Jakarta – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak menghadiri Opening Ceremony Road to HUT Dekranas ke-46 Swarna Wastra Nusantara 2026 di Ruang Garuda, Kementerian Perindustrian RI, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) bersama Kementerian Perindustrian tersebut menjadi bentuk nyata komitmen bersama dalam melestarikan serta mengembangkan wastra dan produk kriya Indonesia agar semakin berdaya saing di pasar nasional maupun internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Arumi mengatakan bahwa keikutsertaan Jawa Timur dalam berbagai kegiatan dan pameran tingkat nasional memberikan banyak manfaat bagi pengembangan pelaku usaha wastra dan kriya di daerah.
Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi ruang belajar sekaligus sarana memperluas wawasan terkait perkembangan industri kreatif yang terus bergerak dinamis.
“Efeknya selalu berkembang. Di antaranya terdapat penemuan teknik baru, tren baru, maupun warna-warna baru dari berbagai kombinasi yang dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM di Jawa Timur,” ujar Arumi dalam keterangannya, Kamis (10/6/2026).
Ia menjelaskan, berbagai program pelatihan dan pendampingan yang diberikan Kementerian Perindustrian turut memperkuat kapasitas pelaku usaha wastra dan kriya di daerah. Selain fasilitasi yang dilakukan Dekranasda Jawa Timur, berbagai informasi dan referensi yang diperoleh dari tingkat nasional dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas produk UMKM.
“Fungsi dan manfaatnya ketika kita aktif mengikuti kegiatan dari kementerian, selain kita (dekranasda jatim) melakukan fasilitasi pelatihan kepada UMKM, kita juga mendapatkan lebih banyak referensi dan informasi mengenai teknik maupun tren yang berkembang di Indonesia untuk kemudian kita bawa ke Jawa Timur,” katanya.
Lebih lanjut, Arumi mengaku senang melihat antusiasme pelaku usaha dari berbagai daerah yang secara rutin mengikuti pameran-pameran yang diselenggarakan di Jawa Timur. Hal tersebut menunjukkan bahwa Jawa Timur telah berkembang menjadi salah satu pasar potensial bagi produk kriya dan wastra nasional.
“Tadi yang saya senang ketika menghadiri acara ini, ada beberapa pengusaha dari luar Jawa Timur yang sudah secara rutin mengikuti pameran yang kami adakan di Jawa Timur. Alhamdulillah, Jawa Timur, khususnya Surabaya, sudah dianggap sebagai pasar yang baik untuk Indonesia Barat maupun Indonesia Timur,” tuturnya.
Menurut Arumi, kondisi tersebut menjadi indikator positif bahwa pameran dan promosi produk kriya yang diselenggarakan di Jawa Timur mampu menarik minat pelaku usaha sekaligus mempertemukan mereka dengan pasar yang tepat.
“Mereka bukan hanya rutin mengikuti pameran, tetapi juga laris dan cuan. Itu penting, karena berarti ada market yang potensial,” pungkasnya.
Usai mengikuti rangkaian Opening Ceremony, Arumi turut meninjau area pameran Swarna Wastra Nusantara 2026. Pada kesempatan tersebut, ia menyempatkan diri mengunjungi sejumlah stan peserta serta bercengkerama dengan para pegiat fashion, perajin, dan pelaku usaha kriya dari berbagai daerah.
Dalam suasana yang hangat, Arumi berdiskusi mengenai perkembangan industri wastra dan kriya, inovasi produk, hingga peluang pemasaran yang dapat terus dikembangkan guna memperluas daya saing produk lokal di tingkat nasional maupun internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Yoyok
Sumber Berita: digitaljatim.com












