Dialog Kebangsaan Unesa Jadi Ruang Refleksi Mahasiswa untuk Mengenal Diri dan Bangsa

- Publisher

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggandeng Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) serta Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menggelar Dialog Kebangsaan bertema “Mengenal Diri, Mengenal Indonesia” di Graha Unesa, Kampus II Lidah Wetan, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, seniman, budayawan, dan mahasiswa dalam memperkuat nilai kebangsaan melalui seni dan budaya. Sejumlah musisi nasional hadir sebagai narasumber, di antaranya Bimbim Slank, Once Mekel, Alffy Rev, Shanna Shannon, Novia Bachmid, hingga mahasiswa disabilitas berprestasi Nanda Mei Solichah.

Rektor Unesa, Nurhasan atau akrab disapa Cak Hasan mengatakan, seni dan budaya merupakan kekuatan besar Indonesia untuk bersaing di tingkat global. Salah satu warisan budaya yang dinilai paling dekat dengan generasi muda adalah musik.

Menurutnya, musik menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan ribuan suku, budaya, dan bahasa di Indonesia.

“Seni budaya adalah keunggulan Indonesia yang bisa kita banggakan di kancah internasional. Maka dari itu, kemasan dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor kunci,” kata Cak Hasan dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2026).

Ia mengajak generasi muda memanfaatkan platform digital untuk mengenalkan sekaligus melestarikan budaya Indonesia agar identitas bangsa tetap terjaga.

“Gunakan platform digital untuk mengenalkan serta melestarikan warisan kita agar jati diri bangsa tidak meluntur dan tetap abadi sepanjang zaman,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, kreator musik dan visual Alffy Rev menyoroti fenomena masyarakat modern yang cenderung menginginkan hasil instan tanpa proses panjang. Menurut dia, perkembangan manusia seharusnya dipahami sebagai perjalanan yang membutuhkan fondasi kuat.

Alffy mengibaratkan kehidupan seperti pohon yang harus memperkuat akar sebelum tumbuh tinggi.

BACA JUGA  Kecelakaan Beruntun Akses Suramadu Jadi Sorotan, Harisandi DPRD Jatim Desak Audit Keselamatan

“Kita hidup di dunia yang memuja kecepatan tapi lupa akan kedalaman. Saya terinspirasi dari pohon yang tidak tergesa untuk tumbuh, tetapi menguatkan akarnya terlebih dahulu,” katanya.

Sementara itu, Bimbim Slank menilai derasnya arus globalisasi musik, termasuk K-Pop, justru memacu musisi Indonesia untuk terus berkembang dan berinovasi.

Menurutnya, kekayaan budaya Indonesia menjadi sumber inspirasi yang tidak akan habis untuk dieksplorasi.

“Justru K-Pop atau musik dunia membuat kita lebih berpacu, bersaing, dan terinspirasi. Budaya kita itu lengkap banget dan banyak yang bisa dieksplorasi,” ujar Bimbim.

Bimbim juga menegaskan Slank selama ini tidak hanya menghadirkan lagu bertema cinta, tetapi juga konsisten mengangkat isu sosial, lingkungan hidup, hingga gerakan anak muda melalui karya musik mereka.

Di sisi lain, Once Mekel yang kini juga menjadi anggota dewan menyebut perannya di dunia musik dan parlemen saling berkaitan. Ia mengaku ingin memperjuangkan perlindungan hak cipta bagi para pelaku seni.

“Saya berusaha agar Undang-Undang Hak Cipta bisa menjadi jalan tengah baik untuk pencipta, penyanyi, dan berbagai pihak lain,” jelas Once.

Dialog kebangsaan tersebut menjadi pengingat bahwa seni, musik, dan budaya memiliki peran penting dalam memperkuat identitas bangsa sekaligus membangun kesadaran generasi muda untuk terus mengenal diri dan Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seminar Nasional IPM Jatim, Lia Istifhama Ajak Pelajar Putus Mata Rantai Kekerasan
DPD RI Lia Istifhama Beberkan Cara Membangun Generasi Tangguh dan Bebas Kekerasan
Gubernur Khofifah Ajak Alumni UNAIR di Riau Perkuat Kolaborasi demi Kemajuan Daerah
Ini 4 Prinsip Keseimbangan Ala Lia Istifhama agar Pelajar Tak Hanya Unggul Akademik
Puguh DPRD Jatim Dukung Putusan MK soal Sekolah Gratis, Guru Juga Harus Sejahtera
Gubernur Khofifah Sambut 120 Murid ADEM Repatriasi 2026, Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas di Jatim
KKN UWKS Hadirkan Program Lingkungan, UMKM dan Literasi Digital untuk Warga Desa Pengalangan
Puguh DPRD Jatim Dorong Gaji Guru Rp5 Juta, Minta Pemerintah Pakai Acuan UMP-UMK

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:26 WIB

Seminar Nasional IPM Jatim, Lia Istifhama Ajak Pelajar Putus Mata Rantai Kekerasan

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:12 WIB

DPD RI Lia Istifhama Beberkan Cara Membangun Generasi Tangguh dan Bebas Kekerasan

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:47 WIB

Gubernur Khofifah Ajak Alumni UNAIR di Riau Perkuat Kolaborasi demi Kemajuan Daerah

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:56 WIB

Ini 4 Prinsip Keseimbangan Ala Lia Istifhama agar Pelajar Tak Hanya Unggul Akademik

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:09 WIB

Puguh DPRD Jatim Dukung Putusan MK soal Sekolah Gratis, Guru Juga Harus Sejahtera

Berita Terbaru