Magetan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sembilan unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Kabupaten Magetan. Bantuan itu diserahkan dalam rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Penyerahan alsintan berlangsung di Lapangan Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran, Magetan, Selasa (6/10/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti.
Sembilan unit alsintan yang diserahkan terdiri dari tiga unit alsintan prapanen dan enam unit alsintan pascapanen. Bantuan diberikan sesuai kebutuhan pertanian di masing-masing wilayah.
Khofifah mengatakan penguatan sektor pertanian menjadi salah satu bentuk kontribusi masyarakat dalam mengisi kemerdekaan. Menurutnya, perjuangan para pendahulu perlu dilanjutkan melalui kerja nyata, salah satunya dengan menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
” Gubernur pertama di Jawa Timur adalah Raden Mas Tumenggung Ario, tokoh, pemimpin dan pejuang yang luar biasa. Beliau memiliki tekad kuat mempertahankan kemerdekaan. Sekarang panjenengan para kelompok tani mengisi kemerdekaan dengan mewujudkan ketahanan pangan,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).
Khofifah menilai peran petani semakin strategis. Jawa Timur, kata dia, tidak hanya ditargetkan mampu menjaga ketahanan pangan, tetapi juga bergerak menuju kedaulatan pangan yang berkelanjutan.
“Di Jawa Timur ini insyaallah kita sudah menuju dari ketahanan pangan ke kedaulatan pangan berkelanjutan. Jadi ini peran panjenengan mengisi kemerdekaan luar biasa,” katanya.
Menurut Khofifah, modernisasi pertanian perlu dilakukan melalui penguatan mekanisasi dari sektor hulu hingga hilir. Penggunaan alsintan dinilai dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi.
“Dengan meningkatkan alat mesin pertanian (alsintan) bisa meningkatkan produktivitas, efisiensi, efektivitas. Kalau efisien, efektif dan produktif, insyaallah income petani akan meningkat, berarti kesejahteraan para petani insyaallah juga meningkat,” ungkapnya.
Adapun bantuan alsintan prapanen diberikan kepada tiga kelompok tani. Poktan Margo Utomo di Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran, menerima handtraktor singkal.
Kemudian Poktan Sarakan di Desa Mategal, Kecamatan Parang, dan Poktan Mapan di Desa Ngentep, Kecamatan Kawedanan, masing-masing menerima cultivator.
Sementara itu, bantuan alsintan pascapanen diberikan kepada enam kelompok tani. Poktan Kerang dan Poktan Waduk 2 di Desa Kerang, Kecamatan Takeran, masing-masing menerima power thresher multiguna mobile.
Gapoktan Sumber Rejeki dan Poktan Rukun Makmur I di Desa Kinandang, Kecamatan Bendo, masing-masing menerima combine harvester besar.
Sedangkan Poktan Sri Agung di Desa Belegondo, Kecamatan Ngariboyo, dan Poktan Sridadi di Desa Sundul, Kecamatan Parang, masing-masing menerima corn sheller mobile.
Khofifah mengingatkan agar bantuan alsintan tidak sekadar menjadi aset kelompok tani. Alat tersebut harus digunakan secara optimal dan memberikan manfaat kepada petani.
“Alat ini harus benar-benar bekerja di lahan. Jangan hanya menjadi aset kelompok, tetapi harus menjadi sarana yang bisa dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat seluas-luasnya kepada petani,” tegasnya.
Dia berharap penggunaan alsintan dapat mempercepat proses pengolahan lahan, panen hingga pascapanen. Dengan demikian, biaya usaha tani dapat ditekan dan potensi kehilangan hasil bisa dikurangi.
“Ketika pekerjaan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat waktu, maka ada efisiensi tenaga dan biaya. Pada saat yang sama, kehilangan hasil bisa ditekan. Ini semua bermuara pada peningkatan produktivitas dan nilai ekonomi yang diterima petani,” tuturnya.
Pemprov Jatim mencatat telah memfasilitasi 341 unit alsintan bagi petani di berbagai daerah sepanjang 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 231 unit alsintan prapanen dan 110 unit alsintan pascapanen.
Khofifah mengatakan penguatan mekanisasi perlu dibarengi dengan peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan kelompok tani, pendampingan penyuluh, serta akses pasar. Dengan pendekatan tersebut, peningkatan produksi pangan diharapkan tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan pangan, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi yang diterima petani.
“Pangan harus tersedia, produksi harus meningkat, tetapi kita juga harus memastikan petani yang memproduksi pangan itu mendapatkan manfaat ekonomi yang semakin baik. Karena itu, produktivitas, efektivitas dan efisiensi menjadi sangat penting,” tegasnya.
Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian yang terus mendampingi petani di lapangan. Dia berharap berbagai dukungan pemerintah dapat mendorong perekonomian masyarakat Magetan, khususnya dari sektor pertanian.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Magetan. Mudah-mudahan perekonomian, terutama dari sektor pertanian di Kabupaten Magetan, akan terus meningkat dan barokah,” kata Khofifah.
Kepada para petani dan seluruh pihak yang terlibat dalam penguatan sektor pertanian, Khofifah turut menyampaikan doa agar upaya membangun pertanian Jawa Timur membawa kesehatan dan kesejahteraan.
“Mugi panjenengan sehat, sehat lahirnya, sehat batinnya, sehat ekonominya,” harap Khofifah.
“Terima kasih sedanten ingkang rawuh di tempat ini. Salam sehat, bahagia, sejahtera semuanya,” imbuhnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat