Senator Lia Istifhama Dukung Kebijakan Baru Ojol, Negara Hadir Lindungi Kesejahteraan Pekerja Digital

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI / MPR RI Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Anggota DPD RI / MPR RI Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Anggota DPD RI dari Dapil Jawa Timur, Lia Istifhama menyambut baik kebijakan baru pemerintah mengenai skema pembagian pendapatan pengemudi ojek online (ojol). Menurut senator yang akrab disapa Ning Lia itu, kebijakan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada pekerja di sektor ekonomi digital.

Melalui aturan terbaru, pengemudi memperoleh porsi pendapatan sebesar 92 persen, sementara potongan aplikasi dibatasi maksimal 8 persen. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan para driver yang selama ini menjadi bagian penting dalam menopang mobilitas masyarakat dan roda perekonomian.

“Ini merupakan kabar baik bagi para pengemudi ojek online. Negara menunjukkan keberpihakannya dengan memastikan pembagian pendapatan yang lebih adil sehingga kesejahteraan para driver dapat meningkat,” ujar Ning Lia, Jumat (26/6/2026).

Ning Lia menilai, para pengemudi ojol selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, mereka layak memperoleh kepastian penghasilan yang lebih adil serta perlindungan dari negara.

“Dengan porsi pendapatan mencapai 92 persen, tentu akan memberikan dampak positif terhadap penghasilan para pengemudi. Ini menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras mereka yang setiap hari melayani masyarakat,” katanya.

Keponakan Gubernur Jawa Timur itu menegaskan bahwa pesatnya perkembangan ekonomi digital harus diimbangi dengan regulasi yang berpihak kepada para pekerja platform digital. Menurutnya, transformasi teknologi tidak boleh mengesampingkan aspek keadilan dan perlindungan tenaga kerja.

“Transformasi digital memang tidak bisa dihindari, tetapi perlindungan terhadap pekerjanya juga harus menjadi prioritas. Negara wajib hadir untuk memastikan keadilan bagi seluruh pihak, termasuk para driver ojol,” tegasnya.

Meski demikian, Ning Lia mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan tersebut sangat bergantung pada implementasi di lapangan. Karena itu, ia mendorong adanya pengawasan bersama agar aturan berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan kesejahteraan pengemudi tanpa mengganggu keberlangsungan ekosistem transportasi daring.

BACA JUGA  Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Ia mengajak pemerintah, perusahaan aplikasi, komunitas pengemudi, hingga masyarakat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan kebijakan tersebut.

“Regulasi yang baik harus dikawal secara kolektif. Pemerintah membuat aturan, perusahaan menjalankan dengan penuh tanggung jawab, dan masyarakat ikut mengawasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para pengemudi,” ungkapnya.

Ning Lia berharap kebijakan baru tersebut menjadi momentum penguatan perlindungan bagi pekerja digital di Indonesia. Menurutnya, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pada akhirnya, pembangunan ekonomi digital yang berkelanjutan harus menempatkan manusia sebagai pusatnya. Ketika para driver sejahtera, maka ekosistem transportasi online juga akan tumbuh lebih sehat dan berkeadilan,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp