Senator Lia Istifhama Soroti Pentingnya Solidaritas Jamaah Saat Puncak Armuzna Berlangsung

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anggota DPD RI Jatim yang saat ini juga melangsungkan ibadah haji, Dr. Lia Istifhama (Foto: Istimewa)

anggota DPD RI Jatim yang saat ini juga melangsungkan ibadah haji, Dr. Lia Istifhama (Foto: Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Mekkah – Seperti diketahui, Armuzna yang merupakan rangkaian puncak ibadah haji, yakni: Arafah, Muzdalifah, dan Mina, masih berlangsung sejak tanggal 8 hingga 13 Zulhijjah lusa. Aktivitas utama haji ini tentunya membutuhkan konsentrasi dan kesehatan fisik jamaah akibat pelaksanaan dilakukan setelah sekian minggu para jamaah beribadah wajib dan sunnah selama di tanah suci.

Atas hal ini, anggota DPD RI Jatim yang saat ini juga melangsungkan ibadah haji, Dr. Lia Istifhama, menyampaikan beberapa hal penting sebagai supporting utama kelancaran ibadah. Hal utama yang ia tekankan adalah solidaritas jamaah.

“Solidaritas dan semangat persaudaraan para jamaah, adalah kunci tumbuhnya psikologi yang nyaman dan kemudian sekaligus mendorong kekuatan fisik secara alami para jamaah untuk tetap menjalankan ibadah dengan bahagia dan ikhlas, karena kita semua sedang jauh dari keluarga yang kita cintai,” ujarnya Kamis (28/5/2026).

“Kita semua lagi di negeri orang dengan situasi yang berbeda dengan negeri asal, terutama terkait suhu dan cuaca, dan kita bersama dengan jamaah dari berbagai belahan dunia. Maka pikiran positif harus dikuatkan dan terus ditumbuhkan. Ini akan berhasil dan alami menyatu dari diri jika teman sekamar atau teman rombongan kita sama-sama saling menguatkan kebersamaan,” terangnya.

Selain solidaritas, ia menekankan pentingnya keyakinan bahwa proses ibadah akan lancar dan tidak perlu panik.

“Kebetulan saya pernah menempuh perjalanan dengan bus sholawat. Kemudian saat balik ke masjidil haram dan menuju hotel menginap, jam sudah menunjukkan waktu sholat subuh. Setelah menempuh perjalanan dari hotel tempat kloter Jatim menginap dengan bus sholawat yang cukup macet, akhirnya saya sampai di Terminal Syib Amir.”

BACA JUGA  Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

“Kemudian karena sangat padat jamaah yang turun dari terminal menuju masjidil haram, maka saya putuskan berjalan pulang sendiri tanpa didampingi kerabat yang sempat mendampingi di bus. Saya membangun pikiran sederhana, bahwa saya harus sendiri karena tidak mungkin berjalan berdampingan, pasti terpisah juga. Maka bismillah saya pulang sendiri. Kuncinya hanya berpikir positif, bahwa pasti banyak juga jamaah yang seperti saya namun mereka juga baik-baik saja.”

“Yang utama, selalu cari jamaah Indonesia atau jamaah dari negara asal selama kita berjalan kaki. Jadi kebetulan jamaah regular kan mengenakan ransel BSI (Bank Syariah Indonesia), maka meski saya berjalan cepat menerobos kepadatan jamaah, saya akan terus menemukan penanda ransel BSI. Dan tersenyum sekaligus menyampaikan kata afwan atau maaf jika mencoba mendahului jamaah lainnya.”

“Kemudian memilih jalan dari sisi luar, bukan memilih akses masuk ke masjidil haram, tapi akses jalan menuju sisi pelataran masjidil haram atau zam-zam tower. Jadi pasti berbeda dengan tujuan jamaah yang semula turun dari terminal, karena mereka umumnya memilih akses masuk masjid. Tapi sekali lagi tidak perlu panik, bismillah sih kuncinya. Jika tidak menemukan jamaah Indonesia lagi, maka kita fokus menuju penanda tower tempat kita menginap,” imbuhnya.

Hal sama ia maksudkan ketika menjalankan rangkaian ibadah haji, termasuk armuzna.

“Misal selepas lempar jumroh, kita terpisah dari rombongan, maka bismillah jangan panik. Karena negara kita ini mayoritas jamaah, jadi harus tenang, sambil tetapi jalan ke depan menemukan jamaah yang satu rombongan. Dan alhamdulillah dalam waktu dekat dipertemukan dengan jamaah rombongan. Karena pada akhirnya rombongan juga saling mengecek siapa yang tertinggal atau terpisah. Intinya apapun tidak perlu panik, tetap fokus berjalan dan bismillah yakin dipertemukan dengan serombongan.”

BACA JUGA  Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Di akhir, selama mengemban tugas tim pengawasan haji melalui Komite III DPD RI, senator cantik itu mengakui bahwa ketidaksempurnaaan adalah keniscayaan.

“Kita harus mengakui, bahwa Kementerian Haji atau Kemenhaj sudah berusaha memberikan kemudahan kelancaran sejak jamaah haji hendak berangkat hingga di tanah suci. Namun sekali lagi, kita semua di negeri orang, berjumpa dengan jutaan jamaah lintas negara, di waktu dan tempat yang sama. Jadi pasti sangat muncul potensi kepadatan, baik perjalanan yang macet dan menempuh jarak jalan kaki belasan kilo, akses kamar mandi antrian mengular, maupun tenda di mina yang sangat padat dan hanya bisa digunakan duduk saja misalnya, maka semoga hal ini menjadi kepasrahan diri selama beribadah.”

“Apa yang kurang, semoga kita bisa ikhlas menerima, karena kita telah dipanggil di tanah suci ketika jutaan lainnya masih antri untuk berhaji. Bismillah jika ada kesulitan atau ketidaknyamanan, kita bisa melalui. Kemudian dalam hitungan jam, kita bisa menemukan kenyamanan kembali. Intinya kan apa yang kita rasakan, itu juga dirasakan dan dilalui jamaah lainnya. Jadi ketika mereka juga ikhlas, maka semoga kita juga,” pungkasnya seraya tersenyum.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan
Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis
Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu
Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama
Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda
Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan
Cegah Insiden Keracunan MBG, Senator Lia Dorong Penguatan Holding Time dan Keterbukaan Informasi
Hearing MBG di DPRD Sidoarjo Tak Dihadiri BGN, Dhamroni Dorong Audit Operasional SPPG
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:45 WIB

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIB

Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Minggu, 6 September 2026 - 11:44 WIB

Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda

Berita Terbaru

WhatsApp