Mojokerto – Sebanyak 26 guru menuangkan pengalaman dan inovasi pembelajaran ke dalam sebuah karya yang kini dapat dinikmati lebih luas. Buku berjudul Kelas Hidup! Transformasi Pembelajaran dengan STEM dan Pembelajaran Mendalam resmi diluncurkan dalam acara Launching Buku Karya Guru dan Pameran Literasi KKG Gugus 01 Kecamatan Magersari Kota Mojokerto, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Jalan Benteng Pancasila No. 244, tersebut diikuti sekitar 75 peserta. Mengusung tema “Menyalakan Lentera Literasi, Menginspirasi Praktik Baik Pembelajaran Pendidik Kota Mojokerto”, kegiatan menjadi ruang bagi para guru untuk merayakan proses belajar sekaligus berbagi pengalaman pembelajaran.
Ketua KKG Gugus 01 Kecamatan Magersari, Choirudin Lutfi Triaji, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menghadirkan buku, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun budaya literasi di kalangan pendidik.
“Kami ingin meningkatkan budaya literasi guru, terutama budaya membaca, menulis, mendokumentasikan, dan berbagi praktik baik. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga perlu mendokumentasikan pengalaman pembelajarannya agar dapat menjadi inspirasi bagi guru lain,” ujarnya.
Perjalanan menuju peluncuran buku diawali dengan kunjungan studi ke BBGTK Jawa Timur dengan tema STEM. Kegiatan tersebut menjadi pemantik bagi guru untuk membuka wawasan, mengenal inovasi pembelajaran, serta menemukan gagasan yang dapat diterapkan di kelas.
Inspirasi itu kemudian dilanjutkan melalui pelatihan penulisan buku antologi dan penyusunan praktik baik atau best practice. Guru belajar mengidentifikasi persoalan pembelajaran, merancang solusi, mendokumentasikan proses, melakukan refleksi, hingga menuangkannya dalam tulisan secara sistematis.
Buku yang diluncurkan memuat pengalaman 26 guru dalam mengembangkan pembelajaran melalui integrasi STEM dan Pembelajaran Mendalam. Beragam praktik dituangkan, mulai dari inovasi media dan strategi pembelajaran, STEM/STEAM, Problem Based Learning (PBL), pengembangan kreativitas siswa, penguatan karakter, hingga pengelolaan pembelajaran.
“Buku ini bukan sekadar kumpulan tulisan. Ini merupakan rekam jejak perjalanan belajar dan berkarya para guru KKG Gugus 01 Kecamatan Magersari,” tutur Lutfi.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Muntamah, memberikan apresiasi terhadap karya tersebut. Menurutnya, aktivitas menulis dapat memperlihatkan kreativitas sekaligus inovasi yang tumbuh dalam ekosistem pembelajaran.
“Menulis bukan sekadar menuangkan kata. Menulis menjadi ruang bagi kita untuk melihat betapa inovatif dan kreatifnya ekosistem pembelajaran,” ungkap Muntamah. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi pemantik bagi gugus lain untuk turut berkarya.
Tidak berhenti pada launching dan pameran buku, kegiatan juga diisi bedah buku dan berbagi praktik baik. Tiga guru secara bergantian mempresentasikan pengalaman mereka.
Mudmainah dari SDN Wates 5 mengangkat tema “Membangun Kreativitas Murid Melalui Pembelajaran STEM dengan Konstruksi Bangun Ruang”. Karina Hening Pamekar dari SDN Wates 2 membagikan praktik “JAWARRA: JAga WArisan nusantaRA dengan RAsa banggA”. Sementara itu, Anik Sri Wahyuni dari SDN Wates 6 memaparkan pembuatan sabun mandi padat dengan mengintegrasikan unsur STEM, yakni Science, Technology, Engineering, dan Mathematics.
Beragam praktik tersebut menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran dapat berangkat dari persoalan sederhana di sekitar siswa. Pengalaman guru di ruang kelas kemudian diolah menjadi pengetahuan yang dapat dibagikan dan dikembangkan.
Ahmad Zudy Kurniawan, Ketua KKG Gugus 02 Kecamatan Prajuritkulon yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengaku mendapatkan inspirasi dari kegiatan yang diselenggarakan KKG Gugus 01 Kecamatan Magersari.
“Kegiatan ini sangat memotivasi dan menginspirasi. Kami melihat bahwa pengalaman dan praktik baik guru dapat dikembangkan menjadi karya yang bermanfaat. Ini menjadi inspirasi bagi kami untuk melakukan kegiatan serupa,” katanya.
Launching buku tersebut akhirnya bukan sekadar seremoni. Pameran literasi dan berbagi praktik baik menjadi bukti bahwa guru memiliki ruang untuk terus belajar dan berkarya.
Ketika guru membaca, wawasan bertambah. Ketika guru menulis, pengalaman menjadi pengetahuan. Ketika guru berbagi, pengetahuan menjadi inspirasi. Dan ketika guru bergerak bersama, lahirlah perubahan.
Semangat SINERGI, yaitu Solid Berkolaborasi, Inovatif Berkarya, dan Giat Inspiratif diharapkan terus menghidupkan KKG sebagai ruang belajar bersama, berkarya, dan menghadirkan praktik baik bagi kemajuan pendidikan di Kota Mojokerto.
Penulis : Uzlifatul Rusydiana
Guru di SDN Prajuritkulon 2 Kota Mojokerto
uzlifahirdana@gmail.com
Penulis : Uzlifatul Rusydiana
Editor : Syaiful Hidayat