Mojokerto – Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto tampak ramai sejak pagi hari. Puluhan siswa sekolah dasar dari berbagai kecamatan hadir dengan penuh semangat mengikuti ajang Lomba PAI Fair Sekolah Dasar Tingkat Kabupaten Tahun 2026. Kegiatan yang memperlombakan cabang Pildacil, MTQ, dan MHQ ini menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap nilai-nilai agama.
Pada Sabtu (13/6/2026), Kecamatan Pacet kembali mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk berkompetisi di tingkat kabupaten. Perwakilan Kecamatan Pacet berasal dari tiga sekolah, yaitu SDN Sajen 2 pada cabang Pildacil, SDN Warugunung pada cabang MTQ, dan SDN Pandan pada cabang MHQ. Para peserta tersebut merupakan siswa terbaik yang sebelumnya berhasil meraih juara pertama pada tingkat kecamatan.
Persiapan panjang telah dilakukan sebelum perlombaan berlangsung. Selama kurang lebih satu bulan, para siswa mendapatkan pembinaan intensif dari guru pendamping masing-masing. Latihan rutin, doa, dan dukungan orang tua menjadi kekuatan bagi mereka untuk tampil maksimal.
Pagi itu, pukul 06.00 WIB, para peserta berkumpul di SDN Pandan untuk berangkat bersama menuju lokasi perlombaan. Sebelum perjalanan dimulai, seluruh peserta dan pendamping mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Supono.
“Semoga anak-anak diberikan kelancaran, keberanian, dan mendapatkan hasil terbaik dari usaha yang sudah mereka lakukan,” ungkap Supono.
Perjalanan menuju Aula Kemenag Kabupaten Mojokerto diisi dengan suasana hangat. Hana, Talita, dan Syakila tampak berbincang bersama guru pendamping untuk mengurangi rasa gugup menjelang perlombaan. Sekitar pukul 06.50 WIB, rombongan tiba di lokasi dan langsung melakukan registrasi.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan dihadiri berbagai pihak, di antaranya Pokjawas PAI, Kasi PAIS, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, pengawas sekolah, ketua K3S, serta ketua KKG PAI. Kegiatan ini diikuti oleh 18 kecamatan se-Kabupaten Mojokerto.
Dalam sambutannya, kepala Dinas Pendidikan memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tetap percaya diri. Ia menyampaikan bahwa setiap siswa yang hadir merupakan juara karena sudah berani berusaha membawa nama baik sekolah.
“Kalian semua adalah juara. Menang atau kalah bukan hal utama, yang terpenting adalah perjuangan, semangat, dan pengalaman yang kalian dapatkan hari ini,” tuturnya.
Setelah pembukaan, peserta diarahkan menuju ruang perlombaan sesuai bidang masing-masing. Para siswa tampil dengan kemampuan terbaiknya. Suasana perlombaan berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat.
Pada cabang MHQ, Talita Anastasya Putri Setiawan dari SDN Pandan berhasil meraih juara harapan 1. Sementara itu, Syaqila Yoviola Rahmadani dari SDN Sajen 2 berhasil meraih juara harapan 3 pada cabang Pildacil. Adapun peserta MTQ dari SDN Warugunung, Aisha Eka Farhana, belum berhasil mendapatkan juara.
Meski demikian, perjuangan Aisha tetap menjadi kebanggaan bagi seluruh pihak. Ia telah berhasil membawa nama Kecamatan Pacet tampil dalam ajang tingkat kabupaten.
“Kami sangat bangga kepada anak-anak. Mereka sudah berusaha maksimal dan memberikan yang terbaik. Prestasi bukan hanya tentang piala, tetapi juga keberanian dan pengalaman yang mereka dapatkan,” ujar salah satu guru pendamping.
Salah satu peserta, Talita, mengaku senang dapat mengikuti perlombaan tersebut. Baginya, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
“Saya sangat bersyukur bisa ikut lomba ini. Saya belajar lebih percaya diri dan ingin terus memperbaiki kemampuan saya,” kata Talita.
Lomba PAI Fair 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membentuk karakter siswa yang religius, percaya diri, dan berprestasi. Dukungan guru, orang tua, serta sekolah menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka.
Dengan semangat kebersamaan, Kecamatan Pacet berharap dapat kembali mencetak generasi Qurani yang lebih unggul pada tahun-tahun berikutnya. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya membangun kecerdasan akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter dan nilai-nilai kebaikan dalam diri siswa.
Penulis :
Sefi Ria Ulfa
Kepala SDN Warugunung Mojokerto
sefiria81@gmail.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor : Yoyok
Sumber Berita: digitaljatim.com












