Magetan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan biaya pendidikan bagi 50 ribu murid afirmasi jenjang SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur. Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran Rp 50 miliar pada 2026 untuk membantu murid dari keluarga prasejahtera agar bisa melanjutkan pendidikan.
Setiap murid penerima bantuan dialokasikan Rp 1 juta. Program ini menyasar murid kelas X, XI, dan XII di sekolah negeri maupun swasta untuk meringankan kebutuhan pendidikan sekaligus mencegah putus sekolah akibat kendala ekonomi.
Alokasi anggaran tersebut terdiri atas Rp 4,275 miliar untuk 4.275 murid melalui APBD murni dan Rp 45,725 miliar bagi 45.725 murid melalui Perubahan APBD (P-APBD).
Penyaluran bantuan dilakukan dalam rangkaian kegiatan menjelang Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Khofifah menyerahkan bantuan kepada murid afirmasi di wilayah Blitar Raya dan Kabupaten Magetan.
Di SMKN 1 Kademangan, Kabupaten Blitar, Khofifah menyerahkan bantuan kepada 225 murid penerima yang masuk dalam alokasi APBD murni 2026. Total bantuan yang disalurkan di lokasi tersebut mencapai Rp 225 juta.
Dari jumlah itu, sebanyak 141 murid berasal dari Kabupaten Blitar dan 84 murid dari Kota Blitar.
Secara keseluruhan, alokasi bantuan pendidikan afirmasi untuk Blitar Raya mencapai Rp 2,25 miliar bagi 2.250 murid. Jumlah tersebut terdiri atas 225 murid melalui APBD murni dan tambahan 2.025 murid melalui P-APBD.
Berdasarkan jenjang pendidikan, penerima bantuan di Blitar Raya terdiri atas 315 murid SMA, 608 murid SMK, dan 1.327 murid SLB. Sementara berdasarkan wilayah, sebanyak 1.279 murid berasal dari Kabupaten Blitar dan 971 murid dari Kota Blitar.
Penyaluran bantuan juga dilakukan di SMAN 2 Magetan. Total alokasi bantuan biaya pendidikan afirmasi untuk Kabupaten Magetan mencapai Rp 1,156 miliar bagi 1.156 murid.
Rinciannya, sebanyak 110 murid menerima alokasi melalui APBD murni dengan total anggaran Rp 110 juta. Sementara 1.046 murid lainnya masuk dalam alokasi P-APBD dengan anggaran Rp 1,046 miliar.
Berdasarkan jenjang pendidikan, penerima bantuan di Kabupaten Magetan terdiri atas 406 murid SMA, 596 murid SMK, dan 154 murid SLB. Dalam kegiatan tersebut, Khofifah menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 10 murid afirmasi.
Khofifah mengatakan, bantuan pendidikan afirmasi merupakan upaya Pemprov Jatim untuk memastikan anak-anak dari keluarga yang membutuhkan tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan.
“Bantuan ini jangan hanya dilihat dari nilai nominalnya. Di balik setiap bantuan, ada cita-cita anak yang harus dijaga, perjuangan orang tua yang harus didukung, serta masa depan yang harus dipersiapkan bersama,” kata Khofifah dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).
Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi diri.
“Program afirmasi pendidikan memastikan tidak ada anak yang harus berhenti sekolah karena terkendala kebutuhan penunjang pendidikan,” ujarnya.
Khofifah berharap bantuan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran dan keperluan penunjang sekolah. Dengan demikian, beban ekonomi keluarga dapat berkurang dan murid bisa lebih fokus belajar.
Ia menambahkan, dukungan biaya pendidikan merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi muda Jawa Timur yang terampil dan mandiri.
“Pendidikan harus menjadi jalan bagi setiap anak untuk tumbuh sesuai potensi yang dimilikinya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan, penerimaan bantuan afirmasi mengikuti ketentuan program, termasuk aturan mengenai penerimaan bantuan sejenis.
“Bantuan afirmasi ini tidak dapat digabungkan dengan program bantuan sejenis, seperti Program Indonesia Pintar atau PIP, Program Keluarga Harapan atau PKH, dan sejenisnya, sesuai ketentuan program,” jelas Aries.
Selain menyalurkan bantuan pendidikan, Khofifah juga menyerahkan bantuan pembangunan Masjid Istiqomah SMAN 2 Magetan senilai Rp 100 juta kepada kepala sekolah setempat. Bantuan tersebut diharapkan mendukung sarana pendidikan sekaligus kegiatan pembinaan karakter dan keagamaan di lingkungan sekolah.
Khofifah juga memberikan santunan dan paket sembako kepada 81 petugas kebersihan dan penjaga sekolah di wilayah Magetan sebagai bentuk apresiasi terhadap tenaga pendukung yang turut menjaga lingkungan sekolah tetap bersih, aman, dan nyaman.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat