Zoom Meeting Penanaman Jagung Serentak Digelar, Kapolri RI Tekankan Kemandirian Pangan

- Pewarta

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Syaiful/DigitalJatim)

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Syaiful/DigitalJatim)

Sidoarjo – Polresta Sidoarjo mengikuti zoom meeting penanaman jagung serentak kuartal I dalam rangka mendukung program swasembada jagung nasional. Kegiatan ini digelar di Kantor Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (7/3/2026) sore.

Dalam kesempatan itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa program penanaman jagung serentak merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurutnya, program tersebut juga telah dilaporkan kepada Presiden RI sebelum dilaksanakan.

“Saya sudah menyampaikan kepada Bapak Presiden Prabowo terkait rencana kegiatan ini. Saya menanyakan apakah program ini tetap dilanjutkan, dan beliau memerintahkan agar program ini terus berjalan,” kata Listyo Sigit dalam sambutannya.

Menurut Jenderal Listyo Sigit, arahan Presiden tersebut menjadi amanah yang harus dilaksanakan secara serius oleh seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga terkait, serta para petani.

Ia pun mengapresiasi dukungan berbagai stakeholder yang terlibat dalam program penguatan sektor pangan, khususnya pada komoditas jagung.

“Terima kasih kepada seluruh pihak, pemerintah, lembaga, dan stakeholder yang terus mendukung program ini sehingga arahan Presiden untuk memperkuat ketahanan pangan dapat berjalan,” ujarnya.

Jenderal Polisi Listyo Sigit menjelaskan, kebutuhan jagung nasional terus meningkat, terutama untuk kebutuhan pakan ternak dan program pemerintah lainnya.

Karena itu, peningkatan produksi jagung dinilai penting agar Indonesia tidak bergantung pada impor dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa pengembangan komoditas jagung juga dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Program ini juga diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Jika hasil panen terserap dengan harga yang baik, tentu nilai tukar petani juga akan meningkat,” jelasnya.

Kapolri Listyo Sigit juga menyinggung kondisi geopolitik global yang saat ini sedang mengalami eskalasi konflik, terutama di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia, termasuk harga energi.

BACA JUGA  Sukses Transformasi JConnect, Bank Jatim Raih Digital Innovation Award 2026

Ia mencontohkan kenaikan harga minyak dunia dari 66 dolar AS per barel menjadi sekitar 77 dolar AS per barel akibat konflik global.

“Kondisi global ini harus kita antisipasi. Karena itu, Indonesia harus memperkuat kemandirian, termasuk di sektor pangan dan energi,” imbuhnya.

Kapolri Listyo Sigit menambahkan, penanaman jagung secara masif merupakan langkah strategis untuk menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat ketahanan nasional.

Pada kuartal pertama 2026, luas lahan tanam jagung tercatat mencapai sekitar 621 ribu hektare dengan estimasi produksi mencapai 3,9 hingga 4 juta ton. Ke depan, pemerintah menargetkan perluasan lahan tanam hingga 1 juta hektare.

“Kalau bisa lebih dari satu juta hektare tentu akan lebih baik,” katanya.

Selain untuk kebutuhan pangan dan pakan ternak, jagung juga memiliki potensi sebagai bahan baku energi alternatif. Menurut Sigit, pengembangan komoditas ini juga sejalan dengan program hilirisasi yang sedang didorong pemerintah.

Ia juga mengapresiasi dukungan perbankan yang memfasilitasi akses pembiayaan bagi para petani agar dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

“Dengan dukungan pembiayaan, petani bisa meningkatkan produksi. Saat panen, jagung dapat dikeringkan dengan standar yang baik sehingga harga jualnya juga lebih tinggi,” imbuhnya.

Di akhir sambutannya, Sigit berharap program penanaman jagung serentak dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini mendapat ridha Allah SWT dan mampu memperkuat ketahanan pangan Indonesia di tengah tantangan global,” pungkasnya.

Editor : Yoyok 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebijakan Baru Prabowo soal Ekspor SDA Diperdebatkan, BUMN Jadi Sorotan
Presiden Prabowo Terbitkan PP Tata Kelola Ekspor SDA, Kekayaan Alam Diprioritaskan untuk Rakyat
Kurs Dolar Naik hingga Rp17.600, Ketua Komisi XI DPR RI Soroti Langkah Bank Indonesia
Wagub Emil Jadi Pembicara UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting & Asia-Pacific Forum 2026
Gus Ipul Prihatin Kasus Pesantren Pati, Kemensos Siapkan Layanan Psikososial untuk Korban
Cak Imin Alarm Bahaya Kekerasan Seksual di Pesantren: Jangan Mudah Beri Izin Lembaga
KTT ASEAN ke-48 Digelar di Cebu, Presiden Prabowo Bawa Misi Penguatan Stabilitas Kawasan
Hadapi Ancaman Dunia Maya, Meutya Hafid Minta Generasi Muda Perkuat Kesadaran Diri

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:56 WIB

Kebijakan Baru Prabowo soal Ekspor SDA Diperdebatkan, BUMN Jadi Sorotan

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:32 WIB

Presiden Prabowo Terbitkan PP Tata Kelola Ekspor SDA, Kekayaan Alam Diprioritaskan untuk Rakyat

Senin, 18 Mei 2026 - 12:00 WIB

Kurs Dolar Naik hingga Rp17.600, Ketua Komisi XI DPR RI Soroti Langkah Bank Indonesia

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:57 WIB

Wagub Emil Jadi Pembicara UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting & Asia-Pacific Forum 2026

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:28 WIB

Gus Ipul Prihatin Kasus Pesantren Pati, Kemensos Siapkan Layanan Psikososial untuk Korban

Berita Terbaru