Surabaya – Wacana pengembangan atau pemekaran daerah pemilihan (dapil) pada Pemilu 2029 mendapat perhatian dari Ketua Fraksi NasDem DPRD Jawa Timur Mochamad Nasih Aschal. Menurutnya, rencana tersebut tidak bisa diputuskan secara terburu-buru dan harus didasarkan pada kajian serta analisis yang komprehensif.
Nasih menegaskan, pihaknya tidak menolak jika nantinya pemekaran dapil dinilai memang diperlukan. Namun, kebijakan tersebut harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari geografis, efektivitas penyelenggaraan pemilu, hingga kemampuan anggaran negara.
“Sepanjang itu didasarkan pada kajian dan analisis yang matang, tentu kami mendukung. Aspek geografis juga harus dipikirkan, termasuk efisiensi dan efektivitasnya. Bisa jadi di daerah tertentu pengembangan dapil memang diperlukan,” ujarnya.
Meski demikian, kondisi setiap wilayah tidak bisa disamaratakan. Karena itu, Kata Nasih, pemerintah dan penyelenggara pemilu perlu melihat kondisi riil di lapangan sebelum mengambil keputusan.
Ia mencontohkan wilayah Madura yang terdiri atas empat kabupaten. Selama ini, seluruh calon legislatif dari dapil Madura melakukan kampanye di empat daerah tersebut.
“Sudah ada acuannya. Kemungkinan karena jumlah penduduk Madura tidak sepadat Surabaya atau Sidoarjo, sehingga setiap caleg memiliki ruang kampanye di empat kabupaten yang ada,” jelasnya, Senin (15/6/2026).
Legislator asal Madura itu kembali mengingatkan bahwa setiap kebijakan publik harus melalui proses kajian yang mendalam dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Jika pemekaran dapil benar-benar diterapkan pada Pemilu 2029, maka keputusan tersebut diyakini telah melalui pertimbangan yang panjang.
Menurut dia, sejumlah aspek perlu menjadi bahan evaluasi, seperti kebutuhan anggaran, kondisi geografis masing-masing wilayah, hingga tingkat efektivitas dan efisiensi pemecahan dapil.
Selain itu, dampak sosial dan politik juga harus diperhitungkan. Misalnya, apabila Madura dipecah menjadi dua dapil, perlu dikaji apakah jumlah kursi legislatif tetap atau mengalami perubahan.
“Ada faktor lain yang perlu menjadi pertimbangan. Ketika Madura dipecah menjadi dua dapil, apakah alokasi kursinya masih sama. Ini juga berkaitan dengan dampak sosial dan bagaimana menjaga kondusivitas masyarakat,” tegas Lora Nasih.
Karena itu, Nasih menilai masih banyak aspek yang harus didalami sebelum keputusan diambil. Namun, apabila hasil kajian menyimpulkan bahwa pemekaran dapil memang diperlukan, Fraksi NasDem siap memberikan dukungan.
“Kalau hasil kajian memang memutuskan perlu ada pemecahan dapil, tentu kami mendukung. Harapannya, saya tetap bisa terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Madura,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Yoyok
Sumber Berita: digitaljatim.com












