Senator Lia Istifhama Tekankan Pentingnya Dialog untuk Menjaga Kelestarian Cagar Budaya

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Jumat (26/6/2026), berakhir ricuh. Bahkan sejumlah fasilitas umum ikut dirusak.

Menyikapi hal tersebut, Anggota DPD RI, Lia Istifhama, angkat bicara. Ia mengajak seluruh pihak untuk kembali mengedepankan semangat guyub rukun.

Ning Lia, sapaan akrabnya, menyampaikan keprihatinan mendalam atas terjadinya aksi anarkis dalam penyampaian aspirasi tersebut.

Ia menegaskan bahwa menyuarakan pendapat di muka umum adalah hak konstitusional yang dilindungi, namun harus dibarengi dengan tanggung jawab bersama dalam menjaga ketertiban.

“Saya sangat mendukung masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya sebagai bentuk kepedulian terhadap bangsa. Namun, saya sangat menyayangkan jika aksi tersebut harus dibarengi dengan tindakan anarkisme, apalagi hingga merusak fasilitas umum,” ujar Ning Lia saat dimintai keterangan, Sabtu (27/6/2026).

Lebih lanjut, Ning Lia menekankan pendekatan yang humanis dan inklusif. Ia mengajak para pengunjuk rasa untuk tetap menjunjung tinggi kedamaian di atas segalanya.

“Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat kita adalah masyarakat yang cerdas dan beradab. Aspirasi tetap bisa tersampaikan dengan elegan tanpa harus merusak. Semangat guyub rukun harus tetap menjadi ruh kita dalam berbangsa,” tambahnya.

Terkait pengerusakan bangunan, Ning Lia mengingatkan bahwa Gedung Negara Grahadi bukan sekadar kantor pemerintahan, melainkan bangunan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Gedung Grahadi, kata dia, wajib dilindungi oleh seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, menjaga kelestarian bangunan bersejarah adalah cerminan kemajuan suatu bangsa.

“Dunia menaruh perhatian besar pada negara yang mampu menjaga warisan sejarahnya. Jika kita ingin Indonesia menjadi pusat wisata dunia, langkah kecilnya adalah dengan menghargai dan merawat aset-aset sejarah milik negara seperti Grahadi ini,” jelasnya.

BACA JUGA  Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Ia juga mengingatkan kembali memori kolektif masyarakat atas musibah kebakaran yang pernah menimpa Grahadi beberapa waktu silam. Ning Lia berharap kejadian tersebut menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk lebih waspada dan tidak membiarkan sejarah kelam itu terulang kembali.

Dalam kesempatan yang sama, Ning Lia juga menyoroti pentingnya peran Aparat Penegak Hukum (APH) dalam melakukan langkah preventif.

Ia mendorong APH untuk melakukan antisipasi sejak dini guna memastikan aksi unjuk rasa berjalan damai tanpa berujung pada kerusuhan yang merugikan kepentingan umum.

“Kolaborasi antara kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas umum dan kesigapan APH dalam melakukan antisipasi sejak dini adalah kunci. Mari kita jaga marwah rumah rakyat ini bersama-sama, karena ini adalah warisan negara yang harus kita titipkan dengan kondisi baik kepada generasi mendatang,” tuntasnya.

Sebelumnya, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan polisi menghormati penyampaian aspirasi, tetapi tidak akan membiarkan tindakan yang mengganggu keamanan.

“Kami akan melayani aksi unjuk rasa, tolong hentikan atau kita akan melakukan tindakan tegas. Sekali lagi kami berikan kesempatan meninggalkan lokasi ini, atau kita melakukan langkah-langkah tegas terukur,” ungkap Luthfie, Sabtu (27/6/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan dipicu setelah sejumlah oknum membakar sampah di depan pintu masuk Grahadi dan merusak pagar pembatas lantaran tidak ada perwakilan pemerintah yang menemui massa.

Setelah tiga kali imbauan pembubaran tidak diindahkan, aparat gabungan TNI-Polri akhirnya mengerahkan kendaraan taktis serta menyemprotkan water cannon untuk membubarkan massa.

Dalam proses tersebut, polisi mengamankan belasan orang di sekitar lokasi. Mereka terdiri atas sejumlah peserta aksi hingga seorang pedagang es keliling yang berada di sekitar titik demonstrasi.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan
Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis
Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu
Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama
Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda
Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan
Cegah Insiden Keracunan MBG, Senator Lia Dorong Penguatan Holding Time dan Keterbukaan Informasi
Hearing MBG di DPRD Sidoarjo Tak Dihadiri BGN, Dhamroni Dorong Audit Operasional SPPG
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:45 WIB

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIB

Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Minggu, 6 September 2026 - 11:44 WIB

Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda

Berita Terbaru

WhatsApp