Momen Hangat Gubernur Khofifah di Manggarai Timur, Sapa Warga hingga Bagikan Snack untuk Anak-anak

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful

- Author

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan korban gempa di  lokasi pengungsian Benteng Jawa, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. (Dok. Humas Pemprov)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan korban gempa di lokasi pengungsian Benteng Jawa, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. (Dok. Humas Pemprov)

Manggarai Timur – Ada momen hangat di tengah perjalanan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam perjalanan menuju lokasi pengungsian Benteng Jawa, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Senin (24/8/2026), Khofifah beberapa kali turun dari mobil untuk menyapa warga.

Tak hanya menyapa, Khofifah juga membagikan makanan ringan kepada anak-anak yang ditemuinya di sepanjang perjalanan.

Senyum dan keceriaan langsung terlihat dari wajah anak-anak. Mereka antusias menerima makanan ringan yang diberikan Khofifah. Warga pun menyambut kedatangan dan sapaan Gubernur Jatim tersebut dengan hangat.

Khofifah mengatakan, interaksi sederhana dengan warga memiliki makna penting di tengah kondisi sulit akibat bencana.

Menurut dia, misi kemanusiaan tidak hanya soal menyalurkan bantuan logistik. Kehadiran dan perhatian secara langsung juga dibutuhkan untuk memberikan dukungan moril kepada masyarakat terdampak.

“Dalam perjalanan menuju lokasi pengungsian, kami mendapat kesempatan untuk bertemu dan menyapa masyarakat secara langsung. Sapaan sederhana sering kali justru menghadirkan kedekatan yang sangat bermakna,” kata Khofifah dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).

Khofifah menuturkan, masyarakat yang terdampak bencana membutuhkan lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan dasar. Kehadiran pemerintah, relawan, maupun masyarakat dari daerah lain dinilai dapat memberikan ketenangan sekaligus keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi musibah sendirian.

“Bantuan tentu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, kehadiran dan perhatian juga dibutuhkan agar saudara-saudara kita merasakan bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Perhatian Khofifah juga secara khusus diberikan kepada anak-anak. Dia menilai kelompok tersebut membutuhkan dukungan agar tetap merasa aman, ceria, dan memiliki semangat untuk kembali belajar serta beraktivitas setelah kondisi memungkinkan.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim

“Anak-anak harus tetap sehat, ceria, dan semangat belajar. Dalam situasi apa pun, mereka harus terus kita jaga karena merekalah generasi penerus yang akan melanjutkan pembangunan bangsa,” tuturnya.

Menurut Khofifah, makanan ringan yang dibagikan memang sederhana. Namun, kebahagiaan yang terpancar dari wajah anak-anak menjadi pengingat bahwa perhatian sekecil apa pun dapat berarti bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.

“Yang kami bagikan mungkin sederhana, tetapi mudah-mudahan dapat menghadirkan sedikit kebahagiaan. Senyum anak-anak menjadi energi sekaligus pengingat bagi kita semua untuk terus menumbuhkan kepedulian,” katanya.

Kunjungan ke Manggarai Timur tersebut merupakan bagian dari rangkaian dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bagi masyarakat terdampak gempa bumi Flores.

Selain menyalurkan bantuan logistik, Pemprov Jatim juga mendorong dukungan terhadap proses pemulihan masyarakat, termasuk kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih.

Khofifah menegaskan, solidaritas antardaerah merupakan bagian dari semangat gotong royong sebagai bangsa. Bencana yang terjadi di suatu daerah, kata dia, menjadi panggilan kemanusiaan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Bencana tidak mengenal batas wilayah. Ketika saudara-saudara kita di NTT mengalami musibah, maka sudah menjadi kewajiban moral kita untuk hadir, bergotong royong, dan memberikan dukungan sesuai kemampuan,” tegasnya.

Dia berharap bantuan dari Pemprov Jatim bersama masyarakat Jawa Timur dapat membantu memenuhi kebutuhan warga selama berada di pengungsian sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.

Khofifah juga mendorong koordinasi erat antara pemerintah daerah, petugas lapangan, tenaga kesehatan, relawan, dan berbagai unsur masyarakat.

Koordinasi tersebut dinilai penting agar kebutuhan warga dapat dipetakan dengan baik sehingga bantuan yang tersedia bisa disalurkan secara tepat sasaran.

“Yang terpenting bukan hanya memastikan bantuan tiba di lokasi, tetapi juga menyalurkan bantuan tersebut diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim

Lebih lanjut, Khofifah menyebut proses pemulihan pascabencana membutuhkan waktu. Dukungan kepada masyarakat karenanya perlu diberikan secara bertahap, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga pemulihan sektor sosial, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian.

Dia berharap kehadiran Pemprov Jatim di Manggarai Timur dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk melewati masa sulit dan bangkit secara bertahap.

“Di tengah musibah, gotong royong, kepedulian, dan persaudaraan menjadi kekuatan kita. Semoga bantuan dan kehadiran kami dapat sedikit meringankan beban sekaligus menambah semangat saudara-saudara kita untuk bangkit dan pulih kembali,” pungkas Khofifah.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim
Wagub Emil Dorong Ekonomi Syariah Jatim, Tekankan Pentingnya Ekosistem Berkelanjutan
Wagub Emil Tekankan Peran Pemerintah Jembatani Pekerja dan Industri
Ning Lia Dukung Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Komunal
Survei KPK Sebut 50% Mahasiswa Masih Nyontek, Ini Respons Gus Hilman PKB
Senator Lia Istifhama Apresiasi Menko Zulhas, 26 Ribu Gerai KDKMP Siap Beroperasi Bulan Ini
Temui Presiden Prabowo, Presiden FIFA Apresiasi Sukses Indonesia Gelar FIFA ASEAN Cup 2026
Menko Cak Imin Ganti Alphard dengan Maung Garuda Buatan Pindad
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Wagub Emil Dorong Ekonomi Syariah Jatim, Tekankan Pentingnya Ekosistem Berkelanjutan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Wagub Emil Tekankan Peran Pemerintah Jembatani Pekerja dan Industri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 02:16 WIB

Ning Lia Dukung Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Komunal

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Survei KPK Sebut 50% Mahasiswa Masih Nyontek, Ini Respons Gus Hilman PKB

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp