Kurs Dolar Naik hingga Rp17.600, Ketua Komisi XI DPR RI Soroti Langkah Bank Indonesia

- Publisher

Senin, 18 Mei 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun. (Foto: Istimewa)

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bertujuan menjaga ketenangan masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.

Misbakhun mengatakan dampak penguatan dolar AS tidak dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama warga pedesaan yang tidak memiliki transaksi berbasis dolar.

“Apa yang disampaikan Bapak Presiden terkait nilai tukar, beliau benar bahwa masyarakat diminta tenang, terutama masyarakat pedesaan, karena memang mereka tidak terkait langsung dengan transaksi yang menggunakan dolar. Yang terdampak adalah transaksi-transaksi impor dan masyarakat yang bepergian ke luar negeri,” kata Misbakhun dikutip dari laman resmi Kabargolkar.com, Senin (18/5/2026).

Menurut dia, arahan Presiden juga menjadi sinyal bagi Bank Indonesia untuk segera mengambil langkah pengendalian nilai tukar rupiah agar tidak menimbulkan tekanan lebih besar terhadap sektor-sektor yang bergantung pada impor.

“Masyarakat yang menggunakan dolar dalam transaksi itu umumnya sektor yang bahan bakunya impor. Salah satu yang dikhawatirkan adalah impor komoditas yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Misbakhun mengingatkan penguatan dolar AS dapat memicu kenaikan inflasi akibat meningkatnya biaya impor bahan baku. Apalagi, nilai tukar rupiah disebut telah melampaui lebih dari Rp 1.000 dibanding asumsi makro dalam APBN 2026.

“Tentunya apa yang disampaikan Bapak Presiden Prabowo terkait nilai tukar itu untuk menenangkan masyarakat supaya tidak panik dan tidak terpengaruh oleh hal-hal yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi nasional,” ucapnya.

Di sisi lain, Misbakhun menilai ada pesan tersirat dari Presiden agar pelemahan rupiah tidak dianggap sepele. Ia meminta Bank Indonesia segera mengambil langkah konkret untuk memperkuat rupiah ke level yang dinilai wajar.

BACA JUGA  Mengisi Usia dengan Karya dan Kebermanfaatan

“Ketika fundamental ekonomi Indonesia sangat kuat, kenapa sampai terjadi pelemahan terhadap rupiah? Dan rupiah termasuk mata uang yang secara regional mengalami pelemahan cukup signifikan. Karena itu kami di Komisi XI memberikan kesempatan kepada Bank Indonesia untuk melakukan langkah-langkah strategis guna memperkuat kembali nilai rupiah,” katanya.

Ia juga menyoroti meningkatnya perhatian publik terhadap pergerakan dolar AS setelah kurs menembus Rp 17 ribu per USD dan diperkirakan bergerak menuju Rp 17.600.

“Sekarang masyarakat yang sebelumnya tidak pernah membicarakan dolar, di warung-warung kopi mulai membahas rupiah melemah dan dolar menguat,” ujarnya.

Meski demikian, Misbakhun menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini berbeda dengan krisis 1998 karena fundamental ekonomi nasional dinilai lebih kuat.

“Nah, inilah yang harus dijaga oleh Bank Indonesia. Walaupun situasi sekarang sangat berbeda dengan 1998, fundamental ekonomi kita jauh lebih kuat dibanding periode tersebut,” katanya.

Ia pun meminta Bank Indonesia menjaga kepercayaan publik melalui kebijakan yang konkret dan terukur.

“BI harus melakukan langkah konkret. Kalau kondisi ini terus berkepanjangan, bisa mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi Bank Indonesia karena dianggap tidak mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga sempat menyinggung peran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam menjaga stabilitas keuangan negara. Hal itu disampaikan saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Sabtu (16/5).

“Purbaya sekarang populer banget. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, nggak usah khawatir,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mega Citra Alam Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif, Ketua Tidar Mojokerto: Layak Jadi Teladan Perempuan Muda
Belum Ada Titik Temu, DPRD Sidoarjo Akan Sidak Bengkel CV Multi Triloka Cemerlang Pekan Depan
DPD RI Lia Istifhama: Perpres 111/2025 Jadi Langkah Preventif Cegah Penyebaran LGBTQ
Puguh DPRD Minta Pemprov Jatim Segera Susun Regulasi Turunan Usai Terbitnya Perpres soal LGBTQ
Kecelakaan Beruntun Akses Suramadu Jadi Sorotan, Harisandi DPRD Jatim Desak Audit Keselamatan
Puguh DPRD Jatim: Jangan Sampai Trans Jatim Matikan Mata Pencaharian Sopir Angkot
Senator Lia Istifhama Bangga dengan Ratu Ayu Alina Mirza
Lilik DPRD Ajak Warga Jadi Penjaga Demokrasi, Bukan Hanya Pemilih Saat Pemilu

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:44 WIB

Mega Citra Alam Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif, Ketua Tidar Mojokerto: Layak Jadi Teladan Perempuan Muda

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:54 WIB

DPD RI Lia Istifhama: Perpres 111/2025 Jadi Langkah Preventif Cegah Penyebaran LGBTQ

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:03 WIB

Puguh DPRD Minta Pemprov Jatim Segera Susun Regulasi Turunan Usai Terbitnya Perpres soal LGBTQ

Senin, 6 Juli 2026 - 17:47 WIB

Kecelakaan Beruntun Akses Suramadu Jadi Sorotan, Harisandi DPRD Jatim Desak Audit Keselamatan

Senin, 6 Juli 2026 - 17:31 WIB

Puguh DPRD Jatim: Jangan Sampai Trans Jatim Matikan Mata Pencaharian Sopir Angkot

Berita Terbaru

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menghadiri Deklarasi dan Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) MADAS Kabupaten Malang di Pendopo Kabupaten Malang. (Dok. Istimewa)

Komunitas/Organisasi

DPD RI Lia Istifhama Dorong MADAS Sedarah Ambil Peran Bangun Ekonomi Bangsa

Rabu, 8 Jul 2026 - 08:49 WIB