Gresik – Suasana halaman Gedung Nasional Indonesia (GNI) Kabupaten Gresik, Senin (31/8/2026) malam, semarak. Alunan musik jazz berpadu dengan penampilan talenta-talenta muda dalam kegiatan Jamming and Fun yang digelar Komunitas Jazz in Gresik.
Sejumlah musisi turut tampil menghibur pengunjung. Mulai dari Zion Levcrown,Gabriel dan Aswin yang tergabung di Komunitas Drummer Anak Hebat ( DAH),Small Band, Subcreme,Grissee Play Band, Dan Musisi Jam Session secara spontan. Penampilan tersebut menjadi ruang bagi para musisi, khususnya generasi muda, untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan bermusik.
Tak hanya musik, kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah stan bazar dibuka untuk memasarkan produk lokal sekaligus meramaikan kegiatan komunitas.
Acara tersebut turut disaksikan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif bersama istrinya. Hadir pula Ketua KADIN Gresik Mochamad Choirul Rizal, Kepala Disparekrafbudpora Gresik Saifudin Ghozali, serta Founder Jazz in Gresik Andrew Nababan.
Kepala Disparekrafbudpora Gresik Saifudin Ghozali mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, Jamming and Fun tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga wadah bagi talenta muda Gresik untuk mendapatkan ruang berekspresi.
“Ini luar biasa dan menarik. Teman-teman komunitas Jazz Community in Gresik memberikan fasilitas bagi talenta-talenta muda Gresik untuk menampilkan karya musiknya,” kata Ghozali.
Ghozali menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh musisi di Gresik. Tidak hanya musisi jazz, tetapi juga berbagai genre musik yang berkembang di masyarakat.
Ia menyebut, kegiatan serupa diharapkan tidak berhenti sebagai agenda insidental. Pemkab Gresik bersama komunitas tengah membahas agar kegiatan tersebut dapat digelar secara rutin.
“Tidak hanya bersifat insidentil. Kami berharap bisa dilaksanakan rutin, misalnya dua kali dalam sebulan atau dua minggu sekali,” ujarnya.
Menurut Ghozali, kegiatan tersebut juga menunjukkan potensi besar talenta muda Gresik. Salah satunya penampilan drummer cilik yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
“Usianya sekitar delapan atau sembilan tahun, kelas tiga SD, tetapi kemampuan drumnya luar biasa. Ini yang harus terus kita fasilitasi. Bukan hanya musik jazz, tetapi seluruh talenta dan bibit musisi di Gresik,” ungkapnya.
Ghozali berharap kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan komunitas musik dapat terus diperkuat. Konsistensi kegiatan dinilai penting untuk menciptakan ruang pembinaan sekaligus melahirkan talenta-talenta baru dari Gresik.
“Harapan kami ajang ini bisa dilaksanakan secara konsisten dan kontinu. Sehingga dapat memfasilitasi seluruh musisi yang ada di Gresik dan, insyaallah, menciptakan bibit-bibit baru,” harapnya.
Sementara itu, Founder Komunitas Jazz in Gresik Andrew Nababan menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Gresik atas dukungan terhadap perkembangan komunitas musik jazz di daerah tersebut.
“Kami dari Komunitas Jazz in Gresik mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gresik, khususnya Kepala Disparekrafbudpora, Wakil Bupati, dan Bupati Gresik atas support terhadap komunitas musik jazz di Gresik,” kata Andrew.
Andrew berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut dan semakin berkembang. Menurutnya, dukungan pemerintah penting untuk membuka lebih banyak ruang bagi musisi lokal.
“Kami senang sekali. Kami ingin kolaborasi ini semakin meningkat dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Ke depan, Andrew berharap kegiatan musik jazz di Gresik tidak hanya menjadi ruang tampil bagi musisi lokal. Lebih jauh, ajang tersebut diharapkan mampu meningkatkan wawasan dan kemampuan para musisi sekaligus membuka peluang penyelenggaraan event jazz berskala nasional.
“Harapannya, musisi-musisi Gresik bisa menambah wawasan, khususnya di musik jazz. Kami juga berharap ke depan bisa ada event jazz nasional di Kabupaten Gresik,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful