Saham di Dua Hotel Bisa Jadi Solusi, PT Kasa Husada Ajukan Skema Penyelamatan ke Pemprov

Belum ada data penulis & editor

- Author

Senin, 9 Februari 2026 - 02:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur PT Kasa Husada Wira Jatim Norman Fauzi. (Foto: Istimewa)

Direktur PT Kasa Husada Wira Jatim Norman Fauzi. (Foto: Istimewa)

DigitalJatim.com – Direktur PT Kasa Husada Wira Jatim Norman Fauzi mengapresiasi langkah Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jawa Timur yang dinilainya peduli terhadap kondisi perusahaan alat kesehatan milik BUMD tersebut. Ia berharap catatan dan rekomendasi pansus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Norman mengungkapkan, manajemen baru yang dipimpinnya baru berjalan enam bulan dan harus menghadapi berbagai persoalan warisan. Mulai dari beban utang perusahaan hingga kewajiban pembayaran pesangon karyawan terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Kami betul-betul bekerja keras, terutama menjaga semangat karyawan yang tersisa. Saat ini kami hanya beroperasi dengan 42 karyawan, sekaligus berupaya menyelesaikan kewajiban pesangon,” ujar Norman di Surabaya, Senin (9/2/2026).

Ia menyebut, outstanding purchase order (PO) atau pesanan yang belum terlayani masih sangat tinggi, bahkan setara 1,2 kali kapasitas produksi. Padahal, hingga 2019, Kasa Husada mampu menyetor dividen hingga Rp 1,3 miliar.

“Ketika kondisi perusahaan memburuk, perhatian serius dari Pemprov belum kami rasakan. Kami berharap diberi kesempatan membenahi perusahaan ini agar bisa kembali lebih baik,” katanya.

Menurut Norman, manajemen baru melakukan efisiensi di berbagai lini, terutama produksi. Jika sebelumnya dibutuhkan puluhan pekerja untuk menghasilkan 30–50 koli per hari, kini dengan 12–13 orang perusahaan mampu memproduksi 25 koli per hari.

“Efisiensinya luar biasa, mulai listrik, air, hingga operasional kendaraan. Alhamdulillah, masih ada pihak yang percaya kepada kami,” ucapnya.

Selain efisiensi, manajemen juga mendorong digitalisasi sistem pelaporan dan melakukan restrukturisasi utang dengan pihak ketiga, baik yang sudah terdata maupun yang masih dalam proses verifikasi.

Norman juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Pansus dr Agung, Wakil Ketua Pansus Ra Nasih, serta seluruh anggota pansus dan fraksi di DPRD Jatim yang memberi perhatian terhadap kondisi Kasa Husada.

Kasa Husada berdiri sejak 1926 dengan nama awal Verbandstoffen Fabriek Soerabaia. Setelah nasionalisasi, perusahaan bertransformasi menjadi Kasa Husada dan sempat mengalami masa kejayaan. Namun sejak 2020, perusahaan mulai mengalami kemunduran, sementara sebagian besar aset bangunan dan peralatan produksi merupakan peninggalan lama yang tidak lagi sesuai perkembangan teknologi.

Sebagai langkah terobosan, manajemen mempercepat proses produksi dari barang setengah jadi serta mengejar target yang diarahkan PT Panca Wira Usaha (PWU) selaku holding.

Norman berharap adanya penyertaan modal dari Pemprov Jatim sebesar Rp 40–45 miliar untuk menyelamatkan perusahaan, termasuk menyelesaikan kewajiban pesangon karyawan.

“Sebenarnya, Kasa Husada memiliki saham di Hotel Bekizaar dan Hotel Farma. Dua saham itu bisa dibeli oleh BUMD lain yang sehat. Tentunya perlu kebijakan dari holding bersama Pemprov agar kebutuhan Rp 40–45 miliar bisa terpenuhi,” jelas dia.

“Fokus kami satu, Kasa Husada harus selamat. Dengan dukungan PWU, DPRD Jatim, Biro Perekonomian, Sekda, Wagub, hingga Gubernur, kami berharap rekomendasi pansus bisa berujung pada penyertaan modal,” pungkasnya. (ful)

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil Buka Pekan Raya Jatim 2026, Optimistis UMKM Makin Berkembang
EJIF 2026 Catat Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun, Wagub Emil Dorong Industri Jatim Naik Kelas
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Sumut, Transaksi Tembus Rp2,843 Triliun
FESyar Regional Jawa 2026 Resmi Ditutup, Wagub Emil Dorong Penguatan UMKM Syariah
Emil Kembali Pimpin MES Jatim, Ning Lia Optimistis Ekonomi Syariah Makin Berdampak
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Arab Saudi, Potensi Transaksi Tembus Rp6,71 Triliun
Berawal dari Bantuan Pokir, Vike Dorong Telur Omega 3 Sukodono Tembus Pasar Retail
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-139 di Mojokerto, Bahan Pokok Terjangkau untuk Warga
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Wagub Emil Buka Pekan Raya Jatim 2026, Optimistis UMKM Makin Berkembang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 02:49 WIB

EJIF 2026 Catat Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun, Wagub Emil Dorong Industri Jatim Naik Kelas

Rabu, 30 September 2026 - 11:40 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Sumut, Transaksi Tembus Rp2,843 Triliun

Senin, 28 September 2026 - 22:05 WIB

FESyar Regional Jawa 2026 Resmi Ditutup, Wagub Emil Dorong Penguatan UMKM Syariah

Minggu, 27 September 2026 - 18:13 WIB

Emil Kembali Pimpin MES Jatim, Ning Lia Optimistis Ekonomi Syariah Makin Berdampak

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp