Surabaya – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU sekaligus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Hj Arifatul Choiri Fauzi, meraih penghargaan Perempuan Berbakti 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas kiprahnya dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr Lia Istifhama, turut menyampaikan ucapan selamat atas penghargaan yang diterima Arifah Fauzi. Ning Lia menilai penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi perempuan dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Arifah meraih penghargaan kategori Women of Excellence in Inspirational Leadership for the Nation yang diberikan oleh Corporate Forum for CSR Development.
“Selamat kepada Ibu Hj Arifah Choiri Fauzi atas penghargaan Perempuan Berbakti 2026. Semoga penghargaan ini semakin menguatkan langkah dan pengabdian untuk perempuan, keluarga, masyarakat, dan negeri,” ujar Ning Lia dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).
Menurut Ning Lia, penghargaan bagi perempuan inspiratif tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga dapat mendorong semakin banyak perempuan mengambil peran di ruang publik dan memberikan manfaat di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan keluarga.
Dalam sejumlah kesempatan, Arifah Fauzi juga menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam berbagai proses perubahan. Saat membuka Women’s Inspiration Award 2026, Arifah menyebut perempuan memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan yang dapat dimulai dari keluarga hingga memberikan dampak bagi masyarakat dan bangsa.
Penghargaan Perempuan Berbakti 2026 juga menambah catatan apresiasi terhadap kiprah Arifah dalam pemberdayaan perempuan. Selain menjabat Menteri PPPA, Arifah dipercaya memimpin PP Muslimat NU periode 2025-2030 setelah terpilih dalam Kongres XVIII Muslimat NU di Surabaya pada Februari 2025.
Bagi Ning Lia, penghargaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi perempuan di berbagai bidang.
“Semoga menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk terus berkarya, berdaya, dan memberikan manfaat. Pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan selalu menemukan jalannya untuk memberikan dampak yang lebih luas,” kata Ning Lia.
Agenda pemberdayaan perempuan juga terus didorong melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan media. Kementerian PPPA menekankan pentingnya menciptakan ruang yang aman sekaligus memperkuat perempuan agar dapat berdaya secara optimal.
“Penghargaan Perempuan Berbakti 2026 menjadi energi baru bagi perempuan untuk terus mengambil peran, memperluas manfaat, serta menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat