Rumah Pompa Lippo Sidoarjo Ditarget Rampung Sebelum Desember, Progres 26,67%

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Pompa Lippo Sidoarjo Ditarget Rampung Sebelum Desember, Progres 26,67%. (Dok. Syaiful)

Rumah Pompa Lippo Sidoarjo Ditarget Rampung Sebelum Desember, Progres 26,67%. (Dok. Syaiful)

Sidoarjo – Pembangunan rumah pompa di depan Lippo Sidoarjo terus dikebut. Proyek yang sebelumnya menjadi perhatian Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana terkait kualitas material tersebut kini disebut menunjukkan progres lebih cepat dari target.

Berdasarkan pantauan wartawan Digitaljatim.com di lokasi, Rabu (7/10/2026), pembangunan rumah pompa telah memasuki tahap pengerjaan fondasi dan persiapan pengecoran. Proyek tersebut menggunakan material besi D16 dan D13 serta beton readymix.

Rumah pompa tersebut nantinya difungsikan untuk mengatasi genangan banjir di kawasan bawah Tol Lippo Sidoarjo. Kapasitas tampungan genangan yang ditangani disebut mencapai sekitar 1.300 meter kubik.

Pelaksana Proyek Rumah Pompa Lippo, Desra Wahyu Hidayat, ST mengatakan pekerjaan sejauh ini berjalan dengan baik. Menurutnya, progres pembangunan berada di atas target yang telah ditetapkan.

“Meskipun terdapat kendala teknis berupa gangguan utilitas, seperti pipa PDAM dan kabel, yang menghambat manuver alat berat, kami tetap optimistis dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari target kontrak pada Desember,” kata Desra saat ditemui di lokasi proyek.

Desra mengatakan percepatan pekerjaan dilakukan untuk mengantisipasi musim hujan sekaligus meminimalkan risiko banjir. Sementara itu, kualitas pekerjaan tetap menjadi perhatian melalui pengawasan konsultan di lapangan.

“Pompa sudah datang dan siap dipasang. Kalau dihitung dengan pompa, progresnya sekitar 60-65 persen. Namun, untuk pekerjaan konstruksi rumah pompanya sendiri saat ini sekitar 26,67 persen dan belum termasuk pemasangan pompa,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur CV Alaric Karya, Ir Bisri Musthofa, ST, MT menyebut realisasi progres pekerjaan saat ini mencapai 26,67 persen. Angka tersebut diklaim surplus 17,093 persen dari target.

“Minggu ini kami menargetkan surplus bisa mencapai 20-22 persen dengan adanya tambahan pekerjaan fondasi dan persiapan pengecoran rumah pompa,” kata Bisri.

BACA JUGA  Sambut Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Salurkan Bansos dan Pemberdayaan Rp9,87 Miliar di Magetan

Bisri menjelaskan kontrak pekerjaan tersebut berakhir pada 16 Desember 2026. Namun, pihaknya berupaya menyelesaikan pekerjaan lebih cepat, yakni pada akhir bulan November atau awal Desember.

“Target kontrak berakhir pada 16 Desember. Namun, kami berupaya mempercepat penyelesaian hingga akhir November atau awal Desember untuk mengantisipasi musim hujan,” jelasnya.

Menurut Bisri, pembangunan rumah pompa tersebut ditujukan untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di kawasan bawah Tol Lippo akibat tingginya volume air hujan.

Dalam proses pengerjaan, kontraktor juga menghadapi sejumlah kendala teknis. Salah satunya longsor ketika dilakukan penggalian yang menyebabkan pipa PDAM mengalami kerusakan.

“Kendala yang sering kami hadapi adalah longsor saat penggalian yang menyebabkan pipa PDAM jebol. Ini sudah terjadi tiga kali,” ungkap dia .

“Selain itu, keberadaan kabel listrik dan kabel jaringan internet milik provider juga menghambat pergerakan alat berat di sekitar lokasi proyek,” tambahnya. 

Bisri mengatakan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk PLN dan Telkom, masih dilakukan. Untuk sementara, kabel yang mengganggu pekerjaan diikat agar alat berat tetap dapat melakukan manuver.

“Untuk kualitas pekerjaan tetap terjaga karena ada pengawasan ketat setiap hari oleh konsultan dan pengawas dari dinas,” ujarnya.

