Surabaya – Upaya mendorong pelaku usaha mikro naik kelas terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo menggelar pelatihan manajemen usaha dan peningkatan kapasitas usaha mikro selama tiga hari, 10–12 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo tersebut diikuti sekitar 300 wirausaha baru (WUB). Peserta mengikuti pelatihan secara bertahap dengan pembagian dua sesi setiap hari.
Kabid Pemberdayaan Usaha dan Ekonomi Mikro Dinkop Usaha Mikro Sidoarjo Amat Adi Subhan mengatakan, pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkembangkan wirausaha baru sekaligus mendukung program prioritas Bupati Sidoarjo, yakni UMKM naik kelas.
“Dalam rangka menumbuhkembangkan wirausaha baru, kita melakukan pelatihan yang kemudian diteruskan dengan berbagai fasilitasi. Termasuk pengurusan perizinan seperti NIB dan lainnya untuk memenuhi kriteria UMKM naik kelas,” kata Amat, Selasa (11/8/2026).
Menurut dia, materi pelatihan tidak hanya berfokus pada pengembangan produk. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai literasi usaha, manajemen perusahaan, hingga manajemen usaha.
Amat menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta dalam setiap tahap. Peserta kemudian dibagi menjadi dua sesi, masing-masing 50 orang pada pagi dan 50 orang pada siang hari.
“Totalnya ada 300 wirausaha baru yang mengikuti kegiatan ini,” jelasnya.
Para peserta berasal dari berbagai jenis usaha. Tidak hanya sektor makanan dan minuman (mamin), tetapi juga pelaku usaha di bidang ekonomi kerajinan (ekraf) serta berbagai sektor usaha lainnya.
“Bermacam-macam. Ada dari kerajinan, makanan dan minuman, serta usaha lainnya di luar makanan dan minuman,” ungkap dia.
Pendaftaran peserta dilakukan secara daring sehingga tidak dibatasi berdasarkan asal kecamatan. Masyarakat yang memenuhi kriteria dapat mengikuti pelatihan dengan melakukan pendaftaran melalui kanal yang telah disediakan Dinkop Usaha Mikro Sidoarjo.
“Selain materi manajemen usaha, pelatihan juga diarahkan untuk membuka peluang bagi WUB agar dapat masuk ke pasar yang lebih luas. Salah satunya melalui pemahaman mengenai pengadaan barang dan jasa (PBJ) pemerintah,” imbuh Amat.
Amat menyebut materi PBJ akan diberikan secara khusus pada sesi terakhir pelatihan. Peserta akan mendapatkan pemahaman mengenai peluang usaha mikro untuk mengikuti proses pengadaan barang dan jasa pemerintah, termasuk sektor makanan dan minuman.
“Besok khusus materi PBJ. Bagaimana UMKM bisa mengikuti pengadaan barang dan jasa, termasuk untuk kebutuhan di lingkungan pemerintahan,” terangnya.
Materi pelatihan menghadirkan praktisi dan akademisi sebagai narasumber. Kehadiran para narasumber tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif praktis sekaligus pengetahuan yang relevan bagi pelaku usaha yang sedang mengembangkan bisnisnya.
Amat berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan usahanya.
“Kita mengharapkan para pelaku WUB bisa terus berkembang dan mengikuti perkembangan serta kebutuhan pasar,” katanya.
Dinkop Usaha Mikro Sidoarjo juga berencana menggelar pelatihan serupa secara berkala. Pelatihan manajemen usaha dan peningkatan kapasitas usaha mikro ditargetkan dapat dilaksanakan sekitar tiga bulan sekali sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun.
“Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem wirausaha baru di Sidoarjo sekaligus mempercepat terwujudnya UMKM yang lebih mandiri, berdaya saing, dan naik kelas,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful