Senator Lia Istifhama Ungkap Bahaya Judi Online, Ini Dampak dan Cara Menghindarinya

Editor Yoyok

- Author

Minggu, 26 April 2026 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Editor: Yoyok

Surabaya — Maraknya praktik judi online kini menjadi ancaman serius yang perlahan menggerus kehidupan masyarakat. Dengan kemasan yang tampak menarik dan menjanjikan keuntungan instan, banyak orang terjebak tanpa menyadari risiko besar yang mengintai di baliknya.

Beredar di masyarakat menggambarkan bagaimana judi online kerap diawali dengan kesan menguntungkan. Namun, di balik itu, terdapat pola jeratan yang sistematis dan berujung pada kerugian besar, baik secara finansial maupun psikologis.

“Awalnya terlihat seperti hiburan ringan yang menghasilkan. Tapi perlahan, justru mengikat dan sulit dilepaskan,” ungkap anggota DPD RI Lia Istifhama, Minggu (26/4/2026).

Dampak Nyata Judi Online: Ekonomi, Mental, dan Masa Depan

Salah satu dampak paling nyata dari judi online adalah kehancuran ekonomi keluarga. Banyak korban yang awalnya hanya mencoba, kemudian terjebak dalam siklus kekalahan yang memaksa mereka terus bermain demi menutup kerugian.

Tekanan Mental dan Kecanduan

Judi online juga memicu kecanduan yang berdampak langsung pada kesehatan mental. Rasa cemas, stres, hingga depresi menjadi konsekuensi yang sering dialami oleh para pelaku, terutama ketika mengalami kekalahan beruntun.

Lia Istifhama menegaskan bahwa kecanduan ini bukan hanya persoalan individu, tetapi juga berdampak luas pada lingkungan sosial.

“Yang terlihat sederhana bisa berubah menjadi tekanan mental yang berat. Ini bukan sekadar permainan, tapi jebakan psikologis,” ujarnya.

Masa Depan yang Perlahan Hilang

Dampak jangka panjangnya tak kalah mengkhawatirkan. Banyak individu kehilangan fokus hidup, pekerjaan, bahkan hubungan sosial akibat keterlibatan dalam judi online.

Fenomena ini menunjukkan bahwa judi online bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga krisis sosial yang membutuhkan perhatian serius.

Mengapa Judi Online Mudah Menjerat? Janji Instan yang Menyesatkan

BACA JUGA  Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Platform judi online dirancang untuk memberikan sensasi kemenangan di awal, sehingga memicu rasa percaya diri berlebihan pada pemain. Strategi ini menjadi pintu masuk menuju kecanduan.

Akses Mudah dan Minim Pengawasan

Kemudahan akses melalui ponsel membuat siapa saja bisa terlibat kapan saja. Tanpa kontrol yang kuat, risiko keterlibatan menjadi semakin tinggi, terutama bagi generasi muda.

Cara Menghindari Jeratan Judi Online

Langkah pertama adalah memahami bahwa tidak ada keuntungan instan tanpa risiko besar. Edukasi menjadi kunci utama dalam mencegah keterlibatan sejak dini.

Bijak dalam Penggunaan Digital

Mengatur waktu penggunaan perangkat digital dan menghindari konten berisiko menjadi langkah preventif yang efektif.

Pilih Aktivitas Positif dan Produktif

Mengalihkan perhatian ke kegiatan yang sehat dan produktif dapat membantu menjauhkan diri dari godaan judi online.

“Jangan mudah tergiur janji cepat. Kendalikan penggunaan digital dan pilih aktivitas yang memberi nilai positif,” pesan Lia Istifhama.

Pesan Tegas: Hentikan Sebelum Terlambat

Kampanye ini menjadi pengingat bahwa apa yang terlihat menguntungkan belum tentu membawa kebaikan. Judi online adalah ancaman nyata yang bisa menghancurkan masa depan secara perlahan.

Kesadaran kolektif masyarakat sangat dibutuhkan untuk memutus rantai penyebaran praktik ini. Pencegahan sejak dini menjadi langkah paling efektif untuk melindungi generasi mendatang.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis
Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu
Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama
Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda
Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan
Cegah Insiden Keracunan MBG, Senator Lia Dorong Penguatan Holding Time dan Keterbukaan Informasi
Hearing MBG di DPRD Sidoarjo Tak Dihadiri BGN, Dhamroni Dorong Audit Operasional SPPG
Trans Jatim Kian Populer, Program Khofifah-Emil Permudah Mobilitas Masyarakat Jatim
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIB

Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Minggu, 6 September 2026 - 11:44 WIB

Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda

Jumat, 4 September 2026 - 12:07 WIB

Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan

Berita Terbaru

WhatsApp