Senator Muda Lia Istifhama Dorong Literasi sebagai Kunci Indonesia Emas 2045

Editor Yoyok

- Author

Kamis, 30 April 2026 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama.

Anggota DPD RI Lia Istifhama.

Editor: Yoyok

Surabaya – Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama menegaskan bahwa kunci mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak hanya terletak pada bonus demografi, pertumbuhan ekonomi, maupun kemajuan teknologi digital. Lebih dari itu, bangsa ini membutuhkan fondasi kuat berupa budaya literasi yang tumbuh dari keluarga, sekolah, hingga ruang publik.

Pesan tersebut disampaikan Lia saat menjadi narasumber podcast Hari Kartini di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Rabu (29/4/2026), dengan tema Perempuan sebagai Penggerak Literasi Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Lia, negara besar adalah negara yang mampu mengelola pengetahuan. Karena itu, budaya membaca harus ditempatkan sebagai arus utama pembangunan sumber daya manusia. Tanpa literasi yang kuat, transformasi digital hanya akan melahirkan generasi yang cepat menerima informasi, tetapi lemah dalam menyaring, menganalisis, dan mengimplementasikan pengetahuan.

“Indonesia Emas 2045 harus dibangun di atas kecerdasan kolektif bangsa. Dan kecerdasan itu lahir dari budaya membaca, budaya berpikir, dan budaya belajar yang terus hidup di tengah masyarakat. Karena itu, literasi harus menjadi panglima,” tegas Lia.

Politisi perempuan yang dikenal aktif menyuarakan isu pendidikan dan pemberdayaan perempuan itu juga menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya ibu, sebagai pintu pertama literasi. Menurutnya, rumah harus kembali menjadi ruang tumbuhnya kebiasaan membaca, berdiskusi, dan membangun ikatan emosional yang sehat antara orang tua dan anak.

“Buku bukan sekadar bacaan. Buku adalah jendela dunia, alat membentuk karakter, sekaligus ruang lahirnya gagasan besar. Pena lebih tajam dari pedang karena pengetahuan mampu mengubah peradaban,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si menyebut literasi merupakan ujung tombak pembangunan manusia yang berkualitas. Menurutnya, transformasi digital yang berkembang pesat justru harus dimanfaatkan untuk memperluas akses membaca dan pengetahuan.

BACA JUGA  Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

“Perpustakaan hari ini harus menjadi pusat kreativitas, ruang diskusi, dan tempat tumbuhnya inovasi. Teknologi digital adalah jembatan, tetapi budaya membaca tetap pondasi utama menuju bangsa yang maju,” katanya.

Ia berharap semangat literasi tidak berhenti pada seremoni Hari Kartini, melainkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, komunitas, dan pemerintah. Dengan demikian, cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak sekadar menjadi slogan, tetapi benar-benar terwujud melalui generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan
Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis
Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu
Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama
Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda
Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan
Cegah Insiden Keracunan MBG, Senator Lia Dorong Penguatan Holding Time dan Keterbukaan Informasi
Hearing MBG di DPRD Sidoarjo Tak Dihadiri BGN, Dhamroni Dorong Audit Operasional SPPG
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:45 WIB

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIB

Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Minggu, 6 September 2026 - 11:44 WIB

Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda

Berita Terbaru

WhatsApp