Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bersama Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat kolaborasi penelitian melalui kegiatan focus group discussion (FGD) penyusunan instrumen penelitian RKLI. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Gedung G2 Lantai 1 Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UNESA, Sabtu (29/8/2026).
FGD tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mendukung pelaksanaan penelitian, khususnya pembahasan dan validasi instrumen serta pengumpulan data penelitian RKLI.
Kegiatan diikuti tim peneliti dari ketiga perguruan tinggi. Delegasi UNY dipimpin Dr. Eka Ary Wibawa, M.Pd. selaku Ketua Host, bersama Prof. Dr. Samsul Hadi, M.Pd., M.T. dan Prof. Dr. Siswanto, M.Pd.
Sementara itu, delegasi UM dipimpin Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T. selaku Ketua Co-Host, bersama Evania Yafie, S.Pd., M.Pd., Ph.D. dan Dr. Nurul Laili Sa’adah, S.Pd., M.Pd. Adapun tim UNESA dipimpin Prof. Dr. Agung Listiadi, S.Pd., M.Ak. selaku Ketua Co-Host, bersama Moh. Danang Bahtiar, S.Pd., M.Pd., CTT., CCTS., CPTT., CRA.
Prof. Agung Listiadi membuka kegiatan dengan menyampaikan sambutan. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Dr. Eka Ary Wibawa selaku Ketua Host UNY.
Agenda utama FGD meliputi pemaparan perkembangan penelitian dan pembahasan instrumen penelitian RKLI. Dr. Eka Ary Wibawa memaparkan progres penelitian sekaligus membuka diskusi terkait validasi instrumen dan pengumpulan data.
Selanjutnya, Dr. Hary Suswanto dan Prof. Agung Listiadi menyampaikan perkembangan penelitian dari masing-masing perguruan tinggi mitra.
“Para peserta mendapatkan kesempatan untuk membahas instrumen penelitian dan proses pengumpulan data secara bersama-sama. Melalui forum tersebut, ketiga perguruan tinggi memiliki ruang untuk bertukar pandangan, menyampaikan masukan, serta menyelaraskan langkah dalam pelaksanaan penelitian RKLI,” ujar Prof Agung dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, pembahasan instrumen dan pengumpulan data menjadi bagian penting dalam proses penelitian kolaboratif. Keterlibatan tim peneliti dari ketiga perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan menyelaraskan pelaksanaan penelitian.
“Keterlibatan tim peneliti dari ketiga perguruan tinggi diharapkan dapat mendukung koordinasi dan keselarasan pelaksanaan penelitian,” katanya.
Prof Agung mengatakan pelaksanaan FGD tersebut mencerminkan komitmen UNESA, UNY, dan UM dalam membangun sinergi akademik melalui penelitian bersama.
“Kolaborasi antarperguruan tinggi tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan kerja sama dalam pelaksanaan penelitian,” ujarnya.
Melalui FGD tersebut, masing-masing tim peneliti juga dapat menyampaikan perkembangan penelitian sekaligus mendiskusikan berbagai aspek teknis yang berkaitan dengan instrumen dan pengumpulan data.
“Interaksi antartim diharapkan dapat mendukung kelancaran tahapan penelitian selanjutnya,” imbuhnya.
Prof Agung menambahkan kolaborasi UNESA, UNY, dan UM melalui FGD tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mengembangkan budaya riset kolaboratif.
“Semangat bersinergi, berkolaborasi, dan berinovasi diharapkan terus terpelihara untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan serta menghasilkan penelitian yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat