Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Gresik, Lia Istifhama Dorong Penguatan Madrasah

Belum ada data penulis & editor

- Author

Minggu, 8 Februari 2026 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Anggota MPR RI dari unsur DPD asal Jawa Timur Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Anggota MPR RI dari unsur DPD asal Jawa Timur Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

DigitalJatim.com – Anggota MPR RI dari unsur DPD asal Jawa Timur Lia Istifhama menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan yang dirangkai dengan dialog kinerja 2026 bersama kementerian Agama Kabupaten Gresik, Minggu (8/2/2026).

Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi sekaligus menyerap aspirasi terkait pengembangan pendidikan dan layanan keagamaan.

Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan dan aparatur sipil negara Kemenag Gresik, para kepala madrasah, serta pemangku kepentingan pendidikan keagamaan. Dialog berlangsung terbuka dan produktif, dengan fokus pada evaluasi program serta perumusan langkah berkelanjutan guna memperkuat peran madrasah sebagai pilar pembentukan sumber daya manusia berkarakter.

Plt. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan pendidikan keagamaan. Menurutnya, momentum ini menjadi refleksi bersama untuk memperkuat peran Kemenag sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik berbasis nilai.

“Kami pun mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Bu Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang dinilai konsisten memperhatikan penguatan sumber daya manusia dan pendidikan keagamaan,” ujarnya.

Menurut Faiq, sinergi pusat dan daerah merupakan kunci agar program pembinaan di Kabupaten Gresik dapat berjalan optimal.

Dalam dialog tersebut, sejumlah aspirasi strategis disampaikan, di antaranya terkait keberadaan lebih dari 800 madrasah di Kabupaten Gresik yang membutuhkan perhatian berkelanjutan, khususnya dalam aspek pendanaan dan penguatan regulasi. Kondisi ini dipandang sebagai potensi besar yang perlu didukung secara sistematis oleh pemerintah.

Isu pengelolaan aset wakaf juga menjadi perhatian. Banyak kantor layanan keagamaan dan madrasah berdiri di atas tanah wakaf yang memiliki nilai sosial tinggi, namun masih menghadapi kendala regulasi dalam skema pembiayaan negara. Kemenag Gresik berharap adanya kebijakan yang lebih adaptif agar aset wakaf dapat dioptimalkan untuk kepentingan pendidikan dan pelayanan publik.

BACA JUGA  Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Selain itu, peningkatan kesejahteraan guru madrasah non-ASN turut menjadi aspirasi penting. Para peserta berharap adanya kebijakan yang mampu mengurangi kesenjangan, sehingga tenaga pendidik dapat lebih fokus menjalankan peran strategisnya dalam mencetak generasi berkarakter dan berdaya saing.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Lia Istifhama mengapresiasi keterbukaan dan semangat kolaboratif Kemenag Gresik. Ia menilai dialog yang dirangkai dengan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan menjadi forum tepat untuk menyelaraskan nilai kebangsaan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

“Pendidikan keagamaan adalah investasi jangka panjang bangsa. Nilai-nilai yang ditanamkan di madrasah sejalan dengan semangat Empat Pilar Kebangsaan dalam membangun moral, akal sehat, dan karakter masyarakat,” ujar senator yang akrab disapa Ning Lia itu.

Ia juga menegaskan pentingnya kesinambungan kebijakan nasional agar program prioritas tidak terhenti oleh dinamika pergantian kepemimpinan. Menurutnya, perencanaan pembangunan nasional harus menjadi komitmen bersama lintas periode demi memastikan anggaran negara benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Melalui dialog yang konstruktif ini, Lia Istifhama menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi Kemenag Kabupaten Gresik di tingkat nasional.

“Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pun diharapkan menjadi momentum penguatan nilai, perbaikan regulasi, serta peningkatan kualitas pendidikan keagamaan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (ful)

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan
Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis
Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu
Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama
Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda
Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan
Cegah Insiden Keracunan MBG, Senator Lia Dorong Penguatan Holding Time dan Keterbukaan Informasi
Hearing MBG di DPRD Sidoarjo Tak Dihadiri BGN, Dhamroni Dorong Audit Operasional SPPG
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:45 WIB

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIB

Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Minggu, 6 September 2026 - 11:44 WIB

Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda

Berita Terbaru

WhatsApp