Hadiri Sholawat Kemerdekaan di Sidoarjo, Gubernur Khofifah Ajak Jamaah Amalkan “My Religion My Morality”

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Minggu, 6 September 2026 - 04:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  saat menghadiri Dzikir, Doa Bersama, Sholawat Kemerdekaan, dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah bersama Majelis Dzikir dan Sholawat yang digelar Majlis Ta'lim Al-Yasmin di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo. (Dok. Humas Pemprov)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Dzikir, Doa Bersama, Sholawat Kemerdekaan, dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah bersama Majelis Dzikir dan Sholawat yang digelar Majlis Ta'lim Al-Yasmin di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo. (Dok. Humas Pemprov)

Sidoarjo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat menjadikan akhlakul karimah sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Dzikir, Doa Bersama, Sholawat Kemerdekaan, dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah bersama Majelis Dzikir dan Sholawat yang digelar Majlis Ta’lim Al-Yasmin di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (5/9/2026).

Gubernur Khofifah mengatakan, akhlak dan perilaku yang baik merupakan cerminan seorang muslim dalam menjalankan ajaran agama. Karena itu, nilai tersebut harus menjadi pijakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia kemudian mengutip pesan Syekh Afeefuddin Al-Jailani, keturunan langsung Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, yang menurutnya selalu mengajarkan pentingnya keterkaitan antara agama dan moral.

“Setiap Jumat beliau selalu mengajarkan ini. My religion my morality atau my morality my religion. Akhlakku, agamaku. Itulah yang kemudian menjadi fokus dari pengajian beliau yang saya harap bisa kita pedomani,” kata Gubernur Khofifah.

Selain memperkuat akhlak, Gubernur Khofifah mengajak masyarakat memperbanyak dzikir dan sholawat sekaligus mendoakan Indonesia. Apalagi, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini berdekatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia dibangun melalui keimanan, persatuan, perjuangan, dan pengorbanan.

“Kemerdekaan yang kita rayakan Agustus lalu bukan hanya ajang untuk mengenang, tetapi harus menjadi energi untuk terus meningkatkan kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat,” ujarnya.

Gubernur Khofifah menilai nilai-nilai perjuangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan memiliki keterkaitan dengan keteladanan Rasulullah SAW. Di antaranya kasih sayang, kejujuran, serta pengabdian kepada umat.

Karena itu, dzikir dan doa bersama dinilai bukan sekadar kegiatan seremonial. Bagi Khofifah, kegiatan tersebut menjadi ikhtiar spiritual untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan sekaligus momentum meneladani akhlak Rasulullah SAW.

BACA JUGA  Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat

“Sebenarnya Maulid Nabi Muhammad SAW itu memang berdekatan dengan 17 Agustusan. Tapi karena cintanya kita kepada Rasulullah, peringatan Maulid Nabi memang kita perpanjang dan kita lakukan terus menerus sesuai kemampuan,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat Jawa Timur menjadikan dzikir dan doa sebagai bagian dari ikhtiar membangun daerah. Kerja keras, kata Khofifah, harus berjalan beriringan dengan doa agar setiap langkah pembangunan mendapat keberkahan dan kemudahan dari Allah SWT.

“Kalau Allah tidak ridho, kita tidak akan bisa melakukan apapun. Dan tanpa pengorbanan para pendahulu, kita tidak akan ada di sini,” tegas Gubernur Khofifah.

Gubernur Khofifah sekaligus mengajak masyarakat mendoakan para pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.

“Mari kita kirimkan doa terbaik untuk pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia. Semoga seluruh amal baktinya diterima Allah SWT dan menjadi inspirasi bagi kita untuk terus mengabdi kepada masyarakat,” tuturnya.

Memasuki awal September, Gubernur Khofifah menyebut semangat kemerdekaan harus tetap dijaga. Ia mendorong seluruh elemen masyarakat mengisinya melalui gotong royong dan pengabdian sesuai bidang masing-masing.

“Mari kita isi kemerdekaan dan peringatan Maulid Nabi dengan karya terbaik kita. Kita juga perlu isi dengan menjaga persaudaraan, memperkuat toleransi, serta terus menebarkan optimisme,” katanya.

Gubernur Khofifah optimistis, perpaduan antara ikhtiar dan doa dapat menjadi energi untuk mendorong Jawa Timur semakin maju dan kuat sekaligus mendukung terwujudnya cita-cita Indonesia Emas.

Sementara itu, rangkaian dzikir dan doa bersama berlangsung khidmat. Acara diisi lantunan tahlil dan istighosah, pembacaan Sirah Nabawiyah, serta tausiyah yang disampaikan KH Muzzaky Al Hafidz.

Jamaah kemudian mengikuti Mahallul Qiyam, muhasabah, doa, dan Sholawat Kemerdekaan.

BACA JUGA  Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sidoarjo Subandi, Founder Pondok Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Helmy M. Noor, Pembina MDS Al-Yasmin Yuni, serta segenap jamaah Al-Yasmin.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat
Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal
Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan
Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka
Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat
Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga
Gubernur Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk 38.270 Keluarga Terdampak Kekeringan di Blitar
Tunggakan Empat TPS 3R ke TPA Griyo Mulyo Jabon Sidoarjo Capai Rp1,13 Miliar
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:59 WIB

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat

Rabu, 9 September 2026 - 21:48 WIB

Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan

Selasa, 8 September 2026 - 20:41 WIB

Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka

Senin, 7 September 2026 - 23:07 WIB

Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat

Berita Terbaru

WhatsApp