UMKM Sidoarjo Didorong Naik Kelas, Dinas Koperasi & Usaha Mikro Bekali Manajemen Usaha hingga Pengadaan Barang & Jasa

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful

- Author

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKM Sidoarjo Didorong Naik Kelas, Dinas Koperasi & Usaha Mikro Bekali Manajemen Usaha hingga Pengadaan Barang & Jasa. (Dok. Syaiful/DigitalJatim)

UMKM Sidoarjo Didorong Naik Kelas, Dinas Koperasi & Usaha Mikro Bekali Manajemen Usaha hingga Pengadaan Barang & Jasa. (Dok. Syaiful/DigitalJatim)

Surabaya – Upaya mendorong pelaku usaha mikro naik kelas terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo menggelar pelatihan manajemen usaha dan peningkatan kapasitas usaha mikro selama tiga hari, 10–12 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo tersebut diikuti sekitar 300 wirausaha baru (WUB). Peserta mengikuti pelatihan secara bertahap dengan pembagian dua sesi setiap hari.

Kabid Pemberdayaan Usaha dan Ekonomi Mikro Dinkop Usaha Mikro Sidoarjo Amat Adi Subhan mengatakan, pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkembangkan wirausaha baru sekaligus mendukung program prioritas Bupati Sidoarjo, yakni UMKM naik kelas.

“Dalam rangka menumbuhkembangkan wirausaha baru, kita melakukan pelatihan yang kemudian diteruskan dengan berbagai fasilitasi. Termasuk pengurusan perizinan seperti NIB dan lainnya untuk memenuhi kriteria UMKM naik kelas,” kata Amat, Selasa (11/8/2026).

Menurut dia, materi pelatihan tidak hanya berfokus pada pengembangan produk. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai literasi usaha, manajemen perusahaan, hingga manajemen usaha.

Amat menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta dalam setiap tahap. Peserta kemudian dibagi menjadi dua sesi, masing-masing 50 orang pada pagi dan 50 orang pada siang hari.

“Totalnya ada 300 wirausaha baru yang mengikuti kegiatan ini,” jelasnya.

Para peserta berasal dari berbagai jenis usaha. Tidak hanya sektor makanan dan minuman (mamin), tetapi juga pelaku usaha di bidang ekonomi kerajinan (ekraf) serta berbagai sektor usaha lainnya.

“Bermacam-macam. Ada dari kerajinan, makanan dan minuman, serta usaha lainnya di luar makanan dan minuman,” ungkap dia. 

Pendaftaran peserta dilakukan secara daring sehingga tidak dibatasi berdasarkan asal kecamatan. Masyarakat yang memenuhi kriteria dapat mengikuti pelatihan dengan melakukan pendaftaran melalui kanal yang telah disediakan Dinkop Usaha Mikro Sidoarjo.

“Selain materi manajemen usaha, pelatihan juga diarahkan untuk membuka peluang bagi WUB agar dapat masuk ke pasar yang lebih luas. Salah satunya melalui pemahaman mengenai pengadaan barang dan jasa (PBJ) pemerintah,” imbuh Amat.

Amat menyebut materi PBJ akan diberikan secara khusus pada sesi terakhir pelatihan. Peserta akan mendapatkan pemahaman mengenai peluang usaha mikro untuk mengikuti proses pengadaan barang dan jasa pemerintah, termasuk sektor makanan dan minuman.

“Besok khusus materi PBJ. Bagaimana UMKM bisa mengikuti pengadaan barang dan jasa, termasuk untuk kebutuhan di lingkungan pemerintahan,” terangnya.

Materi pelatihan menghadirkan praktisi dan akademisi sebagai narasumber. Kehadiran para narasumber tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif praktis sekaligus pengetahuan yang relevan bagi pelaku usaha yang sedang mengembangkan bisnisnya.

Amat berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan usahanya.

“Kita mengharapkan para pelaku WUB bisa terus berkembang dan mengikuti perkembangan serta kebutuhan pasar,” katanya.

Dinkop Usaha Mikro Sidoarjo juga berencana menggelar pelatihan serupa secara berkala. Pelatihan manajemen usaha dan peningkatan kapasitas usaha mikro ditargetkan dapat dilaksanakan sekitar tiga bulan sekali sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun.

“Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem wirausaha baru di Sidoarjo sekaligus mempercepat terwujudnya UMKM yang lebih mandiri, berdaya saing, dan naik kelas,” pungkasnya. 

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil Buka Pekan Raya Jatim 2026, Optimistis UMKM Makin Berkembang
EJIF 2026 Catat Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun, Wagub Emil Dorong Industri Jatim Naik Kelas
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Sumut, Transaksi Tembus Rp2,843 Triliun
FESyar Regional Jawa 2026 Resmi Ditutup, Wagub Emil Dorong Penguatan UMKM Syariah
Emil Kembali Pimpin MES Jatim, Ning Lia Optimistis Ekonomi Syariah Makin Berdampak
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Arab Saudi, Potensi Transaksi Tembus Rp6,71 Triliun
Berawal dari Bantuan Pokir, Vike Dorong Telur Omega 3 Sukodono Tembus Pasar Retail
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-139 di Mojokerto, Bahan Pokok Terjangkau untuk Warga
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Wagub Emil Buka Pekan Raya Jatim 2026, Optimistis UMKM Makin Berkembang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 02:49 WIB

EJIF 2026 Catat Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun, Wagub Emil Dorong Industri Jatim Naik Kelas

Rabu, 30 September 2026 - 11:40 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Sumut, Transaksi Tembus Rp2,843 Triliun

Senin, 28 September 2026 - 22:05 WIB

FESyar Regional Jawa 2026 Resmi Ditutup, Wagub Emil Dorong Penguatan UMKM Syariah

Minggu, 27 September 2026 - 18:13 WIB

Emil Kembali Pimpin MES Jatim, Ning Lia Optimistis Ekonomi Syariah Makin Berdampak

Berita Terbaru

WhatsApp