SPBU Sempat Kehabisan Stok, Fuad DPRD Ingatkan Risiko Stop Impor BBM Tanpa Kajian Mendalam

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur Fuad Benardi. (Foto: Istimewa)

Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur Fuad Benardi. (Foto: Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur Fuad Benardi meminta Pemerintah Pust mengkaji secara matang rencana penghentian impor bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, kebijakan tersebut tidak boleh diambil tanpa jaminan pasokan energi nasional yang memadai.

Ia mempertanyakan sumber pemenuhan kebutuhan BBM apabila impor dihentikan. Sebab, berdasarkan data yang diketahuinya, produksi dalam negeri masih belum mampu memenuhi kebutuhan BBM secara nasional.

“Kalau memang tidak impor, lalu kekurangan kebutuhan BBM itu akan dipenuhi darimana? Ini harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Fuad juga menyoroti wacana pengembangan bahan bakar B50 sebagai salah satu alternatif. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan kajian komprehensif terkait kesiapan teknologi dan kesesuaian bahan bakar tersebut dengan spesifikasi kendaraan yang beredar di Indonesia.

“Jangan sampai kebijakan itu diterapkan tanpa kajian yang matang. Harus dipastikan apakah B50 benar-benar cocok untuk kendaraan bermotor di Indonesia atau tidak,” katanya.

Politisi muda PDI Perjuangan itu menegaskan, pasokan BBM merupakan kebutuhan vital masyarakat. Karena itu, kebijakan penghentian impor tidak boleh menimbulkan gangguan distribusi maupun kelangkaan di lapangan.

“BBM saat ini sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Hampir seluruh aktivitas transportasi bergantung pada ketersediaan BBM. Kalau pasokannya tidak terjamin, ini bisa menjadi blunder besar bagi pemerintah sendiri,” tegas Fuad.

Kekhawatiran tersebut, kata Fuad, diperkuat dengan adanya laporan kelangkaan BBM di sejumlah SPBU Surabaya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, lebih dari 10 SPBU sempat mengalami kehabisan stok untuk jenis BBM tertentu.

Menanggapi kondisi tersebut, Komisi C DPRD Jawa Timur berencana meminta penjelasan dari Pertamina terkait penyebab kelangkaan dan langkah antisipasi yang akan dilakukan.

BACA JUGA  Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

“Nanti akan kami cek dan koordinasikan dengan Pertamina. Kami ingin mengetahui penyebab kelangkaan ini dan solusi yang disiapkan agar tidak terulang,” imbuh Fuad.

Fuad menilai kelangkaan BBM yang terjadi di tengah wacana penghentian impor dapat menimbulkan kekhawatiran publik terhadap ketahanan energi nasional.

Selain menyoroti BBM, ia juga menyinggung pentingnya penerapan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) pada sektor batu bara. Menurut Fuad, pemerintah harus memastikan kebutuhan dalam negeri terpenuhi sebelum perusahaan melakukan ekspor.

“Kebijakan DMO harus ditegakkan. Kebutuhan domestik harus dipenuhi terlebih dahulu, baru kemudian perusahan diperbolehkan mengekspor,” ungkap Fuad.

Terkait berkurangnya ketergantungan ekspor melalui Singapura, Fuad menilai hal tersebut justru dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperluas akses pasar secara langsung ke negara tujuan.

Menurut Fuad, selama ini Singapura kerap berperan sebagai negara perantara perdagangan berbagai komoditas, termasuk batu bara. Apabila, Indonesia mampu menembus Pasar Internasional secara langsung, nilai tambah yang diperoleh akan lebih besar.

“Kalau Indonesia bisa langsung menjual ke negara tujuan tanpa Singapura. Tentu itu, lebih menguntungkan karena nilai jualnya bisa lebih optimal,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp