Surabaya – Usai memberikan statement terkait keberhasilan pemerintah provinsi Jawa Timur yang berhasil mempertahankan opini WTP (Wajar Tanpa Perkecualian) ke -11 kalinya di gedung negara Indrapura Surabaya, Selasa (9/6/2026), ketua DPRD provinsi Jawa Timur Musyafak Rouf dikejutkan dengan pertanyaan salah satu awak media terkait namanya terdaftar di pusaran kasus MBG.
Musyafak Rouf membantah keras tudingan yang menyebut dirinya terlibat dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Musyafak juga menepis rumor yang mengeklaim dirinya ikut menitipkan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program andalan pemerintah tersebut.
Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya daftar nama sejumlah tokoh di media sosial dan pesan berantai yang dikaitkan dengan penentuan titik layanan MBG. Isu ini mencuat ke publik setelah adanya kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan pejabat Badan Gizi Nasional (BGN).
“Ini berita hoax… saya gak punya sama sekali dapur MBG dan kalau ada yg menemukan saya ikut ikutan dengan MBG, saya kasih hadiah,” tegasnya.
Politisi PKB tersebut juga mengaku terkejut, karena pihaknya tidak merasa terlibat dengan program andalan presiden Prabowo Subianto tersebut.
Saat dimintai klarifikasi terkait rumor yang sangat viral tersebut, Musyafak menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah didatangi maupun dimintai keterangan oleh siapapun.
“Ya klarifikasi ama siapa wong gak ada yang tanya,,, demi Allah saya tidak ada urusan MBG blas,” tukasnya.
Musyafak juga menanyai semua kader PKB tentang siapa yang menyebarkan berita hoax tersebut
“Kulo tracking di akun ini, bukan akun asli, Akun Anonim, memang disiapkan untuk black ops,” jelas Musyafak mendapatkan jawaban dari salah satu kadernya.
“Masalah MBG itu, gak tahu sama sekali sehingga tidak mau komentar. Kan itu kewenangan di pusat. Tata kelola dan mekanismenya seperti apa, kami tidak pernah dilibatkan dan juga tidak pernah diajak rembukan terkait dengan MBG itu,” tandasnya.
Musyafak mengakui bahwa namanya memang tercantum dalam daftar puluhan tokoh yang viral di media sosial. Daftar tersebut disebut-sebut berisi nama-nama pihak yang diduga menitipkan titik layanan MBG demi keuntungan tertentu.
Spekulasi publik semakin liar setelah pihak Sony Sonjaya, mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang kini telah berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi MBG, menyatakan akan membuka informasi mengenai siapa saja pihak yang menitipkan titik layanan.
Kendati demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait yang mengonfirmasi validitas daftar nama yang beredar tersebut.
Karena merasa tidak memiliki keterlibatan ataupun kapasitas, Musyafak memilih tidak berkomentar lebih jauh mengenai substansi pelaksanaan program MBG.
Ia menjelaskan bahwa seluruh pembahasan, anggaran, hingga penentuan lokasi sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah pusat, tanpa melibatkan DPRD provinsi Jawa Timur.
Musyafak secara tegas menyatakan bahwa informasi yang mengaitkan dirinya dengan dugaan bagi-bagi jatah titik layanan MBG adalah kabar bohong atau hoaks. Ia bahkan menantang pihak manapun untuk membuktikan tudingan tersebut.
“Cari satu aja kalau ada tak kasih hadiah. Saya enggak ada sama sekali, gak punya MBG,” ungkap Musyafak.
Ia bahkan mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Yoyok
Sumber Berita: digitaljatim.com












