PSEL Jatim Didorong Jadi Solusi Sampah, Senator Lia Istifhama Apresiasi Terobosan Gubernur Khofifah

Editor Yoyok

- Author

Senin, 30 Maret 2026 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Editor: Yoyok

Surabaya – Langkah progresif Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam menginisiasi kerja sama Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) mendapat dukungan luas. Salah satunya datang dari Anggota DPD RI Lia Istifhama, yang menilai kebijakan ini sebagai terobosan strategis dalam menjawab persoalan lingkungan sekaligus ketahanan energi.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) PSEL yang melibatkan tujuh kepala daerah di kawasan Surabaya Raya dan Malang Raya ini berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (28/3) malam, dan turut disaksikan Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq.

Menurut Lia Istifhama, kolaborasi lintas daerah yang digagas Pemprov Jatim menunjukkan kepemimpinan yang adaptif dan visioner di tengah tantangan pengelolaan sampah perkotaan yang semakin kompleks.

“Ini bukan sekadar program lingkungan, tetapi sebuah lompatan besar menuju masa depan energi berkelanjutan. Ibu Khofifah berhasil mengubah cara pandang kita, bahwa sampah bukan lagi beban, melainkan potensi energi yang sangat bernilai,” ujar Lia dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/3/2026).

Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif antar daerah menjadi kunci keberhasilan implementasi PSEL, terlebih dengan adanya ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025 yang mensyaratkan minimal 1.000 ton sampah per hari sebagai bahan baku operasional.

“Sinergi Surabaya Raya dan Malang Raya ini sangat tepat. Dengan kekuatan bersama, keterbatasan masing-masing daerah justru bisa diubah menjadi keunggulan kolektif,” tegasnya.

Diketahui, kawasan Surabaya Raya memiliki total pasokan sampah sekitar 1.100 ton per hari, yang berasal dari Kota Surabaya (600 ton), Kabupaten Gresik (250 ton), Kabupaten Sidoarjo (150 ton), dan Kabupaten Lamongan (100 ton). Lokasi pembangunan PSEL direncanakan berada di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya.

BACA JUGA  Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Sementara itu, kawasan Malang Raya mencatatkan total pasokan sekitar 1.138,9 ton per hari, terdiri dari Kabupaten Malang (600 ton), Kota Malang (500 ton), dan Kota Batu (38,09 ton). Proyek PSEL akan dibangun di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Ning Lia menilai, keberhasilan Jawa Timur dalam pengelolaan sampah selama ini menjadi fondasi kuat bagi implementasi program tersebut. Ia merujuk pada capaian pengelolaan sampah Jawa Timur yang mencapai 52,7 persen tertinggi secara nasional dan jauh melampaui rata-rata nasional sebesar 24,95 persen.

“Capaian ini menunjukkan bahwa Jawa Timur sudah berada di jalur yang tepat. PSEL akan semakin memperkuat posisi Jatim sebagai role model nasional dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memastikan tata kelola program berjalan akuntabel, transparan, dan sesuai regulasi. Ia optimistis, dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, program ini akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Yang dilakukan Ibu Khofifah ini bukan hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan
Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis
Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu
Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama
Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda
Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan
Cegah Insiden Keracunan MBG, Senator Lia Dorong Penguatan Holding Time dan Keterbukaan Informasi
Hearing MBG di DPRD Sidoarjo Tak Dihadiri BGN, Dhamroni Dorong Audit Operasional SPPG
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:45 WIB

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIB

Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Minggu, 6 September 2026 - 11:44 WIB

Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda

Berita Terbaru

WhatsApp