Senator Lia Istifhama Dorong Evaluasi Batas Belanja Pegawai 30 Persen APBD demi Tingkatkan Kualitas Guru dan ASN

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur Lia Istifhama. (dok. Istimewa)

Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur Lia Istifhama. (dok. Istimewa)

Surabaya – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mendorong pemerintah mengevaluasi kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, kebijakan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi fiskal masing-masing daerah agar tidak menghambat peningkatan kualitas guru dan aparatur sipil negara (ASN).

Ketentuan batas belanja pegawai itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD), tepatnya Pasal 146. Aturan tersebut bertujuan menjaga kesehatan fiskal daerah agar alokasi anggaran lebih seimbang antara belanja pegawai, pelayanan publik, dan pembangunan.

Namun, Lia menilai implementasi di lapangan belum sepenuhnya ideal. Sejumlah pemerintah daerah masih menghadapi tekanan fiskal, terutama dalam membiayai tenaga honorer dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang jumlahnya terus meningkat.

Lia meminta pemerintah pusat segera melakukan pemetaan nasional terhadap kemampuan fiskal pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan ASN, khususnya PPPK. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengidentifikasi daerah yang memiliki risiko fiskal tinggi.

Daerah yang dimaksud antara lain memiliki belanja pegawai tinggi, pendapatan asli daerah (PAD) rendah, serta ketergantungan besar terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.

“Semangat pengaturan ini sangat baik untuk menjaga keseimbangan fiskal daerah. Namun, perlu ada fleksibilitas dan evaluasi agar tidak menghambat peningkatan kualitas guru dan ASN, terutama dalam pemenuhan kebutuhan tenaga pendidikan,” ujar Lia, Selasa (21/7/2026).

Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu menegaskan sektor pendidikan tidak boleh menjadi pihak yang dirugikan akibat pembatasan belanja pegawai. Menurutnya, guru, baik honorer maupun PPPK, memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Lia juga menyoroti berkurangnya skema Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut dinilai membuat sejumlah pemerintah daerah semakin terbatas dalam menyusun kebijakan anggaran, termasuk untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidikan dan ASN.

BACA JUGA  Curhat Warga Saat Reses, Musyafak Rouf Soroti Aturan Program Pemuda Tangguh hingga Pelatihan Kerja

Ia berharap pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih adaptif dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal masing-masing daerah agar tidak memicu kesenjangan layanan publik.

“Tujuan menjaga kesehatan fiskal tetap penting, tetapi jangan sampai mengorbankan sektor vital seperti pendidikan dan pelayanan publik,” tegasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Curhat Warga Saat Reses, Musyafak Rouf Soroti Aturan Program Pemuda Tangguh hingga Pelatihan Kerja
Reses DPRD Jatim Dimulai, 120 Anggota Dewan Serap Aspirasi di 720 Titik Se-Jawa Timur
Survei ARCI Ungkap Emil Dardak Masih Favorit Anak Muda, Lia Istifhama Naik Jadi Rival Terkuat
Agus Cah DPRD Jatim Dukung ASN Bekerja Dekat Domisili, Sebut Produktivitas dan Ketahanan Keluarga Meningkat
Hari Anak Nasional 2026, Lilik Hendarwati Ajak Lindungi Anak dari Ancaman Zaman dan Perkuat Ketahanan Keluarga
Lia Istifhama: Hari Anak Nasional Jadi Momentum Memperkuat Peran Orang Tua dan Lingkungan Sosial
HIV Jatim Tertinggi di Indonesia, Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim Dorong Edukasi dan Penanganan Tanpa Stigma
Bambang Ashraf Ingatkan RUU Pidana LGBT Berpotensi Timbulkan Diskriminasi jika Multitafsir
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 12:54 WIB

Curhat Warga Saat Reses, Musyafak Rouf Soroti Aturan Program Pemuda Tangguh hingga Pelatihan Kerja

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:49 WIB

Reses DPRD Jatim Dimulai, 120 Anggota Dewan Serap Aspirasi di 720 Titik Se-Jawa Timur

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:01 WIB

Survei ARCI Ungkap Emil Dardak Masih Favorit Anak Muda, Lia Istifhama Naik Jadi Rival Terkuat

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:41 WIB

Agus Cah DPRD Jatim Dukung ASN Bekerja Dekat Domisili, Sebut Produktivitas dan Ketahanan Keluarga Meningkat

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:57 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Lilik Hendarwati Ajak Lindungi Anak dari Ancaman Zaman dan Perkuat Ketahanan Keluarga

Berita Terbaru

Firman Syah Ali, anggota Persatuan Bani Bhuju' (PBB) Pamekasan. (Dok. Pribadi)

Citizen Reporter

Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026

Selasa, 28 Jul 2026 - 14:01 WIB

WhatsApp