Sepakat dengan Presiden Prabowo, Senator Lia Istifhama Apresiasi Kinerja MA Wujudkan Peradilan Cepat

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful

- Author

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI / MPR RI Lia Istifhama. (Dok. Istimewa)

Anggota DPD RI / MPR RI Lia Istifhama. (Dok. Istimewa)

Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja Mahkamah Agung (MA) dalam menyelesaikan perkara. Apresiasi itu disampaikan saat Presiden menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan sejumlah capaian di bidang hukum dan peradilan. Salah satunya terkait produktivitas MA dalam menyelesaikan perkara yang dinilai menjadi bagian penting dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan Presiden, MA menangani 38.148 perkara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 37.973 perkara telah diputus.

Dengan demikian, produktivitas MA dalam memutus perkara mencapai 99,54 persen. Sementara itu, sebanyak 35.728 perkara atau 96,74 persen dapat diselesaikan pada tahap minutasi dalam waktu kurang dari tiga bulan.

“Ini adalah capaian ketepatan waktu yang tinggi bagi MA dalam menyelesaikan perkara,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Capaian tersebut juga menjadi bagian dari keberhasilan MA mempertahankan rasio produktivitas di atas 99 persen selama enam tahun berturut-turut.

Senator DPD RI Dapil Jawa Timur, Lia Istifhama, turut mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, penyelesaian perkara secara cepat merupakan salah satu upaya menghadirkan kepastian hukum sekaligus mencegah masyarakat terlalu lama berada dalam ketidakpastian.

“Seperti yang disampaikan Presiden, apresiasi terhadap lembaga peradilan, khususnya Mahkamah Agung, patut diberikan karena penyelesaian perkara yang cepat merupakan bagian dari upaya menciptakan keadilan. Sebab, ketika perkara terlalu lama diselesaikan, ketidakadilan juga berpotensi diperpanjang,” ujar Senator Lia.

Meski demikian, Senator Jatim yang akrab disapa Ning Lia itu mengingatkan agar kecepatan penyelesaian perkara tetap diimbangi kualitas putusan.

Menurutnya, kinerja peradilan tidak cukup hanya diukur dari banyaknya perkara yang berhasil diselesaikan. Aspek ketelitian, independensi hakim, transparansi, serta rasa keadilan bagi para pihak juga harus menjadi perhatian.

BACA JUGA  8 Bandara Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini Daftarnya

“Yang kami harapkan juga kecepatan penyelesaian perkara harus tetap dibarengi dengan ketelitian, independensi, dan keberpihakan pada nilai-nilai keadilan,” tegasnya.

Senator Lia menilai produktivitas 99,54 persen merupakan indikator positif bagi lembaga peradilan. Namun, capaian kuantitatif tersebut harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pelayanan hukum dan kemudahan masyarakat memperoleh akses keadilan.

“Angka 99,54 persen tentu merupakan capaian yang patut diapresiasi. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat merasakan dampaknya. Masyarakat diharapkan tidak hanya melihat angka produktivitas, tetapi juga harus merasakan bahwa proses peradilan semakin mudah, cepat, transparan, dan adil,” katanya.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menempatkan capaian kinerja peradilan tersebut dalam konteks penguatan supremasi hukum dan kemandirian kekuasaan kehakiman.

“Kita harus menjaga supremasi hukum dan kemandirian hakim,” tegas Prabowo.

Presiden menekankan bahwa keadilan harus dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Akses terhadap keadilan, kata dia, tidak boleh hanya dinikmati kelompok yang memiliki kekuatan maupun sumber daya.

Pesan tersebut juga mencakup pentingnya memastikan masyarakat yang berada dalam posisi paling lemah tetap mendapatkan perlindungan dan akses terhadap keadilan melalui pengadilan.

Selain itu, Prabowo menyinggung peningkatan kesejahteraan hakim sebagai bagian dari perhatian pemerintah terhadap kemandirian hakim.

Bagi Senator Lia, pesan tersebut penting untuk memastikan peningkatan produktivitas lembaga peradilan tetap berjalan seiring dengan penguatan independensi hakim dan pemerataan akses keadilan.

“Kecepatan penyelesaian perkara tentu penting. Tetapi kecepatan itu harus menghasilkan putusan yang berkualitas dan benar-benar memberikan rasa keadilan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Kemkomdigi Perkuat Jaringan Telekomunikasi
Khofifah Ajak IKA UNAIR Kaltara Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Maulidurrasul dan Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Dorong Perempuan Jadi Penggerak Perdamaian
8 Bandara Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini Daftarnya
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, 4 Bandara Ditutup Sementara
Bertemu Dubes AS untuk ASEAN, Presiden Prabowo Dorong Kerja Sama dan Stabilitas Kawasan
Presiden Prabowo Bahas Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN, 290 Perusahaan Ditutup
BGN Targetkan 72,4 Juta Penerima MBG pada 2027, Anggaran Rp373,3 Miliar Disiapkan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:25 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Kemkomdigi Perkuat Jaringan Telekomunikasi

Rabu, 9 September 2026 - 21:36 WIB

Maulidurrasul dan Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Dorong Perempuan Jadi Penggerak Perdamaian

Senin, 7 September 2026 - 16:26 WIB

8 Bandara Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini Daftarnya

Senin, 7 September 2026 - 11:58 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, 4 Bandara Ditutup Sementara

Minggu, 6 September 2026 - 04:18 WIB

Bertemu Dubes AS untuk ASEAN, Presiden Prabowo Dorong Kerja Sama dan Stabilitas Kawasan

Berita Terbaru

WhatsApp