Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong perluasan akses informasi dan peluang beasiswa bagi generasi muda di Jawa Timur. Menurutnya, kemudahan memperoleh informasi menjadi salah satu faktor penting agar anak muda bisa melanjutkan pendidikan sesuai potensi dan cita-citanya.
Emil mengatakan akses pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan finansial. Ketersediaan informasi yang akurat, mudah dipahami, dan mudah dijangkau juga menjadi bagian penting dalam membuka kesempatan pendidikan.
Hal itu disampaikan Emil saat menjadi narasumber dalam The Future Fest LPDP bersama Ketua Dekranasda sekaligus Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin di Westin Ballroom & Convention Hall Surabaya, Minggu (4/10/2026).
“Beasiswa bukan sekadar bantuan pembiayaan pendidikan, melainkan instrumen investasi sumber daya manusia. Karena itu, akses terhadap informasi beasiswa harus dibuat sedekat mungkin dengan anak-anak muda agar mereka memahami pilihan yang tersedia, menyiapkan diri sejak awal dan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menempuh pendidikan sesuai potensinya,” kata Emil dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).
The Future Fest LPDP menghadirkan berbagai informasi mengenai peluang pendidikan dan pengembangan diri bagi generasi muda. Salah satunya melalui booth beasiswa pendanaan pemerintah, termasuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Melalui booth tersebut, calon penerima beasiswa dapat berkonsultasi langsung mengenai pilihan program studi, persyaratan, hingga tahapan pendaftaran.
Emil menilai fasilitas konsultasi tersebut dapat membantu calon pendaftar memahami peluang beasiswa sekaligus mempersiapkan diri sejak awal. Menurutnya, informasi yang jelas dapat mendorong lebih banyak anak muda merencanakan pendidikan lanjutan.
“Ketika pilihan program studi itu selaras dengan kebutuhan zaman dan potensi diri, maka investasi pendidikan yang dilakukan akan memberikan dampak yang jauh lebih besar,” ujarnya.
Emil juga menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan untuk menghadapi perubahan dunia. Pendidikan tinggi, peningkatan kompetensi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda.
“Kita ingin anak-anak muda Jawa Timur tidak hanya menjadi penonton dari perubahan, tetapi menjadi bagian dari orang-orang yang menciptakan perubahan. Untuk itu, mereka membutuhkan pendidikan yang berkualitas, kompetensi yang relevan dan akses terhadap kesempatan yang setara,” tuturnya.
Dia mengingatkan calon penerima beasiswa agar tidak hanya berfokus pada kelengkapan dokumen pendaftaran. Mereka juga perlu memetakan minat, kompetensi, serta bidang yang ingin ditekuni.
“Bukan hanya dokumen pendaftaran. Mereka harus memetakan minat, kompetensi dan bidang yang ingin ditekuni,” kata Emil.
Menurut Emil, pemerintah memiliki peran dalam membuka akses dan kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kapasitas. Namun, kesempatan tersebut perlu diikuti dengan persiapan dan kerja keras dari para penerima manfaat.
“Pemerintah hadir untuk membuka pintu kesempatan tersebut, sementara generasi muda harus mengambil kesempatan itu dengan persiapan dan kerja keras,” ungkapnya.
Emil berharap The Future Fest dapat menjadi ruang yang mempertemukan generasi muda dengan berbagai peluang pendidikan dan pengembangan diri secara langsung.
“Kita ingin ekosistem pendidikan kita tidak berhenti pada sekolah dan kampus, tetapi terhubung dengan berbagai peluang yang bisa membawa anak-anak muda menuju masa depan yang mereka cita-citakan,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat