Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memfasilitasi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Jawa Timur untuk menembus pasar Jepang melalui kegiatan Business Matching dengan pelaku usaha Jepang di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (30/10/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi ajang kurasi produk sekaligus penjajakan kerja sama ekspor. Sebanyak 40 UKM Jawa Timur dari berbagai sektor mengikuti kegiatan ini dengan memamerkan produk unggulan masing-masing.
Produk yang dipamerkan beragam, mulai dari keripik, kerupuk, lele, mangga arum manis, sambal, bumbu pecel, bumbu dapur, petis, cabai rawit, cabai keriting, makanan beku (frozen food), hingga air mineral.
Khofifah mengatakan, kegiatan ini bertujuan mempertemukan UKM Jawa Timur dengan pelaku usaha Jepang agar produk lokal bisa disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan ketentuan yang berlaku di Negeri Sakura.
“Banyak sekali varian yang didisplay kali ini. Ada mangga arum manis, cabai, sambal, petis Madura, hingga air mineral santri dari OPOP,” kata Khofifah dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).
Dia mengajak pelaku usaha Jepang mengkurasi langsung produk-produk UKM Jawa Timur. Dengan begitu, para pelaku UKM bisa mendapatkan masukan mengenai kualitas produk, kemasan, hingga persyaratan yang harus dipenuhi untuk memasuki pasar Jepang.
Dalam kegiatan tersebut, hadir CEO Sariraya Co. Ltd. Teguh Wahyudi bersama tim yang melakukan kurasi terhadap produk-produk UKM yang dipamerkan.
“Dengan begitu, UKM-UKM kita ini akan tahu apa yang dibutuhkan di Jepang dan bagaimana produknya bisa tembus ke pasar Jepang. Pak Teguh dan timnya yang tahu produk seperti apa yang bisa masuk ke Jepang,” jelasnya.
Khofifah menilai kesempatan tersebut menjadi peluang besar bagi UKM Jawa Timur untuk naik kelas dan memperluas pasar hingga tingkat internasional. Dia berharap setiap masukan dari tim Sariraya dapat segera ditindaklanjuti oleh para pelaku usaha.
“Peluang ini dibawa oleh Sariraya Co. Ltd. Harapan saya, feedback yang diberikan Pak Teguh kepada masing-masing UKM tadi bisa segera ditindaklanjuti, sehingga ini akan menjadi jalan pembuka untuk ekspor kita ke Jepang,” ujarnya.
Khofifah optimistis produk UKM Jawa Timur mampu bersaing tidak hanya di pasar lokal dan nasional, tetapi juga internasional. Menurutnya, kesempatan tersebut harus menjadi motivasi bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas dan memenuhi standar ekspor.
“Kesempatan ini luar biasa. Ada Sariraya yang siap membantu UKM kita, OPOP kita. Hanya bagaimana kita harus bisa memenuhi standar regulasi dan persyaratan yang dibutuhkan. Insyaallah ini jalan untuk UKM-UKM kita lebih sukses,” tuturnya.
Sementara itu, CEO Sariraya Co. Ltd. Teguh Wahyudi mengatakan secara umum produk UKM Jawa Timur yang dipamerkan memiliki kualitas bagus. Namun, masih ada sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan agar produk tersebut bisa diterima di pasar Jepang.
Menurut Teguh, selain kualitas produk, ada dua hal penting yang harus diperhatikan pelaku UKM, yakni pencantuman komposisi bahan secara detail dan kemasan yang menarik.
“Untuk bisa masuk ke pasar Jepang, ada beberapa hal yang harus kita ketahui, di antaranya bagaimana caranya produk ini dibuat. Oleh karena itu, syarat utama kita harus mencantumkan yang namanya ingredient atau komposisi produk,” kata Teguh.
Teguh menegaskan, pihaknya siap membantu dan mendampingi UKM Jawa Timur yang ingin memasarkan produknya ke Jepang. Dia meminta pelaku UKM tidak ragu berkomunikasi dan berkonsultasi dengan tim Sariraya Co. Ltd. yang berada di Jawa Timur.
Sariraya Co. Ltd. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang bisnis dan impor produk makanan halal asal Indonesia di Jepang. Perusahaan tersebut didirikan pada 2005.
Dari hasil Business Matching tersebut, sebanyak 25 pelaku usaha telah mendapatkan persetujuan untuk segera melakukan pengiriman produk. Nilai potensi transaksi yang tercatat mencapai Rp 1.133.260.946.000.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Jatim berharap semakin banyak produk UKM dan industri kecil menengah (IKM) yang mampu meningkatkan kualitas serta memenuhi standar pasar global.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat