perjalanan sejarah bangsa.

“Pamekasan, Madura, memiliki jejak kontribusi penting dalam sejarah pergerakan pemuda dan perjuangan membangun persatuan nasional. Karena itu, peringatan Hari Sumpah Pemuda di Pamekasan memiliki makna historis yang mendalam,” ungkapnya.

BACA JUGA  Tiap Peserta Wajib Menulis 12 Pantun, Karya Terbaik Bakal Dibukukan dalam Antologi Kearifan Lokal

Ia mengatakan, perjuangan kebangsaan tidak hanya dibangun oleh pemuda dari pusat-pusat pergerakan, tetapi juga melibatkan putra-putra daerah yang memiliki visi besar bagi masa depan Indonesia.

Semangat persatuan yang ditunjukkan para pemuda pada 1928, lanjut Khofifah, perlu terus diwariskan kepada generasi saat ini agar keberagaman tetap menjadi kekuatan bangsa.

Khofifah berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda dapat memperkuat semangat kebersamaan antargenerasi dalam membangun Jawa Timur dan Indonesia. Pengalaman generasi terdahulu dan kreativitas generasi muda diharapkan saling melengkapi untuk menghadirkan kemajuan yang berkelanjutan.

“Jadilah pemuda yang patriotik dalam menjaga persatuan, gigih dalam memperjuangkan cita-cita, dan berempati dalam setiap langkah pengabdian. Dari Jawa Timur, mari kita hadirkan karya terbaik untuk Indonesia. Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98,” katanya.

Dalam rangkaian upacara tersebut, Khofifah juga menyerahkan penghargaan kepada 21 penerima yang terdiri atas pemerintah daerah, inovator muda, inisiator lokal, dan mitra strategis yang berkontribusi dalam pengembangan kepemudaan di Jawa Timur.

Penghargaan tersebut terbagi dalam empat kategori, yakni enam penerima kategori Daerah Terbaik Penggerak Bakti Pemuda Jawa Timur 2026, tujuh penerima kategori Inovator Muda, tujuh penerima kategori Inisiator Lokal, dan satu penerima kategori Mitra Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Pada kategori Daerah Terbaik Penggerak Bakti Pemuda Jawa Timur 2026, penghargaan diberikan kepada enam pemerintah daerah, yaitu Pemerintah Kota Surabaya untuk bidang lingkungan, Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk bidang ekonomi, Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk bidang digital, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk bidang kesehatan, Pemerintah Kota Mojokerto untuk bidang sosial dan inklusif, dan Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk bidang seni budaya.

Sementara itu, kategori Inovator Muda diberikan kepada tujuh pemuda dari berbagai daerah di Jawa Timur. Mereka adalah Rifat Almajid Asnun dan Kania Indah Ramadhan dari Kabupaten Tuban; Fadhila Kresna Diarta dari Kota Madiun; Yaprilidio Susetio Wobowo dari Kabupaten Ponorogo; Zahira Arzatisya Maharani dan Muhammad Rizky Alfiansyah dari Kota Malang; serta Nasrullah Aziz dari Kabupaten Malang.

Pada kategori Inisiator Lokal, penghargaan diberikan kepada Ghifari Fajar Anugrah dari Kota Surabaya; Dini Wahyu Mulyasari dan Khosidah Afkarina Rachman dari Kabupaten Banyuwangi; M. Khoirul Fatikin dan Rohmatul Maulidiya dari Kabupaten Gresik; serta M. Zulfan Ilhami dan Ence Adinda dari Kota Malang.

Adapun penghargaan kategori Mitra Strategis Pemprov Jatim dalam Mendukung Pemberdayaan dan Pengembangan Kepemudaan diberikan kepada PT Pertamina Patra Niaga AFT Juanda atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan kepemudaan di Jawa Timur.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyandang Disabilitas Bisa Naik Gratis Semua Koridor Trans Jatim, Khofifah Resmikan Koridor II Malang Raya
Anas Toha Kembali Nahkodai IKBAL TABAH 2026-2031, Siap Perkuat Soliditas Alumni
Tiap Peserta Wajib Menulis 12 Pantun, Karya Terbaik Bakal Dibukukan dalam Antologi Kearifan Lokal
Sempat Dibongkar, Eks Lokalisasi Krengseng Sidoarjo Kembali Jadi Lokasi Prostitusi
Ning Lia Jadi Inspirasi Mahasiswa Untag, Bagikan Pengalaman Politik hingga Pengabdian
Humble dan Merakyat, Gaya Ning Lia Menyapa Pedagang Lewat Modun Ngisor
Hidupkan Semangat Nahdlatut Tujjar Mbah Wahab, Gus Heri Bangun Ekonomi Umat
Senator Lia Istifhama Kenalkan Filosofi Perempuan, Dorong Kader Fatayat NU Pragaan Melek Politik
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 00:41 WIB

Penyandang Disabilitas Bisa Naik Gratis Semua Koridor Trans Jatim, Khofifah Resmikan Koridor II Malang Raya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Anas Toha Kembali Nahkodai IKBAL TABAH 2026-2031, Siap Perkuat Soliditas Alumni

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Tiap Peserta Wajib Menulis 12 Pantun, Karya Terbaik Bakal Dibukukan dalam Antologi Kearifan Lokal

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:23 WIB

Sempat Dibongkar, Eks Lokalisasi Krengseng Sidoarjo Kembali Jadi Lokasi Prostitusi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Ning Lia Jadi Inspirasi Mahasiswa Untag, Bagikan Pengalaman Politik hingga Pengabdian

Berita Terbaru

WhatsApp