Bisri juga menjelaskan persoalan material pasir yang sebelumnya menjadi perhatian Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana. Menurutnya, kontraktor awalnya menggunakan pasir pasang yang didatangkan dari wilayah Pasuruan dan Mojokerto.

“Secara teknis pasir tersebut sudah sesuai spesifikasi. Namun, setelah ada masukan terkait kualitas material, kami melakukan penggantian,” katanya.

Kontraktor kemudian mengganti material tersebut dengan pasir dari Lumajang. Menurut Bisri, material tersebut memiliki harga lebih mahal dan lebih sulit diperoleh, tetapi dipilih untuk meningkatkan kualitas pekerjaan.

BACA JUGA  Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Ziarah ke Makam Gubernur Soerjo

“Demi memenuhi permintaan dan menjaga kualitas, kami mengganti material menjadi pasir Lumajang. Meskipun lebih mahal dan lebih sulit didapat, langkah ini kami ambil untuk memberikan kualitas terbaik,” jelasnya.

Pergantian material tersebut juga membuat pihak kontraktor melakukan penyesuaian komposisi campuran semen. Bisri mengatakan campuran yang sebelumnya menggunakan perbandingan 1:4 sesuai spesifikasi kemudian disesuaikan menjadi 1:3 dengan kadar semen lebih banyak.

“Karena karakteristik pasir Lumajang berbeda, kami melakukan penyesuaian komposisi campuran semen. Dari yang awalnya 1:4 menjadi 1:3 agar hasil pasangan lebih kuat, tidak mudah rapuh, dan lebih mudah diaplikasikan di lapangan,” jelasnya.

Bisri menegaskan pihak kontraktor bersikap kooperatif terhadap masukan Wakil Bupati Sidoarjo, khususnya terkait kualitas material.

“Atensi dari Bu Wabup kami respons dengan melakukan perbaikan kualitas material, termasuk mengganti pasir dan menyesuaikan komposisi campuran semen dengan menambah kadar semen,” katanya.

Menurut Bisri, perubahan material dan komposisi tersebut memang berdampak terhadap biaya serta operasional proyek. Namun, langkah itu dilakukan untuk memastikan kualitas bangunan tetap memenuhi standar.

“Meskipun perubahan ini meningkatkan biaya dan kesulitan operasional, langkah tersebut kami ambil untuk memastikan standar kualitas bangunan lebih baik dan memenuhi ekspektasi pengawas serta pemberi tugas,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wisata Madura Tumbuh, Sucipto Usul Karyawan Hotel Kenakan Batik hingga Sakera
Semarakkan Hari Jadi ke-81 Jatim dan ke-351 Kabupaten Magetan, Gubernur Khofifah Bawa Pasar Murah dan Doorprize untuk Masyarakat
Semarakkan Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Serahkan Alsintan untuk Petani Magetan
Sambut Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Salurkan Bansos dan Pemberdayaan Rp9,87 Miliar di Magetan
Akademisi Sambut Positif Industrialisasi Madura, Dorong Serapan Tenaga Kerja Lokal
Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Ziarah ke Makam Gubernur Soerjo
Jelang HUT ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Ziarah ke Makam Bung Karno
Ledakan San Antonio Surabaya Jadi Sorotan, Senator Lia Istifhama Ingatkan Pelaku Usaha soal K3
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:55 WIB

Wisata Madura Tumbuh, Sucipto Usul Karyawan Hotel Kenakan Batik hingga Sakera

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Rumah Pompa Lippo Sidoarjo Ditarget Rampung Sebelum Desember, Progres 26,67%

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:03 WIB

Semarakkan Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Serahkan Alsintan untuk Petani Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Sambut Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Salurkan Bansos dan Pemberdayaan Rp9,87 Miliar di Magetan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Akademisi Sambut Positif Industrialisasi Madura, Dorong Serapan Tenaga Kerja Lokal

Berita Terbaru

Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah dan BAZNAS Siapkan 1.000 Kacamata Gratis. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah dan BAZNAS Siapkan 1.000 Kacamata Gratis

Kamis, 8 Okt 2026 - 11:42 WIB

Sambut Hari Jadi Jatim ke-81, Gubernur Khofifah Hadirkan Servis Gratis 8.100 Motor. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut Hari Jadi Jatim ke-81, Gubernur Khofifah Hadirkan Servis Gratis 8.100 Motor

Rabu, 7 Okt 2026 - 22:11 WIB

WhatsApp