Lansia 84 Tahun Patah Tulang Usai Diduga Disemprot Air oleh Tetangga, Keluarga Minta Keadilan

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban penganiayaan didampingi kuasa hukum di Polsek Sokumanunggal Surabaya. (dok. Pribadi)

Korban penganiayaan didampingi kuasa hukum di Polsek Sokumanunggal Surabaya. (dok. Pribadi)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Seorang perempuan lanjut usia (lansia) berinisial JK (84) mengalami patah tulang setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh tetangganya berinisial LP (65) di kawasan Sukomanunggal, Surabaya. Peristiwa itu disebut bermula dari kesalahpahaman saat korban menyapa seorang petugas kebersihan.

Kuasa hukum korban, Andre Gunawan, S.H., M.Kn mengatakan peristiwa terjadi pada tanggal 17 Februari 2026, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Saat itu, korban hendak memberikan bingkisan kue keranjang kepada petugas kebersihan yang sedang berada di sekitar rumah.

“Klien kami hanya berbicara dengan petugas kebersihan. Saat bersamaan, petugas itu mengetuk pintu rumah terlapor. Diduga terlapor merasa terganggu, lalu keluar rumah sambil membawa selang dan menyemprotkan air ke arah klien kami,” kata Andre kepada wartawan di Ayam Bakar Prima Rasa, Surabaya, Selasa (14/7/2026) siang.

Akibat semprotan air tersebut, lanjut Andre, korban terjatuh hingga mengalami patah tulang. Korban kemudian menjalani operasi dan kini masih dalam tahap pemulihan.

“Korban sudah menjalani operasi dan saat ini masih dalam proses pemulihan. Namun, kondisinya belum pulih sepenuhnya. Aktivitas sehari-hari masih harus dibantu dan menggunakan alat penyangga saat berjalan,” ujarnya.

Andre mengatakan hasil visum korban telah diserahkan kepada penyidik sebagai bagian dari alat bukti dalam proses penyelidikan. Ia mengaku menyayangkan adanya keterangan tambahan dari pihak terlapor yang menyebut korban sempat menggedor pintu rumah sebelum kejadian.

Menurutnya, informasi tersebut tidak pernah muncul dalam laporan awal sehingga dinilai tidak berkaitan langsung dengan pokok perkara.

“Ada tambahan keterangan yang menurut kami tidak masuk dalam materi perkara. Kalau memang itu dianggap sebagai sebab akibat, seharusnya muncul sejak awal dalam laporan. Itu yang kami pertanyakan,” katanya.

Andre juga menegaskan, sebelum kejadian tidak pernah ada konflik antara korban dan terlapor.

“Selama ini tidak ada permasalahan. Klien kami hanya berbicara dengan petugas kebersihan, lalu tiba-tiba terjadi insiden itu,” tegasnya.

Andre mengungkapkan penyidik menyampaikan kemungkinan terlapor tidak ditahan karena faktor usia. Meski demikian, pihaknya mempertanyakan pertimbangan tersebut mengingat korban justru berusia lebih tua.

“Kami mendapat informasi kemungkinan terlapor tidak ditahan karena faktor usia. Yang menjadi pertanyaan kami, korban berusia 84 tahun, bahkan lebih tua dari terlapor,” ungkapnya.

Ia juga mengaku khawatir apabila terlapor tidak ditahan karena dikhawatirkan tidak kooperatif selama proses hukum berlangsung.

“Kalau tidak ditahan, siapa yang menjamin terlapor tidak meninggalkan kota atau menghilangkan barang bukti? Itu yang menjadi kekhawatiran kami,” kata Andre.

Andre menyebut pihaknya telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Sukomanunggal dan berharap penyidik menangani perkara secara profesional.

“Harapan kami sederhana, kepolisian dapat bekerja secara profesional, objektif, dan menegakkan hukum tanpa memandang siapa pun,” tegasnya.

Sementara itu, putri korban, Eileen, berharap aparat penegak hukum memberikan keadilan bagi ibunya yang menjadi korban dalam perkara tersebut.

“Kami hanya meminta keadilan untuk mama kami. Kami berharap pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Catatan Sejarah: Ibunda Senator Lia Istifhama Menang Sengketa, Mafia Dana Talangan Disorot
Sidang PN Mojokerto: Pengacara Klaim Kliennya Bersih dari Aliran Dana Rp1,4 Miliar di Kasus Proyek Fiktif
Tak Pernah Terima Uang, Akta Jual Beli Muncul, Ibunda Ning Lia Digugat
Investasi Bodong Modus Ponzi di Surabaya, Korban Rugi Rp 286 Juta
TIDAR Mojokerto Buka Posko Bantuan Hukum untuk Jamaah Travel dan Umroh
Mediasi Buntu, Advokat Andre Gunawan Siap Hadapi Sidang Pokok Perkara
SK Pemecatan Dipersoalkan, Andre Gunawan: PERADI Tak Punya Hak Memeriksa Saya
Kawal Sengketa Rumah Warga, Senator Lia Soroti Utang Rp368 Juta hingga Aset Rp3,17 Miliar
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Catatan Sejarah: Ibunda Senator Lia Istifhama Menang Sengketa, Mafia Dana Talangan Disorot

Kamis, 24 September 2026 - 21:05 WIB

Sidang PN Mojokerto: Pengacara Klaim Kliennya Bersih dari Aliran Dana Rp1,4 Miliar di Kasus Proyek Fiktif

Kamis, 24 September 2026 - 10:55 WIB

Tak Pernah Terima Uang, Akta Jual Beli Muncul, Ibunda Ning Lia Digugat

Selasa, 22 September 2026 - 15:52 WIB

Investasi Bodong Modus Ponzi di Surabaya, Korban Rugi Rp 286 Juta

Minggu, 20 September 2026 - 20:47 WIB

TIDAR Mojokerto Buka Posko Bantuan Hukum untuk Jamaah Travel dan Umroh

Berita Terbaru

WhatsApp