Gubernur Khofifah Perkuat Ekonomi Warga Rentan Lewat Penyaluran Bansos Rp 1,819 Miliar di Kota Kediri

Editor Yoyok

- Author

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Walikota Kediri Vinanda Prameswati menyalurkan bantuan sosial dan tali asih senilai Rp 1,819 miliar untuk masyarakat Kota Kediri di Balai Kota Kediri. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Walikota Kediri Vinanda Prameswati menyalurkan bantuan sosial dan tali asih senilai Rp 1,819 miliar untuk masyarakat Kota Kediri di Balai Kota Kediri. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Editor: Yoyok

Kota Kediri – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial dan tali asih senilai Rp 1,819 miliar untuk masyarakat Kota Kediri di Balai Kota Kediri, Sabtu (23/5/2026).

Didampingi Walikota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Walikota Kediri Qowimuddin Thoha dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani, Gubernur Khofifah menyebut penyaluran bantuan sosial ini adalah bentuk kepedulian pemerintah bagi masyarakat yang membutuhkan ekonomi rentan.

“Hari ini penyaluran bansos senilai Rp 1,819 miliar adalah bagian komitmen Pemprov Jawa Timur memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan,” kata Gubernur Khofifah.

“Tentu kami berikhtiar untuk terus menghadirkan kesejahteraan yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan bagi masyarakat Jawa Timur,” imbuhnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/5/2026).

Gubernur Khofifah menilai, program bansos merupakan implementasi Nawa Bhakti Satya, khususnya Jatim Sejahtera yang menjadi pijakan dalam mewujudkan Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara menuju Indonesia Emas 2045. Selain itu bansos juga menjadi upaya memastikan tidak ada warga yang tertinggal (no one left behind).

Gubernur Khofifah menambahkan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah percepatan pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan sosial melalui perlindungan sosial yang adaptif dan berbasis data terpadu.

“Sebagai prioritas utama, kami terus mendorong percepatan pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan sosial lewat perlindungan sosial yang adaptif dan berbasis data terpadu,” terangnya.

Tak hanya itu, ia juga menekankan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diharapkan mampu memberikan efek pengungkit (multiplier effect) terhadap ketahanan ekonomi masyarakat.

“Saya selalu sampaikan ke panjenengan semua supaya menggunakan bantuan ini dengan sebaik-baiknya, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga untuk meningkatkan kemandirian dan menumbuhkan semangat kewirausahaan,” pesannya.

BACA JUGA  DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pilar sosial yang selama ini menjadi ujung tombak dalam memastikan program perlindungan sosial berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Di balik setiap bantuan yang tersalurkan, ada kerja keras para pendamping sosial, TKSK, Tagana, dan seluruh pilar sosial. Pengabdian panjenengan semua adalah bagian penting dari upaya kita menyejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

“Pertemuan ini jadi momentum saling sambung doa, mudah mudahan tambah hari tambah bahagia, sukses dan sejahtera kita semua,” terangnya.

Ke depan, Khofifah berharap sinergi antar pilar sosial terus diperkuat, disertai peningkatan integritas dan kepekaan terhadap dinamika masyarakat di lapangan.

“Dengan semangat gotong royong, saya optimistis perlindungan sosial di Jawa Timur akan semakin responsif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

Adapun total bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mencapai Rp1,794 miliar, dengan rincian PKH Plus untuk 485 keluarga, masing-masing Rp2 juta per tahun. Selanjutnya, BLT DBHCHT bagi 265 buruh pabrik rokok, masing-masing Rp1 juta per tahun.

Ada juga bantuan kemiskinan ekstrem untuk 125 penerima, masing-masing Rp1,5 juta per tahun, bantuan asistensi sosial penyandang disabilitas (ASPD) untuk 55 penerima, masing-masing Rp3,6 juta per tahun.

Berikutnya, KIP PPKS Jawara untuk 24 penerima, masing-masing Rp3 juta per tahun. Serta bantuan operasional dan tali asih bagi 48 pilar sosial, meliputi SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, dan Tagana.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan kegiatan penyaluran bansos ini merupakan bentuk penguatan perhatian serta kepedulian masyarakat terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Ini diberikan kepada berbagai kelompok dan pilar kesejahteraan di Kota Kediri, bantuan ini penting untuk meringankan beban ekonomi masyarakat serta bentuk penguatan semangat, perhatian dan keberpihakan negara kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Vinanda.

BACA JUGA  Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

“Kami terus berupaya mewujudkan kota Kediri yang maju, meningkatkan produktivitas SDM agar kesejahteraan masyarakat dapat dirasakan lebih luas lagi. Kami juga memastikan bantuan sosial tepat sasaran, semoga bisa dimanfaatkan dengan sebaiknya sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat kualitas hidup,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan
Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan
DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum
DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan
Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan
Ketua DPRD Sidoarjo Desak Satgas MBG Aktif Awasi SPPG, Soroti Standar Gizi dan Perizinan
Wagub Emil Bertemu Dubes Austria, Kerja Sama Ekonomi hingga Budaya Jadi Sorotan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:30 WIB

DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

WhatsApp