Bangun Winarso Ingatkan Pemkab Sidoarjo Siapkan Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Jatim

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Selasa, 8 September 2026 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Fraksi PAN H. Bangun Winarso saat diwawancarai Pemimpin Redaksi Digitaljatim.com di DPRD Sidoarjo. (Dok. Syaiful/DigitalJatim)

Wakil Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Fraksi PAN H. Bangun Winarso saat diwawancarai Pemimpin Redaksi Digitaljatim.com di DPRD Sidoarjo. (Dok. Syaiful/DigitalJatim)

Sidoarjo – Sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau berpotensi mencapai wilayah Pulau Jawa, termasuk Jawa Tengah dan Jawa Timur. Arah sebaran abu vulkanik sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin di berbagai lapisan atmosfer.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo dari Fraksi PAN, H Bangun Winarso, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo segera menyiapkan langkah antisipasi sejak dini. Menurutnya, Pemkab perlu berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau pergerakan abu vulkanik.

“Pemkab Sidoarjo harus bersiap karena arah abu erupsi Gunung Anak Krakatau kita juga tidak tahu. Harus satu koordinasi dengan BMKG dan harus ada antisipasi dari Pemda,” kata Bangun saat diwawancarai pemimpin redaksi DigitalJatim.com, Selasa (8/9/2026).

Jika abu vulkanik bergerak ke arah Jawa Timur, lanjut dia, Pemkab Sidoarjo perlu menyiapkan kebutuhan masyarakat, terutama perlengkapan untuk melindungi saluran pernapasan.

“Menyiapkan segala sesuatunya termasuk logistik ketika nanti abu vulkanik itu arahnya ke Jawa Timur, terutama ke Sidoarjo. Barangkali seperti masker, kemudian juga obat-obatan untuk ISPA, untuk saluran pernapasan itu harus disiapkan betul oleh Pemda Sidoarjo melalui Dinkes maupun Dinsos,” ujarnya.

Bangun menilai anak-anak menjadi salah satu kelompok yang rentan terdampak abu vulkanik. Karena itu, kesiapan perlu dilakukan mulai dari lingkungan pendidikan.

“Terutama anak-anak sekolah, mulai dari PAUD, TK sampai SMA itu sangat rentan ketika terjadi cuaca buruk atau udara berdebu. Itu akan sangat rentan menyebabkan iritasi mata, kemudian juga gangguan saluran pernapasan,” jelasnya.

Ia juga meminta Pemkab Sidoarjo memastikan kesiapan anggaran jika abu vulkanik benar-benar berdampak ke wilayah Jawa Timur, terutama Sidoarjo. Menurut Bangun, pemerintah dapat memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) apabila kondisi tersebut masuk kategori keadaan darurat.

BACA JUGA  Ketua DPRD Sidoarjo Desak Satgas MBG Aktif Awasi SPPG, Soroti Standar Gizi dan Perizinan

“Kalau nanti betul-betul itu terjadi, bisa menggunakan. Belanja Tidak Terduga (BTT). Menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga bisa untuk segera mempersiapkan langkah-langkah,” kata Bangun.

Bangun mendorong dinas terkait segera berkoordinasi dengan BMKG Juanda untuk mengetahui potensi arah pergerakan angin dalam beberapa hari ke depan.

“Pemkab Sidoarjo melalui dinas terkait langsung berkoordinasi dengan BMKG Juanda untuk memastikan beberapa hari ke depan apakah arah angin bisa dipastikan ke Timur. Agar ketika itu betul-betul terjadi kita sudah tidak bingung lagi tentang anggaran dan langkah-langkah strategisnya,” imbuhnya.

Bangun juga mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan apabila abu vulkanik sampai turun di Jawa Timur terutama Sidoarjo. Masyarakat dapat mengenali abu vulkanik yang menempel di berbagai permukaan seperti lantai, teras, kendaraan, hingga daun dan pepohonan.

“Kalau hujan debu itu kelihatan kasat mata di lantai, teras, mungkin di mobil atau di daun-daunan, pohon-pohonan di sekitar kita. Pasti sudah kelihatan kalau itu memang dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau,” tuturnya.

Bangun meminta masyarakat, terutama orang tua, memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai bahaya abu vulkanik. Paparan abu dapat menyebabkan iritasi mata dan gangguan pernapasan.

“Kalau orang dewasa sudah tahu bagaimana kita melakukan apa. Tapi kalau anak-anak kan kadang-kadang tidak paham bahwa debu itu bisa menyebabkan iritasi mata, perih, dan kemudian sakit mata,” terangnya.

Selain kesehatan, Bangun meminta pemerintah memastikan aktivitas pendidikan tetap berjalan dengan protokol perlindungan yang memadai.

“Misalkan anak-anak TK sekolah harus pakai masker. Jangan sampai seperti di televisi, debunya tebal, anak-anak main lari-larian tidak pakai masker,” ungkapnya.

Bangun juga mengimbau warga Sidoarjo yang bepergian menggunakan sepeda motor mengenakan helm dengan kaca pelindung untuk mencegah abu masuk ke mata.

BACA JUGA  Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

“Kalau bepergian menggunakan motor harus pakai helm yang ada kaca pelindungnya agar tidak menyentuh mata dari debu erupsi Gunung Anak Krakatau ini,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan
Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan
DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum
DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan
Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan
Ketua DPRD Sidoarjo Desak Satgas MBG Aktif Awasi SPPG, Soroti Standar Gizi dan Perizinan
Wagub Emil Bertemu Dubes Austria, Kerja Sama Ekonomi hingga Budaya Jadi Sorotan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:30 WIB

DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp