Sambut HUT ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Salurkan Alsintan untuk Petani Mojokerto

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan alsintan dilakukan di Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. (Dok. Humas Pemprov)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan alsintan dilakukan di Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. (Dok. Humas Pemprov)

Mojokerto – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani di Kabupaten Mojokerto. Bantuan tersebut diharapkan meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.

Penyerahan alsintan dilakukan di Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Minggu (4/10/2026). Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Khofifah mengatakan penyaluran alsintan akan terus dilakukan ke berbagai daerah penghasil pangan di Jawa Timur. Selain mempercepat proses budidaya dan panen, penggunaan alat tersebut diharapkan dapat menekan biaya operasional dan kehilangan hasil panen.

“Dalam rangka Hari Jadi Pemprov Jatim yang ke-81 kita memang akan keliling menyampaikan bantuan alsintan kepada poktan-poktan dan kita mengawalinya dari Kabupaten Mojokerto,” kata Khofifah dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

Pemprov Jatim menyiapkan 341 unit alsintan untuk mendukung swasembada pangan. Jumlah itu terdiri dari 231 unit alsintan prapanen dan 110 unit alsintan pascapanen yang disalurkan kepada kelompok tani di berbagai daerah.

Khusus di Kabupaten Mojokerto, lima unit pompa air berukuran 4 inci diberikan kepada sejumlah kelompok tani. Masing-masing yakni Poktan Rukun Makmur II Desa Payungrejo, Poktan Tani Jaya Desa Gedangan, Poktan Sumber Makmur Desa Wonodadi, Poktan Mardi Tani Desa Karangdiyeng di Kecamatan Kutorejo, serta Poktan Sejahtera IV Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan.

Sedangkan dua unit combine harvester besar diberikan kepada Poktan Tani Makmur Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, dan Poktan Rukun Tani Desa Ngimbangan, Kecamatan Mojosari.

Khofifah mengatakan penggunaan combine harvester dapat memangkas waktu panen secara signifikan dibandingkan metode manual. Ia menyebut panen satu hektare lahan yang biasanya membutuhkan waktu hingga tiga hari dapat diselesaikan sekitar satu jam dengan combine harvester.

“Panen dengan cara manual itu tiga hari satu hektare, kalau pakai combine harvester di tanah yang seperti ini bisa satu jam per hektar. Artinya alsintan ini InsyaAllah akan memberikan efisiensi bagi petani terutama dan ini bisa saling dipinjamkan, disewakan ke poktan lainnya,” jelasnya.

BACA JUGA  Ledakan San Antonio Surabaya Jadi Sorotan, Senator Lia Istifhama Ingatkan Pelaku Usaha soal K3

Menurut Khofifah, mekanisasi pertanian juga dapat menekan kehilangan hasil atau losses saat panen. Penggunaan combine harvester dinilai mampu mengurangi gabah yang tercecer dibandingkan proses panen secara manual.

“Losses-nya itu kalau dipanen manual itu bisa 9 sampai 11 persen. Kalau pakai combine harvester losses-nya kira-kira tinggal satu sampai dua persen. Jadi efisiensi dan efektivitasnya tinggi, produktivitasnya tinggi,” katanya.

Selain combine harvester, bantuan pompa air diberikan untuk memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama saat musim kemarau. Khofifah menilai dukungan pengairan penting untuk menjaga produktivitas lahan dan mencegah terganggunya masa tanam.

“Itu sumur-sumur atau pompa-pompa ini menjadi penting untuk terus kita maksimalkan,” tegasnya.

Pemprov Jatim juga melakukan sejumlah langkah untuk menghadapi kondisi kemarau. Selain operasi modifikasi cuaca (OMC), pemerintah bersama masyarakat melakukan salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan.

“Kita sudah melakukan Salat Istisqa, mohon hujan yang menjadi rahmat dan manfaat. Kita sudah melakukan OMC, operasi modifikasi cuaca. Jadi kalau di mana ada awan bergerak, BMKG memberi tahu itu ada awan bergerak, kalau kita kasih garam akan menjadi hujan. Ini sudah kita lakukan kira-kira sejak tanggal 6 September yang lalu,” ungkapnya.

Khofifah menyebut penguatan produktivitas petani penting karena Jawa Timur memiliki kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan data BPS yang dirilis 1 Oktober 2026, potensi produksi padi Jawa Timur periode Januari-November 2026 mencapai 10.240.964 ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka itu meningkat 283.131 ton atau 2,84% dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 9.957.833 ton GKG.

Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan potensi produksi padi tertinggi di Indonesia. Jawa Barat berada di posisi kedua dengan 9.025.437 ton GKG, disusul Jawa Tengah sebanyak 8.715.084 ton GKG.

Produksi beras Jawa Timur pada periode yang sama juga meningkat menjadi 5.913.339 ton. Angka itu naik 163.486 ton atau 2,84% dibandingkan periode Januari-November 2025.

BACA JUGA  Wisata Madura Tumbuh, Sucipto Usul Karyawan Hotel Kenakan Batik hingga Sakera

“Per 1 Oktober bahwa produksi GKG Jawa Timur alhamdulillah selalu tertinggi di antara semua provinsi di Indonesia. Jagung kita juga tertinggi,” ucap Khofifah.

Khofifah menekankan capaian tersebut perlu dijaga dengan memperkuat ekosistem pertanian secara menyeluruh. Menurutnya, peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada luas lahan, tetapi juga teknologi, ketersediaan air, sarana produksi, mekanisasi, akses pasar, hingga kesejahteraan petani.

Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, akan terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, kelompok tani, penyuluh, perguruan tinggi, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.

Ia juga meminta bantuan alsintan dimanfaatkan secara optimal, termasuk melalui pola pemakaian bersama agar akses terhadap teknologi pertanian dapat dirasakan lebih banyak petani.

Pada momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Khofifah berharap peningkatan produktivitas pangan berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani. Ia juga menyinggung capaian Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur yang disebutnya tertinggi di Pulau Jawa.

“Jawa Timur makin lansia mudah-mudahan makin bersantan, makin lansia mudah-mudahan makin merunduk seperti padi yang memiliki kekuatan, kearifan dan kebijakan. Mudah-mudahan bisa terus memberikan penguatan kesejahteraan bagi para petani semua yang ada di Jawa Timur,” harapnya.

Salah satu penerima bantuan combine harvester, Karsono (70), dari Kelompok Tani Makmur Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, mengaku senang mendapat bantuan tersebut.

Menurut Karsono, selama ini petani di wilayahnya kesulitan mendapatkan akses combine harvester saat musim panen. Bahkan, alat yang dipesan terkadang datang terlambat ketika tanaman padi sudah mulai roboh.

“Combi-nya mau dipakai saat panen padi tahun ini. Saya senang sekali dapat bantuan combi, supaya petani sini tidak kesulitan cari combi. Combi-nya jauh-jauh, datangnya lama banget, susah nyari combi, padi sudah jatuh combi-nya baru datang. Itu kesulitannya petani sini, penghasilan jadi turun. Kami berterima kasih kepada Ibu Gubernur atas bantuan combi-nya,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wisata Madura Tumbuh, Sucipto Usul Karyawan Hotel Kenakan Batik hingga Sakera
Semarakkan Hari Jadi ke-81 Jatim dan ke-351 Kabupaten Magetan, Gubernur Khofifah Bawa Pasar Murah dan Doorprize untuk Masyarakat
Rumah Pompa Lippo Sidoarjo Ditarget Rampung Sebelum Desember, Progres 26,67%
Semarakkan Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Serahkan Alsintan untuk Petani Magetan
Sambut Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Salurkan Bansos dan Pemberdayaan Rp9,87 Miliar di Magetan
Akademisi Sambut Positif Industrialisasi Madura, Dorong Serapan Tenaga Kerja Lokal
Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Ziarah ke Makam Gubernur Soerjo
Jelang HUT ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Ziarah ke Makam Bung Karno
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:55 WIB

Wisata Madura Tumbuh, Sucipto Usul Karyawan Hotel Kenakan Batik hingga Sakera

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Rumah Pompa Lippo Sidoarjo Ditarget Rampung Sebelum Desember, Progres 26,67%

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:03 WIB

Semarakkan Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Serahkan Alsintan untuk Petani Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Sambut Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Salurkan Bansos dan Pemberdayaan Rp9,87 Miliar di Magetan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Akademisi Sambut Positif Industrialisasi Madura, Dorong Serapan Tenaga Kerja Lokal

Berita Terbaru

Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah dan BAZNAS Siapkan 1.000 Kacamata Gratis. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah dan BAZNAS Siapkan 1.000 Kacamata Gratis

Kamis, 8 Okt 2026 - 11:42 WIB

Sambut Hari Jadi Jatim ke-81, Gubernur Khofifah Hadirkan Servis Gratis 8.100 Motor. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut Hari Jadi Jatim ke-81, Gubernur Khofifah Hadirkan Servis Gratis 8.100 Motor

Rabu, 7 Okt 2026 - 22:11 WIB

WhatsApp