Wagub Emil Dukung Inkubator Bisnis bagi Pekerja Migran Indonesia, Perkuat Kemandirian Ekonomi Keluarga

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Sabtu, 27 Juni 2026 - 22:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wagub Emil saat menerima Lembaga Inkubator Bisnis PMI di Kediaman Surabaya. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Wagub Emil saat menerima Lembaga Inkubator Bisnis PMI di Kediaman Surabaya. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyambut baik pengembangan program Inkubator Bisnis bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai langkah strategis untuk membangun kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan keluarga para pekerja migran sejak sebelum berangkat hingga kembali ke tanah air.

Hal tersebut disampaikan Wagub Emil saat menerima Lembaga Inkubator Bisnis PMI di Kediaman Surabaya, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, para pekerja migran merupakan pahlawan devisa yang perlu mendapatkan pendampingan berkelanjutan agar tidak hanya berhasil selama bekerja di luar negeri, tetapi juga mampu membangun kehidupan ekonomi yang lebih mandiri setelah kembali ke Indonesia.

“Kami menyambut baik inkubator bisnis PMI memperhatikan kemandirian ekonomi PMI yang juga pahlawan devisa. Tentu ada tantangan yang dihadapi tapi jangan menyerah untuk dirintis meskipun baru berjalan 1 tahun dengan pendampingan dari beberapa pakar mancanegara karena memiliki keunikan,” jelasnya.

Disampaikan Emil, inkubator bisnis PMI fokusnya bukan sekadar inkubator bisnis biasa. Ada 3 model yang diterapkan. Pertama, sebelum berangkat ke negara tujuan, pola pikir PMI dibangun untuk berwirausaha.

“Pergi ke luar negeri bukan selamanya, tetapi mengumpulkan modal kemudian menjalankan usaha di Indonesia,” ujarnya.

“Atau tetap bekerja di luar negeri namun menjalankan usaha dengan melibatkan keluarga, suami, anak (dengan usia matang),” imbuh Emil.

Kedua, Inkubator tidak hanya berbicara soal bisnis saja tetapi memperhatikan kondisi latar belakang sosial keluarga. Dari berbagai kasus yang pernah ditangani, ada dinamika sosial rumah tangga yang dihadapi sehingga mempengaruhi usaha yang dirintis.

Emil mencontohkan beberapa PMI ingin kembali bekerja di luar negeri. Perspektif semacam ini bisa memicu persoalan rumah tangga dan mempengaruhi kebahagiaan keluarga.

BACA JUGA  Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan

“Kalau berhasil, meningkatkan kerukunan rumah tangga. Namun jika tidak, menimbulkan sengkarut rumah tangga yang acapkali bersinggungan dengan persoalan ekonomi,” jelasnya.

Ketiga, setelah PMI kembali ke Jawa Timur, beberapa dinas seperti Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Koperasi dan UKM, Pemberdayaan perempuan dan anak serta Dinas Sosial akan berkoordinasi dengan inkubator bisnis PMI.

Rencananya, sebelum berangkat ke negara tujuan, inkubator bisnis bersama Disnaker dan Dinas Koperasi dan UKM memberi pembekalan utamanya membangun pola pikir agar sepulang dari luar negeri, PMI membuka usaha.

Emil menyebut, kurikulum pelatihan inkubasi dibagi menjadi 3 tahap. Bulan pertama mindset kewirausahaan, penyusun model bisnis, identifikasi model usaha, riset pasar dan analisis pelanggan. Bulan ketiga membahas strategi dan branding usaha, digital marketing melalui media sosial, pengelolaan keuangan, penentuan harga produk dan strategi penjualan. Kemudian bulan kelima legalitas usah dan perizinan, manajemen operasional usaha, strategi membangun jaringan serta penyusunan proposal usaha.

“Ada motivasi di benak PMI, pulang bisa buka usaha. Sebab mereka UMKM yang sudah on going dan dibina,” tutur Emil.

“Selain itu, tercatat PMI 80 persen adalah perempuan. Maka, peran dinas pemberdayaan perempuan dan anak serta Dinas Sosial sangat penting sebagai jembatan bagi PMI seperti halnya konsultasi terkait keputusan mereka lanjut atau tidak bekerja di luar negeri bagi diri sendiri dan keluarga di rumahnya,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi D DPRD Sidoarjo Hearing soal Bansos Beras di Desa Kalimati, Soroti Transparansi Data Penerima Manfaat
Gapura Jenggala Bakal Jadi Ikon Perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Ini Rencana Bupati Subandi
Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan
Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan
DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum
DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan
Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:55 WIB

Komisi D DPRD Sidoarjo Hearing soal Bansos Beras di Desa Kalimati, Soroti Transparansi Data Penerima Manfaat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Gapura Jenggala Bakal Jadi Ikon Perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Ini Rencana Bupati Subandi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum

Berita Terbaru

Gapura Jenggala Bakal Jadi Ikon Perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Ini Rencana Bupati Subandi. (Dok. Istimewa)

Pemerintahan dan Kebijakan

Gapura Jenggala Bakal Jadi Ikon Perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Ini Rencana Bupati Subandi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:38 WIB

WhatsApp